Ada tujuh mineral utama yang biasa ditemukan dalam air mineral: magnesium, kalsium, natrium, selenium, kalium, silika, dan zink. Ketujuhnya bekerja diam-diam setiap hari, menjaga tulang tetap kuat, cairan tubuh tetap seimbang, dan daya tahan tubuh tetap siap.
Masalahnya, tidak semua air minum membawa mineral dalam jumlah yang berarti. Itu sebabnya air yang Anda minum sehari-hari layak dipilih dengan sedikit lebih teliti, dan sebaiknya berupa air mineral berkualitas. Artikel ini menelusuri peran masing-masing mineral tersebut, lalu menutupnya dengan satu pertanyaan yang sering muncul: sebenarnya apa bedanya air mineral dengan air putih biasa?
Poin Penting:
Air mineral alami mengandung tujuh mineral utama: magnesium, kalsium, natrium, selenium, kalium, silika, dan zink.
Kalsium dalam air mineral dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan kalsium harian, terutama bagi lansia dan penderita intoleransi laktosa.
Air mineral kemasan bersumber dari akuifer dalam yang tersaring alami sehingga mineralnya terjaga tanpa zat tambahan.
Air rebusan tetap aman diminum selama sumber airnya bersih; perebusan membunuh kuman tetapi tidak menghilangkan cemaran kimia tertentu.
Kandungan Air Mineral dan Manfaatnya Bagi Tubuh
Komposisi air mineral berkualitas membawa beragam mineral alami yang memang dibutuhkan tubuh.
Berikut peran masing-masing:
1. Magnesium
Magnesium termasuk jenis mineral esensial yang ada di dalam air mineral. Perannya luas: membantu pencernaan protein, menjaga kesehatan otot, sekaligus ikut mengatur tekanan darah, kadar glukosa darah, dan fungsi saraf. Magnesium yang tercukupi juga menopang metabolisme energi. Efeknya terasa sederhana saja, yaitu tubuh tidak gampang lemas saat beraktivitas.
2. Kalsium
Air mineral berkualitas juga membawa kalsium, mineral yang menjaga tulang dan gigi tetap sehat. Air mineral yang kaya kalsium bahkan bisa menutup sebagian kebutuhan kalsium harian Anda. Bagi kelompok tertentu, seperti lansia, penderita intoleransi laktosa, atau seseorang dengan gangguan makan, tambahan kalsium dari air minum bukan hal sepele.
3. Natrium
Natrium adalah kandungan penting berikutnya. Mineral ini menjaga homeostasis, yaitu keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. Sederhananya, natrium membantu tubuh mempertahankan kadar cairan yang pas, sehingga otot, saraf, dan organ lain bisa bekerja optimal. Catatannya satu: asupan natrium harian tetap perlu dijaga agar tidak berlebihan.
Baca juga: Perbedaan Air Mineral vs Air Rebusan, Mana yang Lebih Sehat?
4. Selenium
Selenium bekerja sebagai antioksidan, melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Asupan selenium yang tercukupi, salah satunya lewat rutin minum air mineral, ikut menopang daya tahan tubuh. Mineral ini juga mendukung fungsi hormon tiroid dan membantu menjaga kesehatan jantung secara menyeluruh.
5. Kalium
Kalium, atau potasium, adalah elektrolit yang menopang kerja saraf dan kontraksi otot, termasuk otot jantung. Mineral ini membantu menurunkan risiko tekanan darah tinggi, mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah, serta menjaga kesehatan tulang dalam jangka panjang. Bersama natrium, kalium mengatur keseimbangan cairan di dalam dan di luar sel.
Baca juga: Berapa Lama Air Minum Dicerna di Lambung? Ini Faktanya
6. Silika
Silika mungkin terdengar asing, tetapi perannya nyata. Mineral ini mendukung pembentukan kolagen, protein yang menjaga kesehatan dan elastisitas kulit. Kolagen yang tercukupi juga membuat rambut dan kuku lebih kuat, tidak mudah rontok atau rapuh. Jumlah yang dibutuhkan tubuh memang kecil, tetapi kontribusinya bagi jaringan tubuh tetap terasa.
7. Zink
Zink terlibat dalam banyak proses metabolisme sel, termasuk membantu enzim bekerja sebagaimana mestinya. Mineral ini juga menopang sistem kekebalan tubuh melawan infeksi, serta berperan dalam sintesis DNA dan pembelahan sel.
Ada satu hal yang membuat zink berbeda: tubuh tidak punya sistem penyimpanan khusus untuk mineral ini. Artinya asupannya harus dipenuhi setiap hari. Salah satu caranya dengan minum air mineral kurang lebih 2 liter per hari, agar kadar zink tetap normal dan manfaatnya optimal.
Baca juga: Apa itu Air Minum Murni? Cek Kriteria yang Layak Dikonsumsi
Perbedaan Air Mineral dan Air Putih Biasa
Dituang ke gelas, keduanya terlihat sama persis. Perbedaannya justru ada pada hal yang tidak terlihat: sumber air, proses pengolahan, dan kandungan mineralnya.
Air mineral kemasan diambil dari sumber air tanah dalam, yaitu akuifer tertekan di pegunungan. Air itu tersaring secara alami sambil menembus lapisan bebatuan selama puluhan hingga ratusan tahun. Dari interaksi panjang antara air dan batuan itulah mineral alami seperti magnesium, kalsium, dan natrium terbentuk. Saat diproduksi, tidak ada zat apa pun yang ditambahkan lagi, dan airnya bisa langsung diminum karena sudah mengantongi izin edar BPOM serta memenuhi standar SNI.
Air putih biasa jalannya lain. Sumbernya umumnya air tanah dangkal atau akuifer bebas, seperti sungai, danau, atau sumur. Sumber semacam ini lebih terbuka terhadap pencemaran dari aktivitas manusia, sehingga perlu pengolahan tambahan sebelum diminum, misalnya direbus sampai mendidih untuk membunuh bakteri.
Di sini ada satu hal yang sering luput. Merebus air memang efektif membunuh mikroorganisme, tetapi tidak menghilangkan cemaran kimia tertentu yang mungkin ikut terlarut. Jadi air rebusan tetap aman diminum selama sumbernya bersih dan terlindung dari pencemaran. Kalau kualitas sumber airnya tidak bisa dipastikan, lebih bijak memilih air minum yang keamanannya sudah terjamin. Air olahan seperti ini juga biasanya perlu diperkaya mineral tambahan, sebab kandungan mineral alaminya terbatas.
Baca juga: Perbedaan Air RO dan Mineral: Kandungan & Manfaatnya
FAQ
Apa saja kandungan air mineral alami?
Air mineral alami umumnya membawa tujuh mineral penting: magnesium, kalsium, natrium, selenium, kalium, silika, dan zink. Kandungan ini terbentuk sendiri saat air melewati lapisan bebatuan pegunungan dalam waktu lama. Masing-masing punya tugas berbeda, mulai dari menjaga kesehatan tulang sampai menopang daya tahan tubuh.
Apakah air rebusan aman untuk diminum?
Aman, selama sumber airnya bersih dan terlindung dari pencemaran. Merebus air sampai mendidih efektif membunuh bakteri dan mikroorganisme berbahaya. Yang perlu diingat, perebusan tidak menghilangkan cemaran kimia tertentu. Kalau kualitas sumber air tidak terjamin, gunakan air minum kemasan yang sudah memenuhi izin edar BPOM dan standar SNI.
Berapa banyak air mineral yang perlu diminum setiap hari?
Untuk orang dewasa, anjuran umumnya sekitar 2 liter atau 8 gelas per hari. Angka ini bisa bergeser tergantung usia, aktivitas fisik, kondisi kesehatan, dan cuaca. Selain memenuhi kebutuhan cairan, kebiasaan ini sekaligus memasok mineral alami seperti kalsium, magnesium, dan zink yang menunjang kerja tubuh.
Baca juga: Tips Menentukan Pilihan Air Minum, Jangan Sampai Salah!
Itulah tujuh kandungan air mineral beserta manfaatnya bagi tubuh. Untuk membantu memenuhi kebutuhan mineral harian, pastikan Anda memilih air mineral berkualitas seperti AQUA yang berasal dari sumber air pegunungan terpilih, mengandung mineral alami tanpa tambahan zat apa pun, serta telah memenuhi izin edar BPOM, standar SNI, dan bersertifikat Halal.
AQUA tersedia dalam berbagai kemasan, salah satunya AQUA Botol 600 ml yang praktis dibawa saat beraktivitas di luar rumah. Jadi, penuhi kebutuhan hidrasi harian Anda dengan #AQUADULU!
Tubuh yang terhidrasi baik membuat pikiran lebih jernih dan bawaan lebih adem. Semangat itulah yang dipegang Kaum Adem setiap hari, dan semuanya bisa dimulai dari galon di rumah Anda. Sambil sedia AQUA galon, cek kode unik di balik tutupnya. Kode itu bisa ditukar dengan hadiah lewat promo AQUA 100% Untung.
Artikel ini bersifat informatif dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter atau tenaga medis profesional.
Referensi:
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia: https://www.kemkes.go.id
- World Health Organization: https://www.who.int

