Hidup SehatKebaikan Air

Mengingat Pentingnya Kesehatan Ginjal lewat Hari Ginjal Sedunia

hari ginjal sedunia

Setiap tahun, tepatnya pada hari Kamis kedua di bulan Maret, diperingati sebagai Hari Ginjal Sedunia. Melalui hari yang spesial ini, para ahli, aktivis, serta profesional dari bidang kesehatan beramai-ramai menyuarakan pentingnya menjaga kesehatan organ ginjal yang ada pada tubuh manusia.

Hari Ginjal Sedunia sendiri pertama kali ditetapkan pada tahun 2006 dan hingga sekarang telah menjadi fenomena berskala global yang diisi dengan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia untuk senantiasa senantiasa merawat ginjal dengan cara yang baik dan benar.

Kegiatan yang dilakukan pun ada berbagai macam. Mulai dari acara edukasi mengenai pentingnya ginjal, acara donasi oleh lembaga kesehatan yang terkait dengan kesehatan ginjal, acara olahraga, dan berbagai macam lainnya.

Di tahun 2019 sendiri, Hari Ginjal Sedunia akan diperingati pada tanggal 14 Maret dengan fokus utama mengenai peningkatan kesadaran akan semakin tingginya angka penyakit ginjal di seluruh dunia dan perlunya strategi untuk pencegahan dan manajemen dari penyakit ginjal.

Mengapa penting untuk menjaga ginjal tetap sehat?

Seperti yang kita semua tahu, ginjal merupakan salah satu organ pada tubuh manusia yang terletak di bawah tulang rusuk. Ginjal merupakan salah satu organ tubuh yang paling vital pada tubuh manusia karena berbagai fungsinya.

Salah satunya adalah untuk menyaring racun yang ada pada tubuh, menjaga keseimbangan garam dan mineral, memproduksi renin pengatur tekanan darah, memproduksi vitamin D yang penting bagi tulang, menghasilkan eritropoetin untuk  menstimulasi produksi sel darah merah, dan masih banyak lagi.

Terlihat jelas dari penjelasan di atas bahwa karena sifatnya yang memberikan berbagai manfaat bagi tubuh, kesehatan ginjal harus senantiasa kita jaga untuk memiliki tubuh yang sehat.

Namun realitanya, masih banyak orang yang cenderung belum menganggap kesehatan ginjal ini menjadi hal yang penting. Ini terlihat dari statistik yang dihimpun oleh WHO pada 2014 lalu menyatakan bahwa angka obesitas telah mencapai angka 641 juta orang dewasa, di mana 41 juta dari angka ini adalah anak-anak. Angka tersebut menandakan telah terjadi peningkatan pengidap obesitas menjadi dua kali lipat lebih banyak semenjak tahun 1980.

Padahal, menurut white paper Infodatin Ginjal 2017 milik Kementerian Kesehatan berjudul “Situasi Penyakit Ginjal Kronis” memaparkan bahwa obesitas merupakan salah satu faktor risiko tertinggi Penyakit Ginjal Kronik.

Baca Juga: Cegah Batu Ginjal dengan Banyak Minum

Konsumsi air mineral untuk menjaga kesehatan ginjal

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan anjuran untuk minum air mineral secara cukup, yakni sekiranya 8 gelas per hari.

Anjuran yang satu ini bisa dibilang merupakan salah satu anjuran medis yang cukup sering terdengar oleh masyarakat. Yang menarik, anjuran ini bisa Anda praktikkan untuk menjaga kesehatan ginjal.

Namun perlu diingat, kualitas dari air yang dikonsumsi pun juga harus diperhatikan, baik dari segi kualitas dan juga kemurnian yang terdapat di dalamnya. Dengan semakin baiknya kualitas air yang Anda konsumsi, maka akan semakin efektif dalam menjaga kesehatan ginjal.

Ketika berbicara mengenai air mineral, maka pilihan terbaik pun akan jatuh kepada produk-produk milik AQUA. Sebagai pelopor air mineral di Indonesia, produk air mineral AQUA merupakan pilihan tepat untuk asupan air mineral, tidak hanya bagi kesehatan ginjal Anda, namun juga organ-organ tubuh lainnya.

Produk-produk air mineral yang AQUA lebih dari 45 tahun murni langsung dari sumbernya. Kesegarannya tetap terjaga di setiap tetes kemurniannya melewati lebih dari 400 cek kualitas.

Dengan kombinasi konsumsi air mineral yang rutin ditambah dengan air mineral berkualitas terbaik dari AQUA, maka akan membantu dalam proses menjaga  kesehatan ginjal Anda.

 

Referensi:

  1. https://www.worldkidneyday.org/about/world-kidney-day/
  2. https://www.theisn.org/advocacy/world-kidney-day
  3. Situasi Penyakit Ginjal Kronis. Infodatin Ginjal 2017, Kementerian Kesehatan. 2017