Banyak yang percaya bahwa minum air dingin untuk asam lambung dapat memperburuk keluhan.
Kepercayaan ini muncul dari anggapan bahwa air dingin dapat memperlambat pencernaan dan memicu kontraksi lambung terutama pada orang yang sensitif terhadap suhu minuman.
Tidak mengherankan jika kemudian muncul pertanyaan seperti, “Bolehkah asam lambung minum air dingin?”
Hal ini muncul karena banyak orang meyakini bahwa suhu minuman secara langsung memengaruhi keparahan gejala lambung.
Berikut beberapa hal yang perlu diketahui sebelum menilai apakah air dingin memang memiliki dampak terhadap asam lambung.
Bolehkah Asam Lambung Minum Air Dingin?
Air dingin kerap dihindari dan digantikan dengan minuman lain karena dianggap memperburuk asam lambung.
Namun, penelitian menunjukkan bahwa keterkaitan antara suhu minuman dan munculnya keluhan sebenarnya jauh lebih kompleks dan tidak sesederhana anggapan tersebut.
Untuk menentukan jawaban, Anda perlu memahami bagaimana tubuh bereaksi terhadap cairan yang bersuhu rendah. Berikut penjelasan berbasis ilmiahnya.
1. Air Dingin Bukan Pemicu Asam Lambung
Hingga kini, belum ditemukan bukti ilmiah bahwa konsumsi air dingin dapat meningkatkan produksi asam lambung hingga menimbulkan gangguan klinis.
Sebuah artikel dalam National Library of Medicine memaparkan bahwa pembentukan asam lambung bergantung pada regulasi hormonal dan saraf yang saling berinteraksi, termasuk peran gastrin dan aktivitas saraf vagus.
Proses tersebut juga dipengaruhi secara signifikan oleh jenis serta jumlah makanan yang masuk ke dalam lambung.
Hal ini menunjukkan bahwa sumber utama peningkatan asam lambung berasal dari rangsangan biologis dan konsumsi makanan, bukan dari suhu minuman.
Oleh karena itu, mengonsumsi air dingin untuk meredakan keluhan asam lambung dapat dianggap aman bagi sebagian besar orang.
Selama tidak menimbulkan gejala yang memburuk, pilihan ini tetap layak digunakan sebagai penanganan sementara.
Baca juga: 4 Manfaat Minum Air Putih Dingin untuk Kesehatan Tubuh!
2. Air Dingin Mampu Bersihkan Asam
Air hangat lebih sering dianjurkan untuk mengurangi asam lambung karena memberikan sensasi nyaman dan membantu otot lambung serta tenggorokan lebih rileks.
Padahal, tubuh sebenarnya memperlakukan air pada suhu apa pun dengan cara yang sama. Perbedaan utama hanya terletak pada waktu yang dibutuhkan air hangat dan dingin untuk meredakan asam lambung.
Artikel penelitian yang dipublikasikan dalam BMJ Journals menunjukan bahwa air dingin (sekitar 4°C) mengosongkan lambung lebih lambat pada fase awal dibandingkan air hangat.
Sebaliknya, air hangat (sekitar 45°C) dapat membuat pengosongan lambung terasa lebih nyaman dan cepat, sehingga banyak dokter menganjurkannya untuk penderita refluks.
Namun demikian, perbedaaan waktu pengosongan ini tidak membuat air dingin untuk asam lambung menjadi berbahaya.
Air tetap menjalankan fungsi dasarnya, yaitu membantu membersihkan esofagus dari asam dan meredakan iritasi.
Dengan kata lain, suhu air hanya memengaruhi kenyamanan, bukan memperburuk kondisi asam lambung secara klinis.
3. Suhu Dingin Hanya Bersifat Sementara di Lambung
Penelitian dalam International Journal of Sport Nutrition and Exercise Metabolism menemukan bahwa ketika kita minum minuman dingin, suhu minuman itu akan cepat menyesuaikan dengan suhu tubuh di dalam perut.
Saat air dingin masuk ke perut, tubuh langsung menghangatkannya melalui dinding dan aliran darah di lambung. Meski berlangsung cepat, proses penghangatan tetap memakan waktu.
Akibatnya, air dingin mulai memasuki tahap pengosongan lambung sedikit lebih lambat dibanding air hangat yang sudah selaras dengan suhu tubuh.
Karena yang membedakan hanyalah seberapa cepat prosesnya berlangsung, keputusan untuk memilih air dingin atau air hangat sepenuhnya bergantung pada preferensi Anda.
Baca juga: 5 Manfaat Air Mineral Untuk Kesehatan Tubuh ini Wajib Kamu Tahu!
4. Perbedaan Respons Tubuh
Walaupun air dingin untuk asam lambung umumnya aman, namun setiap individu dapat menunjukkan respons yang berbeda.
Ada yang merasa lebih segar, tetapi ada pula yang justru mengalami kram pada bagian atas perut atau sensasi dingin yang menimbulkan ketidaknyamanan pada pencernaan.
Keluhan ini dapat muncul karena suhu dingin memengaruhi cara otot saluran cerna berkontraksi.
Sebuah artikel dalam National Library of Medicine menjelaskan bahwa cairan bersuhu sangat rendah dapat memengaruhi pola gerak alami saluran cerna saat ditelan. Hal ini membuat sebagian orang menjadi lebih peka terhadap minuman yang terlalu dingin.
Artinya, sensitivitas terhadap suhu minuman berbeda pada tiap orang, sehingga memilih suhu yang paling nyaman adalah langkah terbaik.
Jika Anda mengalami ketidaknyamanan setelah mengonsumsi air dingin, beralih ke minuman bersuhu hangat atau suhu ruang dapat membantu membuat pencernaan terasa lebih nyaman.
Pilihan suhu minuman akhirnya bergantung pada preferensi dan toleransi masing-masing individu.
Minuman Aman Saat Asam Lambung
Beberapa minuman dapat memberikan efek menenangkan pada lambung yang sensitif, sementara yang lain berpotensi memicu ketidaknyamanan.
Oleh karena itu, pemilihan minuman yang sesuai menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas kondisi pencernaan.
Dengan memahami pilihan minuman yang lebih ramah bagi sistem pencernaan, Anda dapat menjaga kondisi lambung tetap stabil sepanjang hari.
Berikut adalah beberapa daftar minuman yang dapat membantu Anda ketika mengalami kenaikan asam lambung.
1. Air Mineral
Air mineral merupakan pilihan sederhana dan relatif aman untuk membantu mengencerkan asam lambung ketika gejala muncul.
Efeknya bekerja cukup cepat dan dapat mendukung penanganan keluhan jangka pendek. Untuk memastikan kenyamanan konsumsi, gunakan air minum yang terjamin kebersihan dan kualitasnya.
AQUA Galon dapat menjadi pilihan praktis karena menyediakan air minum berkualitas yang mudah diakses di rumah.
Setiap galon AQUA menjalani proses sanitasi hingga 20 kali menggunakan air bertekanan tinggi sehingga AQUA 100% AMAN dari cemaran fisik, patogen, dan kimia.
2. Susu Rendah Lemak
Artikel dalam European Journal of Nutrition menunjukkan bahwa asupan lemak yang tinggi dapat berkaitan dengan munculnya gejala refluks. Tak hanya itu, lemak juga dapat memengaruhi pergerakan saluran pencernaan dan fungsi LES.
Artinya, susu rendah lemak dapat membantu lambung menetralkan asam untuk sementara karena sifatnya yang lebih netral terhadap pH.
Pilihan ini dapat membantu Anda meredakan keluhan, meskipun efeknya tidak sama bagi setiap individu.
Jika gejala asam lambung tidak membaik atau semakin mengganggu, disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
3. Teh Herbal
Jahe kerap digunakan untuk meredakan mual dan dispepsia, sementara chamomile dapat memberikan efek menenangkan bagi sebagian orang. Peppermint sebaiknya dihindari karena pada beberapa individu dapat menurunkan tekanan LES dan memperburuk gejala refluks.
Mengetahui respons tubuh terhadap suhu minuman membantu Anda memilih yang paling nyaman untuk asam lambung.
Saat membutuhkan hidrasi, pilihlah air minum yang tepercaya dengan mendahulukan #AQUADULU. Kenapa harus AQUA? Karena tidak semua air itu AQUA.
Baca juga: Cara Membuat Teh Bunga Telang: 4 Resep Sehat dan Segar

