Kebaikan AirKemurnian Air

Inilah Keunggulan Air Minum dari Sumber Air Pegunungan

air pegunungan

Anjuran minum air mineral minimal delapan gelas sehari atau sesuai dengan kebutuhan tubuh agar bermanfaat untuk kesehatan tubuh, tentu sudah bukan rahasia lagi. 

Nyatanya, kurang minum air mineral bisa menyebabkan dehidrasi. Bahkan bisa menyebabkan keseimbangan cairan tubuh terganggu, gangguan pada sendi dan pencernaan, serta kulit jadi keriput (4).

Air merupakan komponen utama penyusun tubuh. Asupan air dalam jumlah yang cukup amat diperlukan untuk berfungsi dengan baik. Riset yang dilakukan European Food Safety Authority menyebutkan bahwa air berkontribusi menjaga fungsi fisik, kognitif, hingga temperatur tubuh tetap normal (1).

Jika tubuh terhidrasi dengan baik, maka proses pencernaan serta metabolisme pun akan lancar. Bahkan saat tubuh sedang sakit, cukup minum air dapat membantu proses penyembuhan. 

Pertanyaannya, apakah semua air mineral sama dan bisa memberikan manfaat untuk tubuh? 

Biasanya air pegunungan berasal dari air hujan yang turun di atas gunung. Air lalu meresap ke dalam tanah. Pada akhirnya, air muncul lagi ke permukaan tanah melalui sumber air yang kerap ditemui di lereng gunung maupun jurang di sela-sela perbukitan.

Keunggulan yang membuat air pegunungan untuk tubuh sebenarnya bukan hal baru. Sejak dulu manusia sudah memanfaatkannya sebagai sumber air minum.

Pertama, terkait dengan kondisi lingkungan di sekitar sumber air. Air pegunungan berasal dari sumber air di area yang masih alami. Lingkungannya masih asri dan terjaga sehingga air terbebas dari kontaminasi. Tentu ini sangat menentukan kualitas air. Dengan demikian zat polutan dan bakteri yang merugikan tubuh dipastikan tidak ada (2). Berbeda dengan air biasa yang belum tentu bersumber dari area dan lingkungan yang baik.

Kedua, air pegunungan berpotensi menghadirkan beragam mineral yang diperlukan oleh tubuh. Seperti yang sudah disebutkan di atas, air hujan yang turun akan meresap ke dalam tanah dan melewati bebatuan yang bertindak sebagai saringan alami. Dalam proses itulah, sejumlah mineral yang berasal dari alam ikut mengalir di dalam air. Inilah yang disebut dengan mineralisasi alami. 

Biasanya ada beberapa jenis mineral yang kerap terdapat di air pegunungan. Silika, magnesium dan kalsium, natrium dan kalium, zink dan selenium merupakan jenis mineral yang paling sering ditemukan dari air pegunungan (3). Setiap mineral punya peran dan fungsi berbeda-beda yang bermanfaat bagi tubuh.

Hal itulah yang tidak dimiliki oleh air putih biasa. Mineral yang bermanfaat bagi tubuh tidak terkandung di dalamnya. Dengan demikian, tidak ada manfaat tambahan yang diperoleh ketika meminumnya selain memenuhi hidrasi. 

Baca Juga: Anjuran Minum Air Putih Agar Hidup Semakin Sehat

AIR MINERAL PEGUNUNGAN AQUA

Keunggulan air mineral pegunungan kini sangat mudah didapatkan. Salah satunya dari air mineral AQUA. Berbeda dengan merek lain, air mineral AQUA berasal dari 17 sumber air pegunungan terpilih Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Sebelum mengalirkan kebaikan air kepada masyarakat Indonesia, banyak langkah yang dilakukan oleh AQUA. Salah satu yang paling utama adalah memilih sumber terbaik berdasarkan riset mendalam. Ada 9 kriteria dan 5 tahapan seleksi yang melibatkan para ahli geologi dan geohidrologi untuk memilihnya. Setidaknya butuh 1 tahun penelitian untuk menjalankan semua proses tersebut (3).

Setelah memilih sumber yang berada di kawasan alami untuk menjamin bebas kontaminasi dan pencemaran, AQUA terus menjaga kualitas sumbernya airnya dengan melakukan perlindungan berkelanjutan dan melakukan pengemasan yang menjaga kealamian air, langsung di dekat sumber airnya.

Berasal dari sumber air pegunungan, air mengalami penyaringan dan mineralisasi alami dari bebatuan vulkanis. Proses inilah yang menjadikan setiap tetes airnya kaya dengan mineral yang bermanfaat terkandung di dalamnya.

Sudah minum kemurnian AQUA hari ini?

 

Referensi:

  1. https://www.naturalhydrationcouncil.org.uk/hydration-facts/
  2. https://www.naturalhydrationcouncil.org.uk/environment/water-resource-protection/
  3. https://aqua.co.id/pengelolaan-sumber-daya-air-aqua
  4. Santoso B., Hardinsyah, Siregar P, Pardede S. 2017