Manfaat Rajin Konsumsi Air Putih Untuk Kehamilan

Kebaikan AirHidup Sehat | 12 Januari 2021
Manfaat Rajin Konsumsi Air Putih Untuk Kehamilan

Manusia dewasa membutuhkan setidaknya 2 liter air untuk mencukupi kebutuhan cairan dalam tubuh. Ini sudah sejak lama dikemukakan oleh banyak ahli sehingga menjadi dasar bagi orang dewasa di Indonesia untuk mencukupi kebutuhan air harian.

Sebagai contoh, seorang pria perlu minum lebih banyak dari wanita untuk dapat memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Ini dikarenakan sebagian besar pria beraktivitas fisik lebih banyak, dan membutuhkan energi lebih banyak dibandingkan wanita karena massa otot dan tulang yang lebih berat. Iitulah alasan minimal pria mengkonsumsi air jauh lebih banyak dibandingkan wanita. Tetapi, ada waktunya dimana wanita akan membutuhkan air lebih banyak dari biasanya.

Kapankah hal tersebut terjadi?

Saat wanita dalam keadaan hamil, jumlah air yang dibutuhkan adalah 8 gelas, dengan menambahkan 1 gelas lebih banyak dari biasanya. Kehamilan merupakan proses tumbuh kembang janin menjadi bayi yang dipersiapkan sebelum akhirnya bayi tersebut menatap dunia dan juga berkembang. Ini menyebabkan menjaga kondisi kehamilan sangat penting.

Salah satunya adalah dengan rajin mengonsumsi air putih yang dibutuhkan tubuh untuk membantu sistem kerja organ-organ penting setiap harinya. Pada saat masa kehamilan, calon ibu harus merawat dua tubuh secara bersamaan dengan perhatian ekstra terhadap kehamilannya. Air ketuban yang menjadi semesta sang janin terdiri dari 98% air. Dan air ketuban terbentuk dari air yang dikonsumsi oleh sang ibu. Kondisi kesehatan ibu, termasuk kondisi hidrasinya, akan sangat mempengaruhi air ketuban yang melindungi sang janin. Sehingga menjaga kecukupan minum saat hamil merupakan hal yang sangat penting.

Air putih sendiri bisa didapatkan dari berbagai sumber yang salah satunya adalah air tanah atau yang lebih dikenal dengan air sumur. Air sumur yang ditemukan kemudian diproses secara secara seksama melewati penyaringan, penyulingan, dan lainnya untuk dapat memastikan air tersebut sudah layak dikonsumsi atau belum karena kandungan yang ada dalam air tersebut yang bisa saja mengandung bakteri, virus, protozoa, hingga bahan kimia seperti timbal dan sulfat.

Air mineral sendiri biasanya didapatkan dari sumber air pegunungan, dengan proses air hujan yang jatuh di sekitar pegunungan, meresap kedalam tanah yang kemudian melewati berbagai lapisan di bawah tanah seperti bebatuan alami yang mengandung mineral. Kemudian air tersebut muncul kembali melewati celah-celah perbukitan atau permukaan di sekitar lereng gunung, sehingga air-air tersebut telah membawa mineral-mineral alami langsung dari alam sehingga mengandung banyak kebaikan.

Pada fase kehamilan, calon ibu membutuhkan mineral-mineral agar tubuh tetap berfungsi dengan baik. Mineral-mineral yang dibutuhkan seperti silika, kalsium dan magnesium untuk tetap mengoptimalkan tulang terlebih saat sedang berbadan dua sehingga berat badan akan meningkat. Kemudian natrium dan kalium yang berfungsi untuk mengatur keseimbangan cairan serta fungsi sel. Dan mineral zinc dan selenium yang berfungsi untuk pembentukan inti sel dan protein.

Karena itu, AQUA menggunakan sumber air pegunungan yang sebelumnya telah diteliti selama satu tahun sebelum akhirnya dijadikan sebagai sumber air AQUA. Proses tersebut dibantu oleh banyak ahli seperti ahli geologi, ahli hidrologi, yang juga didukung oleh beberapa universitas terkemuka seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Padjadjaran (Unpad), dan juga Universitas Paris 6. Dimana dengan bantuan tersebut, maka AQUA memiliki standar dalam memilih sumber air AQUA yaitu 9 kriteria dan 5 tahapan seleksi.

Untuk konsumsi air minum berkualitas di rumah, pastikan untuk menyediakan galon AQUA. Ada banyak alasan untuk memilih AQUA. Galon AQUA ramah lingkungan karena bisa dipakai berulang kali, tentunya setelah dibersihkan menyeluruh di pabrik dengan teknologi yang mutakhir setelah pemakaian sebelumnya. AQUA berasal dari air pegunungan terpilih yang keseimbangan ekosistem sekitar sumber airnya terlindungi, sehingga kekayaan dan kealamian mineralnya juga terlindungi secara konsisten, untuk melindungi keluarga Indonesia. Sumber air AQUA yang disaring oleh alam selama bertahun-tahun memberikan kualitas air dan kandungan mineral yang sama, kemarin, hari ini, dan esok. Sumber air yang terlindungi oleh batuan alam juga dapat memberikan ketenangan bagi Ibu hamil dan juga si buah hati.

Jadi, sudah memberikan mineral baik dari alam dalam setiap tetes AQUA belum hari ini untuk kandungan Anda?

Referensi :

  1. https://www.sehatq.com/artikel/seperti-apa-aturan-minum-air-putih-yang-benar
  2. https://nationalgeographic.grid.id/read/13310064/dari-air-keran-hingga-air-suling-mana-air-minum-yang-paling-sehat?page=all
  3. https://beritagar.id/artikel/gaya-hidup/manfaat-kandungan-mineral-dalam-air-pegunungan
  4. https://aqua.co.id/pengelolaan-sumber-daya-air-aqua
  5. Air Bagi Kesehatan, Edisi Ketiga, 2017.
  6. Beall MH, van den Wijngaard JPHM, van Gemert MJC, Ross MG. 2007. Amniotic Fluid Water Dynamics. Placenta vol. 28(8-9) p.816-823.
  7. Calhounn S. 1999. Examining maternal hydration and amniotic fluid volume. AWHONN Lifelines vol. 3 (6) p.20-24
  8. Magann, Everett F., Dorota A. Doherty, Suneet P. Chauhan, Scott P. Barrilleaux, Lisa A. Verity, James N. Martin Jr. 2003. Effect on Maternal hydration on amniotic fluid volume. Obstetrics and Gynecology vol 101(6) p1261 – 1265.
  9. Shahnazi, Mahnaz, Manizheh Sayyah Meli, Fariba Hamoony, Farnaz Sadrimehr, Fatemeh Ghatre Samani, and Hossein Koshavar. 2012. The effects of intraveneous hydration on amniotic fluid volume and pregnancy outcomes in women with term pregnancy and oligohydramnios : A randomized clinical trial. Journal of Caring Sciences vol. 1(3) p.123 – 128.
  10. Suliburska, J, R. Kocylowski, I. Komorowicz, M. Grzesiak, P. Bogdanski, D. Baralkiewicz. 2015. Concentrations of mineral in amniotic fluid and their relations to selected maternal and fetal parameters. Biological Trace Element Research vol 172 (1) p.37 – 45.