Apa Itu Flexitarian? Panduan Pola Makan dan Manfaat

Hidup Sehat | 01 Juli 2022

Bagikan:

Apa Itu Flexitarian? Panduan Pola Makan dan Manfaat

Diet menjadi salah satu upaya untuk menurunkan berat badan. Dari banyak pilihan, diet vegetarian menjadi jenis yang paling umum meskipun masih banyak pemula yang merasa kesulitan saat memulainya. Oleh karena itu, diet flexitarian adalah alternatif paling tepat bagi pemula untuk mengurangi berat badan.

Pada dasarnya, pola makan flexitarian adalah membagi antara konsumsi produk nabati dan hewani dengan ketentuan tertentu. Dengan demikian, Anda tidak perlu khawatir jika harus langsung meninggalkan konsumsi produk hewani. 

Artikel ini akan membahas lebih lengkap mengenai apa itu flexitarian dan bagaimana mengatur pola makan flexitarian. Simak pembahasannya sampai akhir, ya!

Apa itu Flexitarian?

Flexitarian adalah bentuk pengembangan dari diet vegetarian oleh ahli diet Dawn Jackson Blatner. Mengurangi konsumsi produk hewani, kecuali ikan untuk mengurangi berat badan memang dinilai paling efektif. Namun sayangnya, tidak semua orang dapat mengikuti pola makan vegetarian secara sepenuhnya.

Oleh karena itu, flexitarian adalah alternatif yang bisa dipilih terutama bagi Anda yang ingin memulai diet vegetarian. Nama flexitarian adalah kombinasi dari kata fleksibel dan vegetarian.

Dengan kata lain, Anda masih bisa mengonsumsi sejumlah produk daging namun secara signifikan mengurangi asupannya, setidaknya 3 hari dalam seminggu.

Dengan kata lain, manfaat dari flexitarian adalah membantu seseorang memulai pola makan diet vegetarian sambil tetap mengonsumsi daging. Meski demikian, konsumsi nabati tetap harus menjadi prioritas untuk hasil optimal. Hal tersebut dikarenakan rendahnya kalori pada produk nabati daripada hewani. 

Fleksibilitas flexitarian adalah mengombinasikan produk nabati dan hewani daripada melarang konsumsi hewani secara keseluruhan. Tujuan utama flexitarian adalah mengonsumsi lebih banyak produk nabati bernutrisi dan sedikit daging. Hal tersebut membuat flexitarian menjadi pilihan diet yang populer.

Pola Makan Flexitarian

Pada dasarnya, belum ada ketentuan pasti terkait takaran dan jumlah produk hewani atau nabati yang dianjurkan dalam diet ini. Namun, Anda tetap perlu memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi.

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menerapkan pola makan diet flexitarian. Berikut beberapa hal yang menjadi prinsip flexitarian adalah:

  • Fleksibel dengan mengombinasikan konsumsi produk hewani dan nabati dalam aturan tertentu.
  • Tetap memprioritaskan konsumsi sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian. 
  • Mengurangi konsumsi makanan manis dan gula.
  • Memilih makanan yang melalui sedikit pemrosesan dan alami.
  • Memprioritaskan konsumsi protein nabati daripada hewani.

Selain itu, flexiterian juga mendorong untuk membatasi konsumsi makanan olahan, biji-bijian yang diolah, dan gula tambahan, seperti pada makanan berikut:

  • Daging olahan: sosis dan nugget
  • Karbohidrat olahan: nasi putih dan olahan roti
  • Makanan manis: donat, kue kering, dan permen
  • Makanan cepat saji

Demi memudahkan Anda dalam menjalankan diet flexitarian, lebih baik memulai dengan aturan sederhana. Kebiasaan awal yang bisa diterapkan pada flexitarian adalah mengurangi konsumsi produk hewani pada 2 hari pertama. Selanjutnya, Anda dapat menambah intensitasnya sampai bisa terlepas dari daging.

Baca juga: Begini Cara Menghitung Kebutuhan Kalori Per Hari dengan Tepat

Manfaat Diet Flexitarian

Manfaat paling nyata dari flexitarian adalah menurunkan berat badan dengan bertambahnya konsumsi produk nabati. Hal tersebut dipengaruhi dari menurunnya jumlah kalori dari makanan nabati daripada hewani. Oleh karena itu, flexitarian adalah opsi diet yang juga tidak kalah populer untuk mengurangi berat badan.

Akan tetapi, ada beberapa manfaat lain dari penerapan flexitarian, mulai dari kesehatan jantung sampai pencegahan kanker. Berikut penjelasan dari manfaat flexitarian adalah:

1. Mencegah Risiko Diabetes

Manfaat pertama dari flexitarian adalah mengurangi risiko terkena diabetes. Pada faktanya, diabetes tipe 2 merupakan epidemi kesehatan global [3]. Menerapkan flexitarian pada dasarnya mengurangi konsumsi lemak berbahaya dan olahan gula. 

Tingginya konsumsi makanan yang kaya akan serat merupakan salah satu cara untuk mencegah munculnya penyakit diabetes. 

2. Menjaga Kesehatan Jantung

Penerapan diet yang membatasi konsumsi lemak dan meningkatkan asupan serat serta kolestrol baik akan berdampak positif pada kesehatan jantung. Sebuah penelitian menemukan bahwa mengonsumsi ikan dan vegetarian memiliki risiko 13% terkena jantung iskemik.

Persentase tersebut merupakan 22% lebih rendah dari orang yang memakan daging. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah tingginya konsumsi serat dan antioksidan pada vegetarian dan flexitarian. 

Secara bersamaan, kondisi tersebut menyebabkan lebih sedikitnya lemak total dan jenuh (jahat) untuk membantu melindungi mereka dari penyakit jantung, menurunkan tekanan darah, dan menurunkan kadar kolestrol LDL.

3. Mencegah Kanker

Menerapkan diet dengan meningkatkan asupan makanan nabati bergizi, seperti buah, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan memberikan sejumlah dampak positif bagi kesehatan. Selain itu, hal tersebut juga dikaitkan dengan mengurangi risiko kanker. 

Berkaitan dengan hal tersebut, opsi diet flexitarian adalah pilihan tepat untuk mencegah risiko kanker dengan tetap mengonsumsi beberapa produk hewani.

Itulah penjelasan mengenai flexitarian yang merupakan perkembangan dari diet vegetarian. Pada intinya, flexitarian adalah mengonsumsi produk hewani namun dengan tetap memprioritaskan produk nabati. Dengan demikian, jumlah kalori yang dikonsumsi tetap dapat diatur.

Selain mengatur pola makan, diet juga membutuhkan asupan cairan yang cukup. Oleh karena itu, pastikan untuk memenuhi kebutuhan air mineral Anda dengan minum air AQUA yang telah terjamin kualitas dan kemurniannya. AQUA telah berkomitmen selama lebih dari 49 tahun untuk menyediakan air minum dari sumber mata air pegunungan.

Selain itu, produk AQUA juga telah terjamin dengan tiga perlindungan, yaitu melindungi ekosistem sumber airnya, menjaga kealamian mineralnya, dan diproses secara seksama. Jadi, selalu sediakan #AQUADULU untuk menemani apapun aktivitas Anda di manapun dan kapanpun.

Baca juga: Panduan Diet Keto: Manfaat, Cara, Menu, dan Efek Sampingnya

Referensi:

  1. Prinsip Diet Flexitarian Cocok untuk Anda yang Ingin Mulai Jadi Vegetarian - Buka
  2. Ini yang Perlu Diketahui Tentang Diet Flexitarian - Buka
  3. The Flexitarian Diet: A Detailed Beginner’s Guide - Buka

Artikel Terkait

Tidak ada artikel.

Website ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari lebih lanjut.