Logo AQUA

Fakta Air Dingin untuk Ibu Hamil, Jangan Salah Kaprah!

Hidup Sehat | 07 Januari 2026

Bagikan:

Fakta Air Dingin untuk Ibu Hamil, Jangan Salah Kaprah!

Air dingin untuk ibu hamil merupakan salah satu topik yang sering menjadi perbincangan karena berkaitan dengan kesehatan ibu dan janin.

Sebagian berpendapat bahwa minum air dingin dapat berdampak buruk bagi ibu maupun janin, sementara sebagian lainnya justru meyakini bahwa hal tersebut aman dan bahkan bermanfaat.

Oleh karena itu, bagi calon ibu maupun pendamping ibu hamil, sangat penting untuk mengetahui perbedaan antara mitos dan fakta berdasarkan bukti ilmiah.

Berikut adalah beberapa mitos dan fakta tentang air dingin untuk ibu hamil serta pentingnya hidrasi selama kehamilan yang perlu Anda ketahui.

Pentingnya Hidrasi Selama Kehamilan

Air merupakan salah satu komponen penting bagi setiap orang, khususnya selama masa kehamilan.

Sebuah artikel dalam PLOS Digital Health menyebutkan bahwa status hidrasi pada ibu hamil berhubungan erat dengan hasil kehamilan, termasuk berat lahir bayi.

Kekurangan cairan dapat meningkatkan risiko dehidrasi, menurunnya volume cairan ketuban (oligohidramnios), serta memicu komplikasi lainnya.

Selama kehamilan, kebutuhan cairan meningkat signifikan. Hal ini disebabkan oleh beberapa perubahan fisiologis, antara lain;

1. Peningkatan Volume Darah

Artikel dalam Obstetrics & Gynaecology  mengungkapkan bahwa kehamilan memicu peningkatan volume plasma darah yang signifikan, yakni lebih dari satu liter atau sekitar 45 persen dibandingkan dengan kondisi sebelum hamil.

Peningkatan volume plasma berperan penting dalam menjamin terpenuhinya kebutuhan oksigen dan nutrisi janin, sekaligus mendukung kestabilan tekanan darah dan volume sirkulasi pada ibu.

Namun, kemampuan tubuh untuk menyesuaikan diri sangat ditentukan oleh terpenuhinya kebutuhan cairan.

Ketika cairan tubuh menurun, proses adaptasi tubuh dapat terganggu, sehingga memengaruhi fungsi peredaran darah, metabolisme, serta keseimbangan hidrasi.

2. Membantu Pembentukan Cairan Amniotik

Artikel dalam The Journal of Maternal-Fetal & Neonatal Medicine menjelaskan bahwa asupan air yang memadai berperan dalam menjaga volume serta kondisi cairan amniotik.

Selain itu, tubuh ibu secara alami terus menghasilkan cairan amniotik yang berfungsi sebagai kantong pelindung bagi janin selama kehamilan.

Cairan ini berperan dalam menjaga kestabilan suhu, memberikan perlindungan terhadap tekanan atau benturan, serta menunjang pertumbuhan dan perkembangan organ janin.

Asupan air yang cukup pada ibu hamil berperan penting dalam menjaga volume cairan amniotik tetap optimal.

Kekurangan cairan dapat menurunkan jumlah cairan amniotik, yang berpotensi memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin.

Baca juga: Manfaat Rajin Konsumsi Air Putih Untuk Kehamilan

3. Mendukung Fungsi Ginjal

Artikel dalam Journal of Clinical Medicine menyebutkan bahwa selama kehamilan terjadi adaptasi pada sistem urinaria, termasuk peningkatan aliran plasma ginjal (renal plasma flow) dan laju filtrasi glomerulus (GFR)

Penyesuain ini akan meningkatkan kebutuhan cairan tubuh ibu secara signifikan. Ginjal akan bekerja lebih efisien dalam membuang produk sisa metabolisme ibu dan janin, menjaga keseimbangan elektrolit, serta mencegah akumulasi zat berbahaya dalam tubuh.

Artikel dalam Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology menyarankan bahwa kebutuhan asupan air harian ibu hamil berada pada kisaran 2.180–3.000 mL per hari, dengan penyesuaian berdasarkan status hidrasi dan usia kehamilan.

Itulah kenapa menjaga asupan air dianggap penting dalam menjaga kesehatan ibu dan mendukung perkembangan janin.

Mitos dan Fakta Air Dingin untuk Ibu Hamil

Air dingin untuk ibu hamil sering dikaitkan dengan berbagai mitos di masyarakat. Padahal, sebagian besar pandangan tersebut tidak memiliki bukti ilmiah yang kuat.

Berikut adalah beberapa mitos yang umum beredar serta fakta yang didasarkan pada sumber ilmiah yang kredibel.

1. Mitos: Membuat Bayi Lahir Besar

Salah satu mitos air dingin untuk ibu hamil paling populer adalah pengaruh air dan bobot bayi yang terlalu besar. 

Keyakinan ini berakar dari asumsi bahwa dinginnya air bisa memengaruhi metabolisme atau tumbuh kembang janin secara langsung.

Faktanya, tidak terdapat bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa suhu air minum berpengaruh terhadap ukuran bayi saat lahir.

Artikel dalam Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology menjelaskan bahwa kondisi hidrasi ibu hamil berkaitan dengan berat lahir bayi, namun hal tersebut tidak berarti konsumsi air secara langsung menyebabkan bayi lahir dengan ukuran besar.

Air dingin tidak mengandung kalori sehingga tidak berperan dalam peningkatan berat badan bayi. Berat lahir bayi lebih dipengaruhi oleh faktor lain, seperti genetika, kondisi kesehatan ibu, pola nutrisi, serta usia kehamilan.

Baca juga: 4 Manfaat Minum Air Putih Dingin untuk Kesehatan Tubuh!

2. Mitos: Menyebabkan Janin Sakit

Anggapan bahwa konsumsi air dingin dapat membuat janin kedinginan atau sakit tidak didukung oleh bukti ilmiah.

Dalam artikel Obstetrics & Gynaecology dijelaskan bahwa setelah diminum, air dingin tidak bertahan lama pada suhu awalnya, melainkan segera menyesuaikan diri dengan suhu tubuh ibu melalui proses pengaturan suhu alami tubuh.

Artinya, air dengan suhu apa pun tidak memengaruhi suhu inti tubuh ibu maupun suhu janin di dalam rahim.

Janin tumbuh di dalam cairan ketuban yang suhunya relatif konstan dan berada di bawah perlindungan sistem biologis ibu, termasuk peran plasenta dalam menjaga kondisi lingkungan di dalam rahim tetap stabil.

Gangguan kesehatan pada janin umumnya dipengaruhi oleh faktor seperti infeksi, kondisi medis ibu, atau aspek genetik, dan tidak berkaitan dengan suhu minuman yang dikonsumsi oleh ibu selama kehamilan.

3. Mitos: Berbahaya untuk Ibu Hamil

Di masyarakat, masih terdapat anggapan bahwa ibu hamil sebaiknya menghindari konsumsi air dingin sepenuhnya karena dikhawatirkan dapat menimbulkan gangguan kesehatan bagi ibu maupun janin.

Anjuran ini umumnya didasarkan pada kepercayaan turun-temurun, bukan pada pertimbangan medis atau bukti ilmiah yang kuat.

Faktanya, minum air dingin saat hamil diperbolehkan, terutama bagi ibu yang sudah terbiasa mengonsumsinya sebelum kehamilan.

Aspek yang lebih penting untuk diperhatikan adalah kualitas air, yaitu harus bersih dan aman untuk dikonsumsi, bukan suhu air tersebut.

Minuman yang perlu dihindari bukan air dingin itu sendiri, tetapi minuman dingin yang manis atau berkarbonasi karena dapat memberikan kalori berlebih atau risiko gula darah tinggi. 

Untuk membantu memenuhi kebutuhan hidrasi harian selama kehamilan, AQUA Galon dapat menjadi salah satu pilihan air putih yang praktis untuk penggunaan di rumah.

Kenapa harus AQUA? Karena tidak semua air itu AQUA. AQUA 100% aman dari cemaran fisik, biologis (patogen), dan kimia melalui proses pengolahan yang terkontrol. 

Dengan kapasitas besar, yaitu 19 liter, AQUA Galon dapat membantu memastikan ketersediaan air sepanjang hari untuk dikonsumsi secara langsung.

Baca juga: 5 Cara AQUA Menjaga Kelestarian Sumber Air

Artikel Terkait

Tidak ada artikel.

Website ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari lebih lanjut .