Mengenal Berbagai Fungsi Air dalam Tubuh

Kebaikan AirHidup Sehat | 10 November 2020
Mengenal Berbagai Fungsi Air dalam Tubuh

Pernahkah Anda mencari tahu perjalanan air yang Anda konsumsi di dalam tubuh, dari diminum hingga dikeluarkan? Ke mana saja distribusinya? Apa fungsi air dalam tubuh sehingga kita perlu mengkonsumsinya secara rutin?

Nyatanya, begitu besar manfaat air untuk tubuh.

Setelah dikonsumsi, air akan masuk ke dalam saluran pencernaan, kemudian akan diserap masuk ke dalam sirkulasi. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Peronet dkk, menunjukan bahwa air yang diminum akan masuk ke dalam plasma hanya dalam tempo waktu 5 menit. Penelitian tersebut juga menunjukan waktu paruh air dalam tubuh adalah 10 hari dan tetes air terakhir baru akan keluar dari dalam tubuh setelah 50 hari semenjak diminum.

Seringkali disebut sebagai zat yang memberikan banyak manfaat penting bagi tubuh, sebenarnya apa sih fungsi air bagi tubuh bagi tubuh manusia? Temukan jawabannya di artikel ini, ya!

Sebagai Pembentuk Sel dan Cairan Tubuh 

Air merupakan salah satu komponen utama dari sel, selain lemak. Terdapat sekitar 70-85% kandungan air pada sel, sedangkan lemak memiliki persentase kurang dari 10%. Tidak hanya menjadi komponen utama dari sel, air juga merupakan salah satu komponen utama darah, yang mengandung 82% air. Hal ini secara tidak langsung mengatakan bahwa air berperan penting dalam pembentukan berbagai cairan tubuh.

Air juga berperan penting dalam pembentukan cairan lambung, hormon, enzim, dan cairan-cairan lainnya yang ada di dalam tubuh.

Selain itu, air juga terdapat dalam bagian otot tubuh dan memiliki fungsi untuk menjaga kondisi tonus otot sehingga otot mampu berkontraksi.

Mengatur Suhu Tubuh

Air mempunyai peran yang begitu penting dalam pengaturan suhu di dalam tubuh. Salah satu fungsi air adalah menghasilkan, menyerap, dan menghantarkan panas ke seluruh bagian tubuh untuk menjaga kestabilan suhu tubuh.

Selain berperan dalam menghasilkan, menyerap, dan menghantarkan panas dalam tubuh, air juga punya peran dalam mendinginkan suhu tubuh melalui produksi keringat. Perlu diketahui bahwa keringat yang keluar dari tubuh kita sebagian besar terdiri atas air dan garam. Melalui proses produksi keringat ini, air turut mendinginkan suhu tubuh.

Selain produksi keringat, air juga membantu proses pendinginan suhu tubuh melalui penguapan dari permukaan kulit. Penguapan pada hal ini dimaksud dengan proses membawa kelebihan panas keluar dari dalam tubuh.

Kedua proses pendinginan pada tubuh, yakni keluarnya keringat dan penguapan air dari permukaan kulit dapat menyebabkan suhu menurun, sehingga tubuh mempunyai suhu yang stabil.

Air Sebagai Pelarut

Air dapat melarutkan berbagai zat gizi yang masuk ke dalam tubuh, dan membantu proses pencernaan makanan yang kita konsumsi. Mulai dari membantu produksi air liur saat makanan tiba di dalam mulut, melarutkan cairan, dan membantu melumasi makanan agar dapat masuk dengan lancar ke kerongkongan.

Karena sifatnya sebagai zat anorganik, air tidak menempuh proses pencernaan. Air dapat dengan cepat melewati usus halus dan kemudian sebagian besar diserap lalu turut berfungsi sebagai salah satu komponen mukus agar sisa zat makanan yang masuk ke dalam tubuh dapat keluar sebagai feses.

Selain berfungsi sebagai pelarut, air juga punya berperan sebagai reaktan dalam reaksi biokimia. Molekul-molekul besar seperti polisakarida, lemak, dan protein perlu dipecah lagi menjadi molekul yang lebih kecil. Proses pemecahan molekul-molekul ini membutuhkan air.

Karena air juga merupakan komponen utama dalam darah, air liur, urin, dan limfe, air juga berperan penting dalam melarutkan mineral, vitamin, glukosa, dan zat gizi lainnya agar zat tersebut dapat dihantarkan ke setiap sel dan berfungsi dengan baik.

Air Sebagai Pelumas dan Bantalan

Karena air mempunyai persentase yang besar pada tubuh, cairan ini mempunyai peran penting sebagai pelumas atau lubrikan dalam bentuk cairan sendi yang memungkinkan sendi pada tubuh untuk bergerak dengan baik dan meredam gesekan antar sendi.

Seperti misalnya, tulang rawan yang ada di ujung tulang panjang mengandung banyak air yang berfungsi sebagai pelumas. Saat tulang ini mengandung cukup air, maka kedua permukaan sendi dapat bergeser dengan lancar dan kerusakan akibat gesekan menjadi minimal.

Sebaliknya, bila tulang rawan kurang mendapat asupan air, maka ada kemungkinan kerusakan akibat gesekan dapat meningkat dan pada akhirnya menyebabkan nyeri pada sendi.

Air juga berfungsi sebagai bantalan tahan getar (shock absorbing fluid cushion) pada jaringan tubuh seperti otak, mata, kantong amnion dalam rahim, dan medulla spiralis.

Sebagai bantalan, air berperan untuk menjaga agar organ-organ tersebut tidak mengalami banyak getaran sehingga dapat berfungsi dengan baik.

Di atas merupakan beberapa fungsi air dalam tubuh yang begitu penting untuk kesehatan dan kelancaran fungsi tubuh kita. Pentingnya fungsi air dalam tubuh ini menjadi pertanda bahwa kita perlu untuk memenuhi asupan air secara rutin, sehingga tubuh kita dapat berfungsi dengan baik untuk beraktivitas sehari-hari.

Yuk, selalu cukupi kebutuhan tubuh akan air dengan AQUA, yang telah lebih dari 45 tahun menjaga kemurnian air mineral langsung dari sumbernya dan melewati lebih dari 400 cek kualitas sehingga kesegarannya tetap terjaga di setiap tetes kemurniannya.
Tak lupa, AQUA juga melindungi ekosistem di sekitar sumber mata air. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk melindungi kealamian mineral dan keberlangsungan sumber air. Sehingga, kualitas air AQUA terlindungi, untuk melindungimu.

Sudah minum AQUA berapa banyak hari ini?

 

Referensi:

1. Santoso B., Hardinsyah, Siregar P, Pardede S. 2017
2. https://www.liputan6.com/health/read/2186050/6-fungsi-air-dalam-tubuh