Hidup Sehat

Takaran Kebutuhan Air Minum Anak yang Tepat

By Hidup Sehat | December 20, 2019 No Comments

Minum air dalam jumlah cukup sesuai dengan kebutuhan tubuh memang sangat diperlukan. Tidak hanya untuk orang dewasa, tapi juga untuk anak-anak. Bahkan, kebutuhan air minum anak patut diperhatikan oleh orang tua agar tercukupi.

Air merupakan komponen utama di dalam tubuh manusia. Bahkan di dalam tubuh anak, proporsi air lebih besar dibanding orang dewasa. Rata-rata 60% dari berat badan orang dewasa terdiri dari air [1] sedangkan pada bayi dalam enam bulan pertama, 75% dari massa tubuhnya terdiri dari air. Jumlah itu kemudian berkurang dengan cepat antara umur 6 bulan dan 2 tahun, hingga akhirnya komposisinya sama dengan orang dewasa ketika anak mencapai usia pubertas [2]

Karena itulah, kebutuhan air minum anak patut menjadi perhatian besar bagi para orang tua. Pasalnya, beberapa anak cenderung mengalami dehidrasi. Karena, ia belum menyadari sendiri tentang perlunya minum air apalagi dalam takaran yang dibutuhkan oleh tubuhnya. 

 

Menurut data dari NHANES, asupan air harian rata-rata pada anak-anak dan remaja antara usia 4-19 tahun lebih rendah dari takaran yang memadai. Selain itu, studi DONALD juga menunjukkan bahwa 49% anak laki-laki dan 29% anak perempuan antara usia 4-11 tahun tidak cukup terhidrasi [4]

Kondisi tersebut tidak dapat dibiarkan karena dehidrasi akan berpengaruh buruk bagi kondisi fisik dan mental anak. Yuk, jadi orang tua yang sadar akan memenuhi kebutuhan air minum bagi si kecil!

 

Jumlah yang Dibutuhkan

Asupan air minum dalam jumlah yang tepat akan membantu anak dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Namun, untuk menentukan takarannya tidak mudah. Kebutuhan air minum pada anak berbeda-beda tergantung dari usia, jenis kelamin, massa otot, dan lemak tubuh [5].

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberi rekomendasi khusus terhadap asupan cairan anak. Disebutkan bahwa bayi usia 0- 6 bulan memerlukan cairan sebanyak 700 ml/hari. Sedangkan bayi 7-12 bulan membutuhkan 800 ml/hari (5).

 

Sementara itu, anak usia 1-3 tahun wajib mendapat cairan sebanyak 1.300 ml/hari. Jumlah itu terus meningkat seiring umur seperti anak 4-8 tahun dengan kebutuhan 1.700 ml/hari (5).

Faktor jenis kelamin akan berpengaruh ketika anak bertambah dewasa. Anak laki-laki usia 9-13 tahun memerlukan 2.400 ml/hari. Namun, anak perempuan pada usia yang sama hanya membutuhkan 2.100 ml/hari (5)

 

Sumber Cairan

Cairan yang diperlukan anak bisa berasal dari berbagai sumber. IDAI menyebutkan asupannya bisa berasal dari makanan maupun minuman. Namun, air putih menempati porsi terbesar. Ini yang membuat kebutuhan air minum anak mesti mendapat perhatian khusus.

European Food Safety Authority merekomendasikan sebanyak 70-80% cairan anak berasal dari minuman. Baru antara 20-30% sisanya dari makanan. Adapun sumber air terbaik yang disarankan oleh British Nutrition Foundation adalah air putih, karena air putih bebas dari kalori dan gula yang berpotensi mengganggu kesehatan (6)

Namun, selain dari air putih, anak dapat memperoleh cairan dari susu dan jus buah. Di dalam dua jenis minuman tersebut terdapat sejumlah vitamin dan mineral yang diperlukan oleh tubuh (6).

Untuk itu, agar kebutuhan air minum anak tercukupi, IDAI merekomendasikan dua hal. Pertama adalah orang tua memastikan anak mendapatkan cairan yang cukup sesuai kebutuhannya. Dalam hal ini, faktor usia dan jenis kelamin juga wajib diperhatikan (5)

Lalu yang kedua, cairan tambahan bisa diberikan dalam kondisi khusus seperti saat berolahraga, cuaca panas atau dingin, serta ketika sedang bepergian (5). Tambahan asupan cairan berguna untuk mencukupi kebutuhan air minum anak yang lebih besar.

Meski nampak sama, tapi tak semua air mineral sama. Memenuhi kebutuhan hidrasi dengan air mineral berkualitas tak kalah penting untuk diperhatikan orang tua saat memenuhi kebutuhan air anak dan keluarga. Seperti AQUA air mineral yang telah lebih dari 45 tahun murni langsung dari sumber air pegunungan di Indonesia. Kesegarannya tetap terjaga di setiap tetes kemurniannya yang telah melewati lebih dari 400 cek kualitas. Memilih air mineral berkualitas berarti memberikan kebaikan alam dan kebaikan hidup untuk keluarga anda. 

 

Sudah memberikan AQUA untuk keluarga? 

 

Referensi:

  1. Watson PE, Watson ID, Batt RD (1980). Total body water volumes for adult males and females estimated from simple anthropometric measurements. Am J Clin Nutr 33:27-39.
  2. Altman PL (1961). Blood and other body fluids. FASEB : Washington, DC.
  3. Kant AK, Graubard BI (2010). Contributors of water intake in US children and adolescents: associations with dietary and meal characteristics-National Health and Nutrition Examination Survey 2005-2006. Am J Clin Nutr 92: 887-896.
  4. Stahl A, Kroke A, Bolzenius K, Manz F (2007). Relation between hydration status in children and their dietary profile – results from the DONALD study. Eur J Clin Nutr 61: 1386-1392.
  5. http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/kebutuhan-air-pada-anak
  6. https://www.nutrition.org.uk/healthyliving/hydration/hydration-for-children.html