Logo AQUA

12 Manfaat Jahe untuk Kesehatan, Lebih dari Sekadar Penghangat Tubuh

Hidup Sehat | 13 Agustus 2022

Bagikan:

12 Manfaat Jahe untuk Kesehatan, Lebih dari Sekadar Penghangat Tubuh

Selain sebagai bumbu masakan yang sudah turun-temurun digunakan, manfaat jahe untuk kesehatan nyatanya sudah lama dikenal mampu membantu mengatasi berbagai kondisi, mulai dari mual saat hamil, nyeri haid, nyeri sendi, hingga memperkuat sistem imun tubuh. Bahkan berbagai penelitian ilmiah modern kini semakin membuktikan khasiat rempah satu ini.

Jahe merupakan tanaman yang berasal dari Asia Tenggara dan masuk dalam anggota keluarga Zingiberaceae, sehingga masih berkerabat dekat dengan tanaman herbal lain seperti kunyit, kencur, dan lengkuas. Aromanya yang khas dan rasanya yang pedas hangat menjadikannya bahan favorit di berbagai pengobatan tradisional China, India, hingga Timur Tengah selama ribuan tahun.

Kandungan Jahe

Khasiat jahe tidak datang begitu saja. Semua itu berasal dari kandungan nutrisi dan senyawa aktif yang ada di dalamnya. Dalam 100 gram jahe segar, terkandung berbagai zat gizi sebagai berikut:

  • Air: 55 gr
  • Energi: 51 kkal
  • Protein: 1,5 gr
  • Lemak: 1 gr
  • Karbohidrat: 10,1 gr
  • Serat: 12 gr
  • Kalsium: 21 mg
  • Fosfor: 39 mg
  • Besi: 1,6 mg
  • Natrium: 12 mg
  • Kalium: 441,7 mg
  • Tembaga: 0,48 mg
  • Karoten total: 9 mcg
  • Seng: 0,7 mg
  • Thiamin (Vitamin B1): 0,02 mg
  • Riboflavin (Vitamin B2): 0,17 mg
  • Niasin (Vitamin B3): 3,3 mg
  • Vitamin C: 4 mg

Selain nutrisi di atas, jahe juga mengandung senyawa bioaktif utama seperti gingerol, shogaol, zingerone, dan paradol yang menjadi kunci dari sebagian besar manfaatnya mulai dari efek antiinflamasi, antioksidan, hingga antibakteri.

Manfaat Jahe bagi Kesehatan

Jahe merupakan tanaman herbal yang mudah ditemukan di sekitar kita, namun menyimpan beragam khasiat yang luar biasa bagi tubuh. Berikut daftar lengkap manfaat jahe yang penting untuk Anda ketahui.

1. Mengurangi Mual dan Muntah

Salah satu manfaat jahe yang paling dikenal adalah kemampuannya mengurangi mual dan muntah, baik akibat morning sickness saat hamil, mabuk perjalanan, maupun efek samping dari kemoterapi. Senyawa gingerol bekerja langsung pada reseptor di saluran pencernaan dan sistem saraf, membantu menenangkan perut sekaligus menekan pusat muntah di otak. Mengonsumsi jahe dalam bentuk teh hangat atau permen jahe dapat memberikan kelegaan yang cukup signifikan.

2. Melancarkan dan Mengatasi Masalah Pencernaan

Manfaat jahe untuk masalah pencernaan sudah terbukti sejak lama. Kandungan phenolic di dalamnya berfungsi meredakan gejala iritasi gastrointestinal, menstimulasi produksi air liur, mencegah kontraksi berlebih pada perut, hingga memperlancar pergerakan makanan selama berada di sistem pencernaan.

Jahe juga dikenal memiliki efek carminative, yaitu kemampuan membantu mengeluarkan gas berlebih dari saluran pencernaan, sehingga masalah seperti kembung, kolik, dan dispepsia (sakit maag) bisa teratasi. Lebih jauh, jahe juga bisa mempercepat pengosongan perut sehingga gejala mual dan tidak nyaman setelah makan lebih cepat mereda.

Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa ekstrak jahe berpotensi mencegah kanker usus besar berkat efek anti-tumor yang dimilikinya.

3. Meredakan Nyeri Haid

Bagi banyak perempuan, nyeri haid adalah gangguan rutin yang cukup mengganggu aktivitas. Manfaat jahe dalam mengurangi nyeri haid (dismenore) sudah didukung oleh beberapa penelitian ilmiah, dan khasiatnya disebut setara dengan efektivitas obat seperti Ibuprofen dan asam mefenamat berkat efek analgesik atau anti-nyeri yang dimilikinya.

Jika Anda sering merasakan nyeri saat menstruasi, cobalah mengonsumsi ekstrak jahe sebanyak kurang lebih 500 hingga 2.000 mg selama 3 hari pertama menstruasi. Selain itu, efek anti-nyeri jahe juga dapat membantu meredakan sakit kepala, migrain, serta nyeri punggung.

4. Meringankan Gejala Osteoarthritis dan Nyeri Sendi

Manfaat jahe selanjutnya yaitu meringankan gejala osteoarthritis, yaitu kondisi peradangan pada sendi yang sering ditandai dengan nyeri dan rasa kaku. Efek antiinflamasi pada jahe bekerja dengan menghalangi pembentukan senyawa peradangan seperti prostaglandin dan leukotrien, sekaligus memiliki efek antioksidan yang membantu memecah keasaman dalam cairan sendi.

Menurut studi pada jurnal Osteoarthritis and Cartilage, penderita osteoarthritis dapat mengonsumsi 500 mg air jahe setiap hari selama 3 hingga 12 minggu untuk merasakan manfaatnya. Selain diminum, jahe juga dapat digunakan sebagai kompres hangat untuk meredakan nyeri dan kekakuan sendi secara lokal.

5. Mengurangi Nyeri Otot Akibat Aktivitas Fisik

Selain nyeri sendi, jahe juga terbukti efektif membantu meredakan nyeri otot setelah aktivitas fisik berat. Dalam sebuah penelitian, konsumsi jahe secara rutin terbukti mampu mengurangi rasa kaku, bengkak, dan sakit pada otot. Dosis yang digunakan dalam penelitian ini adalah sekitar lima gram jahe segar atau satu sendok teh jahe kering per hari, dalam porsi terbagi.

6. Memperkuat Sistem Imun Tubuh

Mungkin Anda sudah sering mendengar bahwa minum air jahe secara rutin dapat membantu memperkuat daya tahan tubuh. Hal ini bukan tanpa dasar jahe mengandung vitamin C dan magnesium yang berperan dalam memperkuat sistem imun. Selain itu, kandungan gingerols, shogaols, dan zingerones pada jahe juga berfungsi sebagai antioksidan kuat yang melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Dengan sistem imun yang lebih kuat, tubuh menjadi lebih siap dalam melawan infeksi virus dan bakteri, serta mempercepat proses pemulihan saat sedang sakit seperti flu atau demam.

7. Menghangatkan Tubuh dan Mengatasi Masuk Angin

Sensasi hangat yang dirasakan setelah mengonsumsi jahe bukan hanya soal rasa. Efek termogenik dari senyawa aktif dalam jahe membantu meningkatkan sirkulasi darah dan menghangatkan tubuh dari dalam, menjadikannya pilihan alami yang efektif saat cuaca dingin atau ketika Anda merasa tidak enak badan. Jahe juga berperan membantu membersihkan saluran pernapasan dari toksin, sehingga baik untuk mendukung fungsi pernapasan secara keseluruhan.

8. Membantu Melawan Infeksi Bakteri

Kandungan gingerols, shogaols, dan paradol yang ada di dalam jahe memiliki sifat antibakteri yang cukup kuat. Studi yang dipublikasikan pada Phytotherapy Research menunjukkan bahwa ekstrak jahe efektif dalam melawan bakteri mulut penyebab gingivitis dan periodontitis dua kondisi peradangan gusi yang bila tidak ditangani bisa berujung pada infeksi serius dan kerusakan jaringan gigi.

9. Menjaga Kestabilan Kadar Gula Darah

Mengonsumsi jahe secara rutin juga terbukti berkhasiat dalam menjaga kestabilan kadar gula darah. Jahe bekerja dengan mengurangi enzim yang memecah karbohidrat, sehingga membantu tubuh memetabolisme glukosa dengan lebih efisien. Senyawa gingerol juga mendorong otot untuk menyerap glukosa sehingga tubuh tidak perlu memproduksi insulin secara berlebihan.

Bagi penderita diabetes tipe 2 yang seringkali tidak mampu menghasilkan cukup insulin, manfaat jahe ini tentu sangat relevan. Meski begitu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menjadikan jahe sebagai bagian dari pengelolaan kadar gula darah Anda.

10. Menurunkan Kolesterol dan Menjaga Kesehatan Jantung

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jahe dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL ("jahat") dan trigliserida dalam darah dua faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke. Senyawa bioaktif dalam jahe juga mampu membantu menurunkan tekanan darah dan mencegah penggumpalan darah, sehingga aliran darah ke jantung tetap lancar.

Dengan rutin mengonsumsi jahe, Anda turut berkontribusi dalam menjaga kesehatan jantung jangka panjang secara alami.

11. Membantu Menurunkan Berat Badan

Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang mengonsumsi 2 gram bubuk jahe secara rutin selama 12 minggu mampu mengalami penurunan berat badan yang cukup berarti. Jahe dipercaya memberikan efek kenyang lebih lama sekaligus membantu membakar kalori lebih efisien, sehingga bisa menjadi pendukung alami program diet Anda.

12. Berpotensi Melindungi Kesehatan Otak

Sifat antiinflamasi dan antioksidan dalam jahe tidak hanya bermanfaat bagi tubuh secara fisik, tetapi juga berpotensi melindungi otak dari stres oksidatif dan peradangan kronis yang dikaitkan dengan penurunan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia. Meski penelitian di bidang ini masih terus berkembang, mengonsumsi jahe sebagai bagian dari pola makan sehat dapat menjadi langkah preventif yang bijak.

Efek Samping Jahe yang Perlu Diperhatikan

Jahe memang menawarkan banyak khasiat bagi tubuh. Namun, Anda tetap harus memperhatikan efek samping jika terlalu banyak mengonsumsinya. Batasan aman mengonsumsi jahe adalah 4 gram per hari, tidak boleh lebih.

Mengonsumsi jahe secara berlebihan dapat mengakibatkan sakit perut, perut terasa panas, mulas, hingga diare. Tak hanya itu, mengonsumsi rempah ini bersamaan dengan obat pengencer darah juga dilarang karena bisa menimbulkan interaksi obat yang berbahaya.

Oleh karena itu, sebelum menambahkan jahe ke dalam menu harian, ada baiknya berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter, terlebih bagi ibu hamil maupun orang dengan kondisi kesehatan tertentu.

Cara Memilih dan Menyajikan Jahe

Saat memilih jahe untuk keperluan konsumsi atau pengobatan tradisional, pilihlah jahe dengan kondisi segar, kokoh, kulitnya halus, dan bebas jamur. Bila Anda memilih jahe dalam bentuk bubuk, pastikan produknya murni tanpa tambahan gula agar manfaatnya bisa didapatkan secara maksimal.

Adapun cara mengonsumsi jahe sangat beragam dan mudah disesuaikan dengan selera, di antaranya:

  • Dijadikan teh jahe hangat dengan tambahan madu dan lemon
  • Dikunyah langsung dalam jumlah kecil
  • Ditambahkan ke dalam masakan seperti sup, tumisan, atau kari
  • Diolah menjadi minuman jahe susu atau wedang jahe
  • Dikonsumsi dalam bentuk suplemen atau kapsul ekstrak jahe

Itulah beragam manfaat jahe bagi kesehatan yang penting untuk Anda ketahui. Dari meredakan mual hingga menjaga kesehatan jantung, rempah satu ini layak menjadi bagian dari gaya hidup sehat Anda sehari-hari.

Namun, ingat menjaga kesehatan tubuh tidak cukup hanya dengan konsumsi herbal saja. Cara alami lainnya yang tak kalah penting adalah mencukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih secara rutin. Manfaat minum air putih di antaranya melancarkan sistem pencernaan, menjaga berat badan tetap stabil, hingga membantu tubuh dalam proses pembuangan toksin.

Oleh karena itu, awali hidup sehat Anda dengan memilih AQUA sebagai air mineral berkualitas. AQUA berasal dari sumber air pegunungan pilihan dan telah memenuhi standar Kepmenkes Nomor 907 Tahun 2002 mengenai air minum layak konsumsi.

Artikel Terkait

Tidak ada artikel.

Website ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari lebih lanjut .