Website ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari lebih lanjut.

Cara Isolasi Mandiri di Rumah Sesuai Prosedur

Kebaikan AirHidup Sehat | 02 September 2021
Cara Isolasi Mandiri di Rumah Sesuai Prosedur

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih terus berjalan demi menekan laju peningkatan COVID-19. Hal ini dikarenakan banyaknya kasus positif tanpa gejala, yang justru lebih sulit untuk dilakukan tracing. Walaupun kasus tanpa gejala cenderung tidak menyebabkan penyakit yang berbahaya dari orang yang terpapar, tetapi satu orang terinfeksi tersebut tetap bisa menularkan ke banyak orang bahkan keluarga. Sehingga, kementerian kesehatan menyarankan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah apabila Anda terpapar virus, meskipun bergejala ringan atau bahkan sama sekali tidak mengalami gejala. Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah orang-orang yang disarankan untuk melakukan protokol tersebut: [1]

  • Terkonfirmasi COVID-19 dengan pemeriksaan PCR, tetapi tidak mengalami gejala COVID-19 atau hanya mengalami gejala ringan, seperti batuk, demam, atau sakit tenggorokan yang bisa diatasi di rumah
  • Mendapatkan hasil positif pada rapid test antigen dan tidak dapat melakukan konfirmasi dengan PCR
  • Melakukan kontak dengan orang yang positif COVID-19
  • Terkonfirmasi positif saat exit test pada masa karantina

Selain itu, isolasi mandiri hanya bisa dilakukan pada orang yang:

  • Berusia di bawah 45 tahun
  • Tidak memiliki penyakit penyerta, seperti penyakit jantung, diabetes, hipertensi, atau penyakit paru yang kronis
  • Memiliki rumah dengan kamar yang terpisah untuk setiap penghuninya
  • Memiliki kamar mandi di dalam rumah

Isolasi mandiri di rumah harus dilakukan secara benar guna memutus rantai penularan. Apabila salah dalam pengaplikasian, isolasi mandiri justru akan memunculkan klaster keluarga. Melakukan isolasi mandiri dirumah memiliki beberapa proses yang melibatkan beberapa pihak agar berjalan dengan baik. 

Yuk pelajari protokol isolasi mandiri dirumah sesuai dengan anjuran Kementerian Kesehatan! [2].

  1. Selalu memakai masker dan membuang masker bekas  di tempat yang ditentukan dan dengan cara yang benar. 
  2. Jika sakit (ada gejala demam, flu dan batuk), maka tetap di rumah. Hindari pergi bekerja, sekolah, ke pasar atau ke ruang publik untuk mencegah menulari orang lain.
  3. Manfaatkan fasilitas telemedicine atau sosial media kesehatan dan hindari transportasi publik. Beritahu dokter dan perawat tentang keluhan dan gejala, serta riwayat bekerja ke daerah terjangkit atau kontak dengan pasien COVID-19
  4. Selama di rumah, bisa bekerja di rumah. Gunakan kamar terpisah dari anggota keluarga lainnya, dan jaga jarak 1 meter dari anggota keluarga
  5. Tentukan pengecekan suhu harian, amati batuk dan sesak nafas. Apabila batuk atau bersin, lakukan etika seperti menutup dengan tangan.
  6. Hindari pemakaian bersama peralatan makan dan mandi dan tempat tidur.
  7. Terapkan perilaku hidup sehat dan bersih, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta jaga kebersihan rumah dengan cairan disinfektan.
  8. Jaga kebersihan dan kesehatan rumah dengan cairan desinfektan.
  9. Sempatkan berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi (±15-30 menit). Cari waktu yang tepat untuk mendapatkan sinar matahari dengan uv index yang disarankan.
  10. Hubungi segera fasilitas pelayanan kesehatan jika sakit berlanjut seperti sesak nafas dan demam tinggi, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
  11. Konsumsi makanan bergizi

Selain beberapa protokol isolasi mandiri di atas. Ada beberapa makanan dan minuman yang direkomendasikan WHO bagi masyarakat yang sedang isolasi mandiri.

  • Kurangi asupan garam
    Syarat pertama makanan selama isolasi mandiri adalah dengan membatasi asupan garam hingga 5 gram (setara dengan satu sendok teh) dalam sehari. Perlu Anda ketahui juga bahwa garam juga terkandung dalam penggunaan saus atau bumbu asin seperti kecap asin, kaldu, dan kecap ikan saat memasak.[3] Jadi, Anda sebaiknya tidak memfokuskan pada penggunaan garam kristal, namun juga bahan makanan yangg mengandung kadar garam juga.
  • Pilih makanan dengan kadar lemak sedang
    Saat ingin memasak makanan untuk dikonsumsi selama isolasi mandiri cobalah mengganti mentega dan minyak sawit dengan minyak yang lebih sehat seperti minyak zaitun atau minyak kedelai.

    Jika ingin mengkonsumsi daging, pilihlah daging putih misalnya seperti unggas dan ikan yang umumnya kadar lemaknya lebih rendah dibandingkan daging merah. Untuk susu, pilihlah produk susu yang rendah lemak. Jika ingin lebih sehat lagi Anda bisa mengolah makanan dengan cara dikukus atau direbus daripada menggorengnya [3].
  • Batasi asupan gula
    Gantilah makanan dan minuman dengan asupan gula tinggi seperti minuman bersoda, teh atau jus kemasan dengan buah-buahan segar [3].
  • Konsumsi serat yang cukup
    Serat berkontribusi pada sistem pencernaan yang sehat dan mencegah makan yang berlebihan. Usahakan memilih makanan selama isolasi mandiri dengan tepat agar kebutuhan serat tetap tercukupi dengan baik [3].
  • Minum air yang cukup
    Tidak usah diragukan lagi manfaat air putih bagi kesehatan. Minum air yang cukup juga sangat penting agar pemulihan kesehatan lebih optimal. Pastikan tubuh terhidrasi dengan baik dengan air putih. Sebab, air putih jauh lebih baik dibandingkan minuman-minuman manis [3].

    Terlebih lagi, apabila Anda melakukan isoman, Anda kemungkinan besar diharuskan untuk mengonsumsi obat-obatan atau suplemen. Dengan meminum air yang cukup, akan memudahkan tubuh Anda untuk melarutkan obat-obatan atau suplemen tersebut sehingga akan lebih cepat diserap oleh tubuh, dan meringankan kerja ginjal Anda.

Pilihlah AQUA sebagai sumber air putih yang akan Anda minum. AQUA sudah terjamin kebersihan dan kualitasnya. Lebih dari 17 sumber air pegunungan terpilih Indonesia dari Sabang sampai Merauke telah melalui uji klinis oleh para ahli geologi dan geohidrologi. Melewati proses panjang untuk uji kualitas, menjadikan AQUA sebagai pilihan terbaik air mineral yang ada di Indonesia.

Sumber mata air pegunungan AQUA merupakan pegunungan vulkanis yang menyaring air secara alami oleh lapisan batuan vulkanis dengan kemurnian yang baik bagi konsumen. AQUA juga melindungi ekosistem di sekitar sumber air dan sumber airnya itu sendiri. Hal ini ditujukan untuk melindungi kealamian mineral pegunungan, serta menjaga keberlangsungan sumber air.

Selain itu AQUA juga menyediakan fasilitas AQUA Home Service yang pastinya memudahkan Anda untuk mendapatkan persediaan air putih selama isolasi mandiri tanpa harus keluar rumah.

Jadi, sudahkah Anda sedia AQUA dirumah?

 

Sumber:

http://www.p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/dki-jakarta/protokol-isolasi-mandiri-covid-19 

https://www.alodokter.com/bantu-cegah-penyebaran-covid-19-inilah-protokol-isolasi-mandiri-yang-perlu-diterapkan 

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5647071/catat-ini-makanan-selama-isolasi-mandiri-untuk-pasien-covid-19?single