Mitos dan Fakta Tentang Mual Saat Hamil

Kebaikan AirHidup Sehat | 25 Maret 2022

Bagikan:

Mitos dan Fakta Tentang Mual Saat Hamil

Morning sickness atau mual saat hamil adalah keluhan utama yang dialami bumil khususnya kehamilan di trimester pertama saat janin yang dikandung mulai berkembang. Pastinya, setiap wanita hamil memiliki intensitas berbeda, ada yang hanya mual di pagi hari dan ada juga yang merasa mual dengan frekuensi yang tinggi (mudah terpicu). Hal ini tentu bisa mengganggu rutinitas kita karena memicu rasa lemas ketika mual datang.

Karena seringkali dikeluhkan, banyak mitos yang berkembang di masyarakat seputar gejala ini. Mari kita bahas mitos tentang morning sickness dan fakta yang sebenarnya di sini.

1. Mual saat hamil hanya terjadi di pagi hari

Karena morning sickness sering terjadi di pagi hari, maka banyak yang berasumsi bahwa mual hanya terjadi di pagi hari. Hal ini tentunya keliru karena faktanya berbeda dari namanya. Mual saat hamil bisa terjadi kapanpun dari pagi, siang sore ataupun malam hari.

2. Hanya terjadi pada trimester pertama

Biasanya, keluhan mual saat hamil akan berlalu setelah melalui trimester pertama. Banyak ibu hamil yang merasa lebih baik ketika masuk minggu ke 12 dan setelahnya. Namun, tidak semua ibu hamil merasakan ‘kemewahan’ tersebut. Beberapa ibu hamil tetap mengalami morning sickness walaupun telah melalui trimester pertama, bahkan beberapa masih suka merasa mual sepanjang kehamilan.

3. Morning Sickness hanya terjadi pada kehamilan pertama

Mitos berikutnya adalah mual saat hamil hanya terjadi pada kehamilan anak pertama. Faktanya, morning sickness dapat terjadi pada setiap kehamilan Anda.

4. Dapat Membahayakan Janin

Banyak ibu yang khawatir ketika mual saat hamil dapat menghambat pertumbuhan atau bahkan membahayakan janin. Faktanya, morning sickness tidak membahayakan Anda ataupun janin. Dengan catatan, jika mual dan muntah terjadi cukup parah hingga mengganggu selera makan Anda, berkonsultasilah kepada dokter.

5. Harus Tetap Makan Banyak Agar Tidak Lemas

Karena ibu hamil khawatir sang buah hati tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, atau agar tubuh tetap bisa menjalani aktivitas, maka perlu makan yang banyak untuk mengisi tenaga. Faktanya beberapa wanita merasa lebih baik untuk makan dalam porsi kecil atau camilan-camilan kecil. Beberapa wanita terbantu dengan mengonsumsi vitamin B6.

Itulah lima mitos tentang morning sickness yang sering beredar di masyarakat. Apabila kondisi muntah dan mual Anda berat dan mengganggu aktivitas, segeralah berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Sekarang, muncul pertanyaan bagaimana cara mengatasi morning sickness atau mual saat hamil?

Selama kehamilan, Anda harus mengkonsumsi makanan bergizi seperti makanan tinggi protein yang dilengkapi vitamin B, misalnya kacang-kacangan, roti, biskuit, dan makanan kaya protein lainnya [1].

Lalu, setiap ibu hamil memiliki faktor pemicu mual berbeda, ada yang pemicunya dari wewangian parfum. Ada ibu hamil yang mual dan muntah karena menyantap makanan atau minuman. Untuk mengatasi mual saat hamil, kenali pemicu mual dan muntah Anda sehingga intensitas mual berkurang [2].
Selanjutnya, sangat dianjurkan untuk memperbanyak minum air putih sehingga ibu terhindar dari dehidrasi dan bagus untuk plasenta. Air putih mampu menjaga pertumbuhan janin dan menjaga stamina ibu. Selain itu pencernaan dan ekskresi bisa terjaga karena asupan mineral tubuh terpenuhi.
Untuk lebih lanjutnya, anda bisa pelajari cara mengatasi mual saat hamil di artikel 6 Cara Mengatasi Mual Saat Hamil

Air Mineral yang Cocok untuk Ibu Hamil

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah muat saat hamil adalah minum banyak air, minum air sebelum dan setelah makan, tidur siang. Pastikan Anda selalu menyediakan air mineral berkualitas seperti AQUA selama kehamilan agar kebutuhan hidrasi Ibu tetap terjaga dan membantu penyerapan makanan untuk sang buah hati.

AQUA melindungi ekosistem di sekitar sumber air, menjaga kealamian mineral terjaga, dan prosesnya dilakukan seksama. Mineral AQUA yang terlindungi membantu ibu hamil tetap terhidrasi tanpa rasa mual. Hal ini telah didukung oleh penelitian dari Home Tester Club Indonesia terhadap 207 ibu hamil, bahwa 9 dari 10 ibu setuju mengkonsumsi AQUA tidak menimbulkan rasa mual atau eneg. Dengan terhidrasi secara baik, ibu akan terhindar dari dehidrasi sehingga bisa tetap aktif dan produktif saat hamil.

Sumber:

  1. Cara Menghilangkan Mual Saat Hamil yang Patut Anda Coba - buka
  2. Minum Air Putih Untuk Ibu Hamil, Berapa Gelas Perhari? - buka
  3. 19 Cara Ampuh Mengatasi Mual dan Muntah saat Hamil - buka
  4. Minum Air Putih Untuk Ibu Hamil, Berapa Gelas Perhari?
  5. Apa Itu 3R (Reduce, Reuse, Recycle): Pengertian dan Contohnya

 

Artikel Terkait

Tidak ada artikel.

Website ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari lebih lanjut.