Sehat AQUA

Konsisten Dalam Konservasi Alam, Pabrik Danone-AQUA Raih Anugerah PROPER Emas dan Hijau Dari KLHK

By Sehat AQUA | January 22, 2020 No Comments

Prestasi membanggakan diraih oleh sejumlah pabrik Danone-AQUA pada awal tahun 2020 berkat konsistensi kuat dalam konservasi alam. Dua pabrik AQUA meraih Anugerah Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) kategori Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Sedangkan delapan pabrik lainnya mendapat PROPER kategori Hijau.

PROPER merupakan sistem penilaian yang diberikan KLHK kepada pihak-pihak yang memerhatikan kelestarian lingkungan dalam proses produksi dan penjualan jasa. Tingkatannya terbagi menjadi lima kategori mulai dari Emas, Hijau. Biru, Merah, hingga Hitam. Namun, kecuali Emas, Hijau, dan Baru, dua kategori lainnya menandakan sebuah perusahaan belum peduli terhadap konservasi alam.

Kategori Emas menjadi tingkatan penilaian PROPER tertinggi. Dua pabrik AQUA yang menerimanya untuk periode 2018-2019 ialah pabrik AQUA Mambal Bali dan pabrik AQUA Klaten. Keduanya dinilai oleh KLHK sudah konsisten dalam menunjukkan keunggulan lingkungan dalam proses produksi serta melaksanakan bisnis yang beretika dan bertanggung jawab terhadap masyarakat.

Penghargaan diberikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin di Istana Wapres RI di Jakarta pada 8 Januari 2020. Saat itu, perwakilan pabrik AQUA Mambal Bali dan pabrik AQUA Klaten menerimanya secara langsung.

 

PENGHARGAAN LAIN

Sementara itu, pada saat yang sama, delapan pabrik AQUA lain menerima Anugerah PROPER Hijau dari Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar. Adapun pabrik-pabrik tersebut adalah pabrik AQUA Mekarsari, pabrik AQUA Babakan Pari, pabrik AQUA Subang, pabrik AQUA Cianjur, pabrik AQUA Ciherang, pabrik AQUA Wonosobo, pabrik AQUA Pandaan, dan pabrik AQUA Airmadidi.

Sebagai peraih PROPER kategori Hijau, delapan pabrik AQUA tersebut juga melakukan hal-hal penting terkait konservasi alam. Mereka dipandang oleh KLHK telah melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan dalam peraturan melalui pelaksanaan sistem pengelolaan lingkungan. 

Selain itu, pabrik-pabrik tersebut juga mampu memanfaatkan sumber daya secara efisien dengan penerapan 4R (reduce, reuse, recycle, recovery). Kinerja apik itu masih dilengkapi dengan pelaksanaan tanggung jawab sosial yang baik.

Selain meraih PROPER Emas dan Hijau, ada enam pabrik AQUA lain yang mendapat Anugerah PROPER Biru. Mereka adalah pabrik AQUA TIV, pabrik AQUA AGM Citeureup, pabrik AQUA Berastagi, pabrik AQUA Solok, pabrik AQUA Tanggamus, dan pabrik AQUA Keboncandi. 

Penghargaan yang diperoleh ini menandakan keenamnya melakukan konservasi alam dengan baik. Terbukti KLHK memandang mereka sudah melakukan upaya pengelolaan lingkungan sesuai dengan persyaratan atau perundang-undangan yang berlaku.

 

BUAH METODE PIJAR

Anugerah PROPER yang diterima oleh sejumlah pabrik AQUA bukan hal mengherankan. Selama ini, konservasi alam telah menjadi bagian dari operasional AQUA. Mereka konsisten melakukan perlindungan alam demi menghadirkan air berkualitas lewat metode PIJAR.

Kependekan dari Pilih, Jaga, dan Rawat, metode PIJAR memungkinkan AQUA melindungi alam secara konsisten. Mereka memulainya dengan memilih mata air dari sumber pegunungan terpilih. Dalam penentuan sumber air, AQUA tidak main-main. Serangkaian riset yang memakan waktu hingga setahun bisa dijalani untuk memastikan mutu airnya.

Selanjutnya ketika telah menentukan pilihan, fase Jaga dilakukan. AQUA melakukan berbagai upaya untuk menjaga kelestarian sumber air. Ini pula yang menjadi bagian dari konservasi alam. Sebisa mungkin AQUA memertahankan lingkungan sekitar mata air tetap alami.

Setelahnya AQUA konsisten merawat sumber air. Di sini AQUA sering berkolaborasi dengan masyarakat dan pihak lain untuk sama-sama melakukan perawatan lingkungan sekitar mata air. Bentuknya bisa bermacam-macam mulai dari penghijauan, penerapan sistem pertanian organik, hingga pembuatan serapan air.

Semua langkah itu memastikan kealamian lingkungan sekitar mata air dan pabrik AQUA tetap terjaga. Konservasi alam akhirnya bisa terwujud dengan sendirinya.