Banyak orang tua bertanya, apa boleh bayi 3 bulan minum air putih atau bolehkah bayi umur 4 bulan minum air putih saat cuaca panas atau ketika bayi tampak dehidrasi.
Pertanyaan ini wajar, apalagi air putih sering dianggap aman untuk semua usia. Namun, pada bayi, jawabannya tidak sesederhana itu.
Ada banyak pertimbangan yang harus orang tua perhatikan sebelum mengambil keputusan. Artikel ini akan membahas secara lengkap boleh atau tidaknya bayi minum air putih, risiko yang bisa terjadi, dan kapan waktu yang tepat memperkenalkan air putih pada bayi.
Apakah Bayi Boleh Dikasih Air Putih?
Pertanyaan apakah bayi bisa minum air putih sering muncul, terutama saat bayi terlihat haus atau cuaca sedang panas. Namun, untuk bayi usia dini, jawabannya perlu disesuaikan dengan tahapan usianya, bukan sekadar kondisi lingkungan.
Menurut WHO (World Health Organization), bayi di bawah 6 bulan tidak boleh minum air putih. Banyak orang tua mengira bayi butuh tambahan air ketika gelisah atau lebih sering menangis sehingga sering kali bertanya apakah bayi 3 bulan boleh minum air putih.
Padahal, ASI sudah mengandung semua cairan yang dibutuhkan bayi. ASI terdiri dari lebih dari 80% air sehingga sudah cukup untuk menjaga tubuh bayi tetap terhidrasi. Jika bayi terlihat haus, solusi terbaik bukan memberi air putih, melainkan menambah frekuensi menyusu.
Karena itu, tidak sedikit ibu yang mendapati bayinya ingin menyusu lebih sering saat cuaca panas, dan itu adalah hal yang normal. Sebagian ibu juga masih mempertanyakan apakah bayi 4 bulan boleh minum air putih dan jawabannya tetap tidak dianjurkan.
Memberikan air putih pada bayi di bawah 6 bulan justru bisa menimbulkan masalah. Air putih dapat menyebabkan diare, meningkatkan risiko malnutrisi, serta membuat bayi minum ASI lebih sedikit.
Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa membuat bayi berhenti menyusu lebih cepat dari yang seharusnya.
Baca juga: Mengenal Milestone Bayi 0-12 Bulan, Begini Tahapannya!
Kenapa Bayi Tidak Boleh Minum Air Putih?
Setelah mendapat gambaran apakah bayi umur 4 bulan boleh minum air putih atau bayi 3 bulan boleh minum air putih atau tidak, ternyata ada alasan penting di baliknya.
Alasan utama kenapa bayi tidak boleh minum air putih sebelum usia 6 bulan berkaitan dengan kondisi tubuh bayi yang masih berkembang. Berikut beberapa risiko yang memengaruhinya:
1. Ukuran Lambung Sangat Kecil
Ukuran lambung bayi masih sangat kecil. Saat lahir, kapasitas perut bayi hanya sekitar 1–2 sendok teh atau sekitar 5–10 ml. Inilah alasan mengapa bayi perlu menyusu berkali-kali dalam sehari. Jika perut yang kecil ini diisi air putih, bayi akan cepat kenyang dan menolak ASI.
Namun, seiring waktu, lambung bayi akan bertambah besar secara bertahap. Pada usia 1 bulan, kapasitas lambung bayi sekitar 80–150 ml. Kemudian di usia 6 bulan, kapasitasnya baru mencapai sekitar 200 ml.
2. Risiko Keracunan Air
Salah satu alasan utama kenapa bayi tidak boleh minum air putih sebelum usia 6 bulan adalah risiko water intoxication atau keracunan air. Kondisi ini tergolong serius dan bisa berdampak fatal pada bayi.
Water intoxication terjadi saat ginjal bayi menerima cairan lebih banyak dari kemampuan tubuhnya untuk memproses.
Kelebihan air tersebut akan masuk ke aliran darah dan mengencerkan darah sehingga kadar elektrolit penting terutama natrium akan menurun drastis. Kondisi ini dikenal sebagai hiponatremia, yaitu kadar garam dalam darah yang terlalu rendah.
Dalam kondisi terberat, hiponatremia dapat menyebabkan pembengkakan otak, kejang, penurunan kesadaran, hingga risiko kematian.
3. Ginjal Bayi Belum Sempurna
Ginjal bayi di bawah 6 bulan belum mampu mengatur keseimbangan cairan dengan baik. Ukurannya juga masih kecil dan belum sekuat ginjal orang dewasa.
Karena itu, pemberian air putih bisa membuat ginjal tidak mampu membuang kelebihan air dengan cepat. Inilah yang membuat bayi sangat rentan mengalami gangguan keseimbangan cairan.
3. Meningkatkan Risiko Diare
WHO menegaskan bahwa pemberian air selain ASI pada bayi di bawah 6 bulan dapat meningkatkan risiko kesehatan, seperti diare.
Jadi, jika ditanya apakah bayi umur 3 bulan boleh minum air putih atau bolehkah bayi umur 3 bulan minum air putih, jawabannya adalah tidak dianjurkan.
Pada usia ini, kebutuhan cairan bayi sudah sepenuhnya tercukupi dari ASI atau susu formula. Bahkan saat cuaca panas, bayi tetap tidak membutuhkan tambahan air putih.
Kapan Bayi Boleh Minum Air Putih?
Bayi baru boleh diperkenalkan dengan air putih saat memasuki usia sekitar 6 bulan. Pada fase ini, bayi sudah mulai MPASI sehingga kebutuhan cairannya tidak lagi hanya bergantung pada ASI atau susu formula.
Pemberian air putih juga harus dilakukan secara bertahap, dimulai dari jumlah yang sangat kecil, seperti beberapa sendok teh, bukan satu botol penuh.
Tujuannya adalah mengenalkan air putih sebagai pelepas haus. Sementara ASI atau susu formula tetap menjadi sumber utama cairan dan nutrisi.
Terkait bolehkah bayi minum air putih hangat, jawabannya juga mengikuti aturan usia yang sama. Bayi di bawah 6 bulan tetap tidak dianjurkan minum air putih hangat.
Namun, bayi usia 6 bulan ke atas boleh diberikan air putih hangat dalam jumlah kecil, terutama untuk membantu meredakan cegukan.
Air hangat sebaiknya diberikan menggunakan sendok atau cangkir dan diminum perlahan. Suhu air harus suam kuku dan tidak panas agar aman untuk mulut dan tenggorokan bayi.
Meski demikian, air putih hangat hanya bersifat pelengkap. Kebutuhan cairan utama bayi tetap dipenuhi dari ASI atau susu formula.
Baca juga: Kenapa Bayi Tidak Mau Minum Asi, Tapi Memasukkan Jari Ke Mulut?
Aturan Minum Air Putih untuk Bayi
Beberapa pertanyaan yang masih sering muncul saat mengatur kebutuhan cairan untuk bayi antara lain bolehkah bayi 3 bulan minum air putih, bolehkah bayi 4 bulan dikasih air putih, atau bolehkah bayi 4 bulan minum air putih.
Aturan minum air putih pada bayi perlu disesuaikan dengan usia dan tahap perkembangannya. Tujuannya bukan hanya mencegah kekurangan cairan, tetapi juga memastikan asupan nutrisi bayi tetap optimal.
1. Bayi Usia 6–12 Bulan
Saat bayi mulai MPASI di usia sekitar 6 bulan, ibu sudah boleh memperkenalkan air putih. Di fase ini, asupan ASI atau susu formula biasanya mulai berkurang karena bayi mendapatkan energi tambahan dari makanan padat. Meski begitu, susu tetap menjadi sumber nutrisi utama.
Di sisi lain, banyak ibu bertanya bolehkah bayi 6 bulan minum air putih setelah makan. Jawabannya adalah boleh, asalkan jumlahnya sedikit dan diberikan setelah bayi selesai makan.
Bayi usia 6–12 bulan umumnya hanya membutuhkan sekitar 60–120 ml air putih per hari. Jumlah ini cukup untuk mengenalkan air tanpa mengganggu asupan susu serta membantu anak menelan makanan.
2. Bayi Usia 12 Bulan ke Atas
Memasuki usia 12 bulan, pola makan anak biasanya sudah lebih teratur dengan tiga kali makan utama. Di fase ini, asupan susu akan semakin berkurang, idealnya maksimal sekitar 450 ml per hari.
Karena aktivitas fisik meningkat dan jenis makanan makin beragam, kebutuhan air putih pun ikut bertambah. Anak usia 1 tahun dianjurkan minum sekitar 1 gelas air putih per hari, lalu meningkat seiring bertambahnya usia.
Agar kebiasaan minum terbentuk dengan baik, air putih sebaiknya diberikan di antara waktu makan. Tubuh yang cukup cairan akan membantu pencernaan tetap lancar dan mengganti cairan yang hilang saat anak aktif bergerak.
Demikian penjelasan lengkap mengenai apa boleh bayi 3 bulan minum air putih beserta risikonya. Air putih baru boleh dikenalkan setelah MPASI di usia sekitar 6 bulan dengan jumlah terbatas dan cara yang tepat agar tumbuh kembang bayi tetap terjaga.
Saat Si Kecil sudah memasuki usia yang tepat untuk minum air putih, pastikan air yang digunakan benar-benar aman untuk seluruh keluarga seperti AQUA. Kenapa harus AQUA DULU? Karena tidak semua air itu AQUA.
AQUA Galon bisa menjadi pilihan praktis untuk kebutuhan air minum di rumah karena ukurannya besar, yaitu 19 liter, sehingga cukup untuk konsumsi harian keluarga.
Kebersihan galon AQUA juga terjaga karena disanitasi hingga 20 kali menggunakan air bertekanan tinggi sebelum diisi ulang. Proses ini memastikan galon tetap higienis dan aman digunakan.
Selain itu, AQUA 100% aman dari cemaran fisik, patogen, dan kimia, sehingga orang tua bisa lebih tenang saat menyiapkan air minum untuk keluarga. Dengan memilih AQUA Galon, kebutuhan air minum sehari-hari di rumah jadi lebih aman dan tepercaya.
Baca juga: Rumus Kebutuhan Cairan Anak yang Tepat Sesuai Berat Badan

