Logo AQUA

Tips Hidrasi Saat Mudik di tahun 2026

Tips Ramadhan | 01 Desember 2024

Bagikan:

Tips Hidrasi Saat Mudik di tahun 2026

Lebaran segera tiba! Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, mudik adalah bagian tak terpisahkan dari perayaan Idul Fitri yang selalu dinantikan setiap tahun. Selain menyiapkan kendaraan dan dokumen perjalanan, menjaga kesehatan dengan memastikan tubuh tetap terhidrasi adalah aspek penting yang tidak boleh Anda lewatkan sama sekali.​

Pasalnya, kesehatan merupakan modal utama agar perjalanan mudik berjalan lancar, aman, dan nyaman. Maka dari itu, yuk pahami lebih dalam apa itu kondisi terhidrasi, mengapa hidrasi sangat penting selama mudik terutama jika Anda juga sedang berpuasa serta apa saja tips praktis yang bisa dilakukan agar tubuh tetap bugar sampai tiba di kampung halaman.

Apa Itu Terhidrasi?

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, terhidrasi adalah kondisi ketika tubuh mendapatkan cairan yang cukup untuk menjalankan fungsi-fungsi vitalnya dengan optimal. Dengan kata lain, tubuh terhidrasi berarti Anda sudah memenuhi kebutuhan cairan harian sehingga tidak mengalami kekurangan cairan (dehidrasi).​

Lebih dari 70% komposisi tubuh manusia tersusun dari air yang berperan penting dalam mengatur suhu tubuh, membantu sirkulasi darah, hingga mendukung fungsi otak dan pencernaan. Karena itu, menjaga cairan tubuh tetap seimbang adalah hal yang seharusnya Anda perhatikan setiap hari bukan hanya menjelang mudik saja.

Kebutuhan hidrasi setiap orang bisa berbeda-beda, tergantung usia, berat badan, aktivitas fisik, kondisi lingkungan, hingga status kesehatan. Namun secara umum, banyak pakar kesehatan menyarankan asupan cairan sekitar 6-8 gelas per hari atau sekitar 2 liter untuk orang dewasa, yang dapat disesuaikan lagi jika Anda banyak berkeringat, sering beraktivitas di luar ruangan, atau sedang dalam perjalanan jauh seperti mudik.

Dampak Kekurangan Hidrasi Bagi Tubuh

Kurangnya asupan cairan membuat tubuh sulit menjaga keseimbangan fungsi organ, sehingga bisa memengaruhi energi, suasana hati, hingga konsentrasi. Dilansir dari Healthline, dehidrasi ringan hingga sedang dapat mengganggu fungsi otak dan menurunkan kemampuan fokus, sementara dehidrasi yang lebih berat bisa memicu masalah kesehatan yang lebih serius.​

Sejumlah masalah kesehatan yang dapat muncul akibat tubuh kekurangan hidrasi antara lain:

  • Sembelit dan gangguan pencernaan.
  • Infeksi saluran kemih dan peningkatan risiko batu ginjal.
  • Turgor kulit melambat, kulit terasa kering, dan mukosa tubuh (seperti bibir dan mulut) ikut mengering.
  • Dada terasa berdebar karena jantung harus bekerja lebih keras memompa darah.
  • Gangguan kognitif seperti perubahan mood, mudah marah, dan sulit berkonsentrasi.

Dalam konteks mudik, kombinasi perjalanan panjang, cuaca panas, stres di jalan, dan pola makan yang berubah bisa membuat risiko dehidrasi semakin tinggi jika Anda tidak disiplin minum.​

Pentingnya Terhidrasi Selama Mudik

Saat membahas persiapan mudik, urusan cairan tubuh sering kali kalah prioritas dibanding urusan tiket, kendaraan, atau bekal makanan. Padahal, kondisi tubuh yang tidak terhidrasi dengan baik dapat mempengaruhi keselamatan selama perjalanan.

Ketika dehidrasi, beberapa hal berikut dapat terjadi dan mengganggu kelancaran mudik Anda:

  • Perasaan mudah cemas, gelisah, dan tegang.
  • Konsentrasi menurun sehingga respons terhadap kondisi jalan menjadi lebih lambat.
  • Penurunan daya ingat visual dan kewaspadaan saat mengemudi.
  • Tubuh mudah lelah, lesu, dan mengantuk.
  • Sakit kepala atau pusing yang mengganggu kenyamanan.
  • Penurunan kelayakan mengemudi dengan aman karena fokus menurun.

Pada perjalanan jauh, tubuh Anda bekerja lebih keras untuk menahan lapar, kantuk, dan stres di jalan. Jika ditambah kekurangan cairan, risiko kelelahan dan kecelakaan dapat meningkat, terutama bagi Anda yang mengemudi sendiri atau membawa keluarga.​

Tanda Dehidrasi yang Perlu Diwaspadai 

Agar bisa bertindak cepat, penting bagi Anda untuk mengenali tanda-tanda awal dehidrasi. Beberapa gejala yang umum muncul antara lain:​

  • Mulut dan bibir terasa kering.
  • Rasa haus yang kuat dan muncul berulang.
  • Urine berwarna kuning pekat dan frekuensi buang air kecil berkurang.
  • Kepala terasa ringan atau pusing saat berdiri.
  • Tubuh lemas dan kurang berenergi.

Jika dehidrasi semakin berat, gejalanya dapat memburuk menjadi jantung berdebar, napas cepat, kebingungan, hingga pingsan. Jika kondisi ini terjadi saat di perjalanan, segeralah berhenti di rest area dan dapatkan bantuan medis bila diperlukan.

Tips Hidrasi Saat Mudik

Agar tubuh tetap terhidrasi selama mudik, Anda bisa mengikuti panduan sederhana berikut dan menyesuaikannya dengan lama perjalanan serta kondisi tubuh.

Sebelum Berangkat

  • Minum air putih 1-2 gelas sekitar 30-60 menit sebelum berangkat untuk mengisi cadangan cairan tubuh tanpa membuat perut terlalu penuh.​
  • Hindari minuman berkafein tinggi (kopi kental, teh pekat, minuman energi) tepat sebelum berangkat, karena dapat meningkatkan pengeluaran urin dan memicu dehidrasi.​
  • Jika Anda berpuasa, maksimalkan waktu sahur dengan minum air putih secara bertahap sambil mengonsumsi makanan tinggi serat dan air seperti buah dan sayur.​

Saat di Perjalanan

  • Usahakan minum sedikit-sedikit tetapi sering, misalnya beberapa teguk setiap 30-60 menit, daripada langsung banyak dalam satu waktu.
  • Manfaatkan setiap kesempatan berhenti di rest area untuk minum, ke toilet, dan melakukan peregangan agar sirkulasi darah tetap lancar.​
  • Jika cuaca sangat panas atau Anda berkeringat banyak (misalnya saat mudik naik motor), pertimbangkan minuman dengan elektrolit selain air mineral untuk membantu menggantikan garam dan mineral yang hilang.​

Saat Mudik Sambil Puasa

Bagi Anda yang mudik sambil berpuasa, pola minum bisa dibagi antara waktu berbuka hingga sahur. Beberapa panduan praktis yang sering dianjurkan adalah tetap memenuhi sekitar 6-8 gelas air selama rentang waktu tersebut, misalnya dengan pola:​

  • 2 gelas saat berbuka hingga setelah salat Magrib.
  • 2-3 gelas di malam hari hingga menjelang tidur.
  • 2-3 gelas saat sahur, diminum bertahap agar tidak terasa begah.

Sesuaikan jumlahnya dengan kondisi tubuh Anda, dan hindari minuman yang terlalu manis karena justru dapat membuat cepat haus.​

Minuman dan Makanan untuk Menjaga Hidrasi

Tidak semua minuman memiliki efek yang sama terhadap hidrasi tubuh. Ada beberapa pilihan yang membantu menjaga cairan tubuh, ada pula yang justru memicu dehidrasi jika dikonsumsi berlebihan.​

Minuman dan Makanan yang Dianjurkan

  • Air mineral: Pilihan utama dan terbaik untuk menjaga hidrasi karena bebas kalori dan tidak mengandung gula tambahan.​
  • Buah-buahan tinggi air seperti semangka, melon, jeruk, pepaya, dan mentimun yang dapat membantu menambah asupan cairan sekaligus vitamin dan mineral.​
  • Sup atau sayur berkuah bening yang dikonsumsi saat berbuka atau sahur membantu memenuhi cairan sekaligus kebutuhan gizi lainnya.​

Minuman yang Perlu Dibatasi

  • Minuman berkafein (kopi, teh pekat, soda berkafein) dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan produksi urine dan mempercepat kehilangan cairan.​
  • Minuman tinggi gula (minuman bersoda manis, sirup kental, minuman kemasan bergula tinggi) dapat membuat gula darah naik-turun dan memicu rasa haus berulang.​
  • Minuman berenergi tertentu juga sering mengandung kafein dan gula tinggi, sehingga tetap perlu dikonsumsi secara bijak.​

Fokus utama tetaplah pada air mineral berkualitas sebagai sumber hidrasi harian, kemudian boleh dilengkapi dengan buah dan makanan berkuah sebagai pendukung.

Tips Hidrasi untuk Anak, Lansia, dan Ibu Hamil Saat Mudik

Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil membutuhkan perhatian ekstra terkait hidrasi selama perjalanan jauh.​

  • Anak-anak cenderung mudah lupa minum karena asyik bermain atau tertidur, sehingga orang tua perlu aktif mengingatkan dan menawarkan minum secara teratur.​
  • Lansia dapat mengalami penurunan rasa haus sehingga tidak menyadari ketika tubuhnya kekurangan cairan, sehingga jadwal minum teratur sangat membantu mencegah dehidrasi.​
  • Ibu hamil biasanya membutuhkan cairan lebih banyak karena volume darah dan kebutuhan tubuhnya meningkat, sehingga penting untuk membawa stok air mineral yang cukup dan memilih kursi yang nyaman agar mudah mengakses minuman.​

Perhatikan pula tanda-tanda dehidrasi seperti mulut kering, kelelahan berlebihan, atau pusing pada kelompok rentan ini, dan segera hentikan perjalanan sejenak jika diperlukan.​

Demikian penjelasan mengenai pentingnya menjaga hidrasi selama perjalanan mudik, mulai dari memahami apa itu terhidrasi, dampak kekurangan cairan, hingga tips praktis minum dan pilihan bekal sehat. Kuncinya, jangan menunggu sampai haus untuk minum, dan jangan biarkan pikiran kosong serta tubuh kelelahan sepanjang perjalanan tetap jaga fokus Anda dengan minum #AQUADULU dalam jumlah cukup.

Air mineral berkualitas seperti AQUA tidak hanya membantu menjaga cairan tubuh tetap seimbang, tetapi juga mendukung fungsi organ penting seperti otak, jantung, dan ginjal, sehingga Anda bisa tetap segar dan siap merayakan hari raya bersama keluarga tercinta. Pada akhirnya, persiapan mudik yang baik bukan hanya soal rute dan barang bawaan, tetapi juga bagaimana Anda menjaga kesehatan tubuh melalui hidrasi yang cukup dan pilihan konsumsi yang lebih bijak.

Selamat mempersiapkan mudik, semoga perjalanan Anda berjalan lancar dan sampai ke kampung halaman dengan selamat. Sampai jumpa!



Artikel Terkait

Tidak ada artikel.

Website ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari lebih lanjut .