Website ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari lebih lanjut.

Kenapa Bumil wajib menjaga kebutuhan hidrasi saat hamil?

Kebaikan AirHidup Sehat | 09 Juli 2021
Kenapa Bumil wajib menjaga kebutuhan hidrasi saat hamil?

Kehamilan adalah momen terpenting yang ditunggu-tunggu setiap pasangan suami istri. Oleh karena itu, banyak sekali hal yang harus diperhatikan untuk mewujudkan kehamilan yang sehat, terutama asupan nutrisi ibu. Asupan nutrisi yang tepat menjadi penting untuk menunjang kesehatan ibu selama hamil. Kesehatan yang didapatkan oleh sang Ibu juga akan berdampak ke sang buah hati.

Kebutuhan cairan tubuh atau hidrasi tubuh termasuk dalam gizi yang penting diperhatikan namun masih sering terlupakan oleh ibu hamil. Padahal faktanya kebutuhan cairan tubuh ibu yang sedang hamil meningkat dibandingkan saat tidak hamil, dan rentan mengalami dehidrasi.

Sekitar 90 - 98% cairan ketuban terdiri dari air. Cairan ketuban sendiri memiliki fungsi sebagai bantal pelindung bagi janin dan menjaga suhu janin tetap stabil.
Cairan ini diproduksi dari cairan dalam tubuh ibu, sehingga ibu hamil harus minum 1 gelas air (300 ml) air lebih banyak dibandingkan saat tidak hamil. Memenuhi kebutuhan hidrasi selama hamil sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu dan janin [1].

Peran Air Selama Kehamilan

Kesehatan ibu dan anak yang dikandung menjadi prioritas utama dengan memelihara cara hidup yang sehat. Mengingat tubuh manusia yang 50 - 60% nya terdiri dari air, menjaga hidrasi selalu tercukup sangat penting agar ibu hamil dan janin dapat terjaga kesehatannya.

Terlebih, air tidak dapat diproduksi dalam tubuh.

Lalu, seberapa penting peran air selama kehamilan? Simak penjelasannya berikut ini:

  • Pembentuk cairan ketuban
  • Pembentuk sel dan cairan tubuh/cairan plasma
  • Mengeluarkan zat tidak berguna dalam tubuh
  • Bagian dari placenta
  • Mengurangi resiko konstipasi & infeksi saluran kemih
  • Transport nutrisi dari ibu ke janin
  • Pengatur suhu tubuh
  • Mengurangi resiko lahir prematur dan cacat bawaan
  • Pelarut pada proses pencernaan makanan

Pada tubuh wanita dewasa dibutuhkan asupan air setidaknya 2,3 liter per hari, namun untuk ibu hamil kebutuhannya meningkat cukup drastis. Kebutuhan cairan ibu hamil di usia 19-50 tahun berada di angka 3 liter per hari yang berfungsi sebagai homeostasis dalam tubuh [1].

Waspada Kurang Minum Saat Hamil

Ada juga bahaya yang bisa menyerang sang ibu hamil bila terlalu lama mengalami dehidrasi. Pasalnya, ada beberapa dampak yang bisa dirasakan bila tidak ditanggapi dengan serius.

Banyak cara mengecek tubuh dehidrasi pada ibu hamil, seperti:

  • Mulut kering
  • Daya ingat sesaat menurun
  • Mulai cemas dan tegang
  • Cairan ketuban sedikit
  • Konsentrasi turun
  • Mudah mengantuk dan lelah

Apabila tidak cepat ditangani, maka bisa timbul resiko seperti Hipertensi, Preeklampsi, dan Diabetes meningkat.

Selain itu, dehidrasi juga dapat mempengaruhi janin dan menimbulkan resiko seperti:

  • Keterlambatan pertumbuhan janin
  • Resiko bayi lahir dengan berat rendah
  • Lahir prematur

Selalu sedia air putih dalam botol yang mudah dibawa dapat membantu ibu hamil dalam memenuhi kebutuhan hidrasi harian. Air yang dikonsumsi juga harus dipastikan dari sumber yang bersih dan berkualitas, seperti AQUA yang berasal dari mata air pegunungan dan melakukan 3 perlindungan hingga sampai ke tangan konsumen.

Tips Penuhi Kebutuhan Cairan Harian Ibu Hamil

Cairan tubuh yang kurang akan menimbulkan dehidrasi, yang mana merupakan hal yang buruk, terutama apabila dialami oleh ibu hamil, apalagi dalam proses hamil tua. Banyak cara dan tips agar sang ibu hamil mampu memenuhi kebutuhan minuman harian.

Tentu mengonsumsi air sebanyak 3 liter bukan perkara mudah, apalagi banyaknya aktivitas yang dilakukan hingga lupa dalam betapa pentingnya mengkonsumsi air putih [2].

Ada beberapa tips untuk memenuhi cairan pada ibu hamil, antara lain:
Mengatur pola minum sesuai jam. Bila mengonsumsi air sebanyak 8 gelas menjadi rutinitas harian lalu ibu hamil membutuhkan 3 liter atau kurang lebih 9-12 gelas, maka bisa dibagi menjadi beberapa jeda di pagi, siang, sore, dan malam.

Mengimbangi dengan makanan kaya akan air seperti semangka atau buah yang juga memiliki banyak vitamin bermanfaat.

Bila mual mengkonsumsi air putih bisa divariasikan dengan perasan air atau yang kerap disebut infused water dengan buah favorit sang ibu hamil.

Selalu sediakan botol atau air minum di tas, mobil, motor, tempat kerja agar asupan cairan tidak terlewat di beberapa momentum.

Jaga kondisi tubuh tetap fit dengan makan dan minum tepat waktu, di saat makan selalu awali dan akhiri dengan mengonsumsi air putih.

Kurang lebih sang ibu hamil akan merasakan manfaat air putih yang maksimal tanpa harus merasa terbebani atau pusing dengan cairan tubuh yang dibutuhkan [2].

Dalam menjaga tubuh tetap aman dari dehidrasi, sang ibu hamil memerlukan kualitas air terbaik. Kondisi air yang keruh dan tidak sesuai standar WHO serta Kemenkes RI berpotensi menimbulkan kerugian [4]. Apalagi, banyak ibu hamil yang mengeluh tidak bisa memenuhi kebutuhan hidrasinya, karena efek mual yang timbul ketika minum.

Namun, ibu hamil tidak perlu khawatir lagi dengan permasalahan ini. Untuk air minum pilihan ibu hamil, AQUA merupakan pilihan yang tepat. Faktanya, 9 dari 10 ibu hamil setuju mengkonsumsi AQUA tidak menimbulkan rasa mual atau eneg. Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Home Tester Club Indonesia kepada 207 ibu hamil.

Untuk masalah kualitas, AQUA sudah tidak perlu diragukan lagi. Telah hadir selama lebih dari 48 tahun di Indonesia, AQUA menjamin kualitas airnya dengan melakukan tiga perlindungan: melindungi ekosistem sumber airnya, menjaga kealamian mineralnya, serta diproses secara seksama untuk menjaga keaslian dan kualitasnya hingga sampai ke tangan konsumen.

Mari penuhi kebutuhan cairan harian ibu hamil agar ibu dan janin tetap sehat. Percayakan AQUA untuk ibu hamil serta seluruh anggota keluarga dengan kualitas dan kejernihan air pegunungan terbaik [4]!

 

Referensi:

1. https://scholar.ui.ac.id/en/publications/analisis-status-hidrasi-dan-asupan-zat-gizi-serta-air-pada-ibu-ha
2. https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3620552/berapa-banyak-kebutuhan-cairan-ibu-hamil
3. https://www.alodokter.com/ini-bahayanya-dehidrasi-selama-kehamilan
4. https://www.sehataqua.co.id/inilah-keunggulan-air-minum-dari-sumber-air-pegunungan/