Mengenal Stretching: Jenis-Jenis dan Manfaatnya bagi Tubuh

Hidup Aktif | 26 April 2022

Bagikan:

Mengenal Stretching: Jenis-Jenis dan Manfaatnya bagi Tubuh

Selama ini, kita mungkin tahu bahwa stretching adalah kegiatan peregangan otot yang umumnya dilakukan sebagai gerakan pemanasan maupun pendinginan saat berolahraga. Sekilas, stretching adalah suatu hal sederhana yang tampaknya hanya dibutuhkan oleh orang-orang tertentu seperti atlet dan binaragawan.

Padahal faktanya, setiap orang perlu melakukan gerakan stretching untuk mempertahankan mobilitas sekaligus kemandirian tubuh. Dapat dikatakan, stretching adalah olahraga ringan yang bisa Anda lakukan demi melestarikan budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Kali ini, AQUA akan membahas beberapa jenis gerakan stretching lengkap hingga aneka manfaat yang Anda peroleh bila melakukannya secara rutin. Yuk simak sampai habis!

Jenis-Jenis Gerakan Stretching

Jarang disadari, sebenarnya gerakan stretching adalah gerakan yang banyak dijumpai di berbagai program kebugaran tubuh. Adapun beberapa jenis stretching adalah sebagai berikut:

1. Stretching statis

Pertama, ada stretching statis yang biasanya dilakukan sekitar 10 hingga 30 detik lamanya. Posisinya sendiri cukup menantang tetapi nyaman dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Dapat dikatakan, stretching statis merupakan gerakan peregangan dasar paling umum yang banyak ditemukan dalam latihan kebugaran.

Sementara itu dilihat dari manfaatnya, tujuan utama dari stretching statis adalah untuk meningkatkan fleksibilitas tubuh secara keseluruhan sekaligus memperbaiki rentang gerak dalam gerakan fungsional seperti olahraga dan aktivitas sehari-hari.

2. Stretching dinamis

Sesuai namanya, stretching dinamis adalah jenis peregangan, dimana gerakannya mengharuskan Anda untuk melalui berbagai tantangan, namun nyaman untuk dilakukan hingga berulang kali dan biasanya berlangsung hingga 10-12 kali. Walau termasuk dinamis, jenis stretching ini memerlukan koordinasi yang jauh lebih tinggi daripada peregangan statis.

Pada praktiknya, stretching dinamis sangat digemari oleh para atlet, instruktur, pelatih dan terapis fisik lantaran berbagai manfaatnya yang berfokus pada peningkatan rentang fungsional gerak dan mobilitas, baik dalam olahraga maupun kehidupan sehari-hari.

3. Stretching pasif

Berbeda dengan 2 macam stretching sebelumnya, jenis yang satu ini dilakukan dengan semacam bantuan untuk membantu Anda mencapai peregangan secara maksimal. Nah maksud dari bantuan tersebut dapat meliputi berat tubuh, gravitasi, tali, orang lain, atau bahkan perangkat peregangan khusus.

Stretching pasif akan membantu Anda untuk mengendurkan otot dengan bergantung pada kekuatan eksternal. Mengingat stretching pasif menggunakan bantuan eksternal, maka pastikan untuk selalu berhati-hati demi menghindari risiko cedera.

4. Stretching aktif

Berkebalikan dengan peregangan pasif, stretching aktif tidak memerlukan bantuan eksternal namun akan melibatkan kontraksi otot yang berlawanan dengan otot yang Anda regangkan. Itu artinya, otot lain akan mempengaruhi pengenduran otot yang Anda regangkan.

Perlu diingat, stretching aktif bisa jadi sangat menantang mengingat kekuatan otot Anda sangat dibutuhkan untuk dapat menghasilkan peregangan. Meski demikian, risiko stretching aktif cukup rendah karena Anda hanya mengandalkan kekuatan internal. Bisa jadi salah satu gerakan pendinginan yang dapat Anda coba selanjutnya!

Baca juga: 6 Gerakan Pendinginan Setelah Berolahraga Tuk Cegah Cedera

5. Stretching isometrik

Dalam stretching isometrik, Anda akan menolak peregangan dengan cara menarik otot ke posisinya. Meski demikian, stretching isometrik merupakan metode peregangan paling aman dan efektif untuk memperkuat tendon, meningkatkan jangkauan sendi gerak, serta ligamen dengan tetap mempertahankan fleksibilitas mereka.

6. Proprioceptive Neuromuscular Facilitation (PNF)

Terakhir ada Proprioceptive Neuromuscular Facilitation (PNF) yang menggabungkan gerakan stretching isometrik, statis, sekaligus pasif untuk mendorong tingkat fleksibilitas yang lebih tinggi. PNF merupakan bentuk lanjutan dari latihan fleksibilitas yang dapat membantu seseorang dalam meningkatkan kekuatan.

Untuk melakukannya, Anda perlu meregangkan melakukan kontraksi secara isometrik melawan hambatan dengan posisi berbaring, otot pasif, dan melakukan stretching pasif melalui peningkatan jangkauan yang dihasilkan dari gerakan. 

Manfaat Gerakan Stretching

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, tujuan utama stretching adalah menjaga kebugaran tubuh sekaligus meningkatkan fleksibilitas. Secara lebih spesifik lagi, beberapa manfaat stretching adalah [1]:

1. Meningkatkan fleksibilitas

Melakukan peregangan secara teratur dapat membantu meningkatkan fleksibilitas tubuh, terutama jika Anda menjalani sedentary lifestyle yang tidak banyak bergerak. Perlu diketahui, fleksibilitas secara alami akan menurun sebagai bagian dari proses penuaan, namun peregangan dapat membantu memperlambat proses tersebut.

2. Melancarkan sirkulasi peredaran darah

Selama peregangan berlangsung, pembuluh darah Anda akan berelaksasi sehingga dapat meningkatkan jumlah darah yang dipompa jantung. Sebuah studi menunjukkan bahwa salah satu manfaat stretching adalah meningkatkan kesehatan peredaran darah, termasuk fungsi pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah [2].

3. Meningkatkan performa olahraga

Mampu mencapai rentang gerak penuh melalui semua sendi dapat membantu Anda untuk meningkatkan performa olahraga. Bahkan secara lebih spesifik, stretching statis dan dinamis kemungkinan besar bisa meningkatkan jangkauan gerak Anda.

4. Meredakan stres

Secara khusus, stretching statis dapat membantu mengaktifkan sistem saraf parasimpatis Anda. Dalam jangka panjang, hal ini mampu meringankan efek psikologis seperti stres. Alhasil, Anda pun dapat mengelola stres lebih baik serta merasakan perasaan tenang dan rileks. 

Baca juga: 7 Cara Menghilangkan Stres Agar Lebih Tenang dan Bahagia

5. Memperbaiki postur tubuh

Ketegangan dan ketegangan otot dapat mempengaruhi postur tubuh secara negatif dengan menarik tulang belakang ke posisi yang dapat memberi tekanan pada punggung, leher, dan otot inti Anda. Sebuah riset menemukan bila dikombinasikan dengan latihan penguatan inti, manfaat stretching adalah memperbaiki postur dan keselarasan tubuh yang buruk [3].

Demikian pembahasan seputar jenis-jenis dan manfaat gerakan stretching. Mengingat latihannya terbilang ringan, mudah dilakukan, dan tidak membutuhkan banyak waktu, apakah Anda tertarik untuk mencobanya? Bila memang tertarik menambahkan gerakan baru, tak ada salahnya untuk menambahkannya dalam rutinitas olahraga Anda.

Nah saat berolahraga, selain fokus pada stretching dan latihan inti, ada baiknya juga untuk memperhatikan tentang berapa banyak hilangnya cairan tubuh dengan minum #AQUADULU. Pastikan untuk memilih air mineral berkualitas seperti AQUA yang sudah terpercaya kemurniannya selama lebih dari 48 tahun. Salam sehat!

Referensi:

  1. The Benefits of Stretching and Why It Feels Good - Buka
  2. Cardiovascular Responses to Skeletal Muscle Stretching: "Stretching" the Truth or a New Exercise Paradigm for Cardiovascular Medicine? - Buka
  3. Effect of an exercise program for posture correction on musculoskeletal pain - Buka

Artikel Terkait

Tidak ada artikel.

Website ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari lebih lanjut.