Logo AQUA

Cara Membuat Tape Singkong di Rumah, Mudah dan Anti Gagal!

Hidup Sehat | 25 November 2024

Bagikan:

Cara Membuat Tape Singkong di Rumah, Mudah dan Anti Gagal!

Siapa yang tidak kenal tape singkong? Makanan tradisional Indonesia yang satu ini memiliki cita rasa manis dan sedikit asam yang khas, membuatnya disukai banyak orang dari berbagai kalangan. Tidak perlu keahlian khusus, Anda bisa membuat tape singkong sendiri di rumah. Cara membuat tape singkong sendiri terbilang mudah. Alat dan bahan yang diperlukan pun tidak banyak.

Perlu diketahui, tape singkong merupakan salah satu makanan tradisional di Indonesia yang memiliki manfaat kesehatan, seperti bisa menjaga daya tahan tubuh. Bagi Anda yang ingin membuat tape sendiri di rumah, yuk simak dulu artikel ini sampai akhir.

Cara Memilih Singkong yang Tepat untuk Tape

Sebelum masuk ke resep, penting untuk tahu cara memilih singkong yang tepat. Kualitas singkong sangat menentukan hasil akhir tape Anda. Berikut beberapa tips memilih singkong yang baik:

  • Pilih singkong yang masih segar. Singkong segar memiliki tekstur yang lebih padat dan tidak berjamur.
  • Perhatikan warna dagingnya. Singkong berkualitas tinggi akan memiliki warna merah muda keunguan ketika Anda mengupas sedikit kulitnya. Warna ini menandakan kandungan pati yang baik untuk proses fermentasi.
  • Hindari singkong yang terlalu tua. Singkong yang terlalu tua cenderung keras dan sulit matang merata, sehingga hasil tape kurang optimal.
  • Pilih ukuran yang seragam. Memotong singkong dalam ukuran yang sama akan membantu proses pengukusan berlangsung merata.

Resep Tape Singkong

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, alat dan bahan yang perlu Anda siapkan untuk membuat tape singkong tidak banyak. Berikut merupakan alat dan bahan untuk membuat tape singkong:

Bahan-bahan:

  • Singkong 2 kg
  • Ragi tape 2 keping

Alat yang dibutuhkan:

  • Panci untuk mengukus
  • Wadah bertutup rapat untuk tempat fermentasi
  • Sarung tangan bersih atau penjepit makanan
  • Daun pisang (opsional, sebagai alas dan pembungkus)

Apabila perlu, Anda juga bisa menyiapkan daun pisang sebagai pembungkus singkongnya sebelum dimasukkan ke dalam wadah untuk difermentasi. Daun pisang tidak hanya berfungsi sebagai pembungkus, tetapi juga membantu menjaga kelembapan selama proses fermentasi berlangsung.

Cara Membuat Tape Singkong

Ada beberapa cara membuat tape singkong yang perlu Anda ikuti untuk mendapatkan hasil tape yang enak. Berikut merupakan cara-cara membuat tape singkong homemade yang perlu Anda ikuti.

  1. Cara membuat tape singkong dimulai dengan mengupasnya sampai bersih. Jangan lupa juga untuk mengeruk lapisan tipis kulit ari yang berada tepat di bawah kulit singkong. Lapisan ini jika tidak dihilangkan bisa menyebabkan ragi tidak menempel dengan sempurna ke singkong.
  2. Setelah itu, potong singkong sesuai selera dengan ukuran yang seragam, lalu cuci dengan menggunakan air mengalir hingga bersih dan tidak licin.
  3. Kukus singkong tersebut selama kurang lebih 20-25 menit. Untuk mengeceknya, Anda bisa menggunakan garpu atau tusuk lidi. Jika garpu yang Anda tusukkan ke singkong bisa dicabut dengan mudah, maka singkong tersebut sudah matang. Pastikan singkong matang tapi jangan sampai terlalu lembek.
  4. Angkat singkong dan pindahkan ke nampan atau wadah lebar. Biarkan hingga benar-benar dingin pada suhu ruangan sebelum dilanjutkan ke tahap berikutnya. Ini adalah langkah penting yang tidak boleh dilewati. Singkong yang masih hangat akan mematikan ragi sehingga proses fermentasi tidak bisa berjalan dengan baik.
  5. Sembari menunggu singkong dingin, gerus 2 keping ragi yang sudah disiapkan sampai halus menjadi seperti bubuk.
  6. Gunakan sarung tangan bersih atau penjepit makanan saat memindahkan singkong ke dalam wadah fermentasi. Hindari menyentuh singkong langsung dengan tangan untuk mencegah kontaminasi yang bisa menggagalkan proses fermentasi.
  7. Taruh singkong di dalam wadah kemudian taburi dengan ragi secara merata ke seluruh permukaan singkong. Jika menggunakan daun pisang, maka Anda bisa menggunakan daun pisang tersebut sebagai alas di dalam wadah, sekaligus untuk menutup bagian atas singkong sebelum ditutup.
  8. Tutup wadah tersebut dengan rapat kemudian simpan di tempat yang hangat, seperti di dalam lemari. Biarkan selama 2-3 hari dan jangan dibuka agar proses fermentasi bisa berjalan dengan lancar.
  9. Setelah 2-3 hari, periksa tape tersebut. Jika wadah terdapat banyak uap air dan tekstur tape berubah menjadi lembek, maka fermentasi yang dilakukan telah berhasil.
  10. Cara membuat tape singkong yang terakhir adalah mencicipi tape tersebut. Jika dirasa masih kurang asam atau kurang manis, maka Anda bisa membiarkannya lebih lama lagi. Setelah tape mencapai tingkat kematangan yang diinginkan, simpan di dalam kulkas agar tidak terlalu asam.

Baca juga: 5 Resep Menu Makan Sore Sederhana Ala Rumahan, Coba Masak Yuk!

Tips Membuat Tape Singkong Anti Gagal

Agar tape singkong yang Anda buat berhasil dan hasilnya memuaskan, perhatikan beberapa tips berikut ini:

  • Kebersihan adalah kunci utama. Pastikan semua alat, wadah, dan tangan benar-benar bersih dan bebas dari minyak atau garam. Kontaminasi sekecil apapun bisa mengganggu proses fermentasi dan menyebabkan tape menjadi busuk atau terlalu asam.
  • Gunakan ragi yang masih baik. Selalu cek tanggal kedaluwarsa ragi sebelum digunakan. Ragi yang sudah lama disimpan bisa kehilangan kualitasnya sehingga proses fermentasi tidak optimal.
  • Jangan beri ragi terlalu banyak atau terlalu sedikit. Jumlah ragi yang terlalu banyak akan mempercepat proses fermentasi dan menyebabkan tape menjadi terlalu lembek. Sebaliknya, jika ragi terlalu sedikit, tape bisa terasa keras dan tidak manis.
  • Pastikan singkong benar-benar dingin sebelum ditaburi ragi. Suhu panas dapat mematikan ragi dan menyebabkan fermentasi gagal.
  • Simpan di tempat dengan suhu yang tepat. Fermentasi tape memerlukan suhu yang hangat dan stabil. Jika suhu terlalu dingin, proses fermentasi akan melambat. Namun jika terlalu panas, ragi bisa mati.
  • Tutup wadah serapat mungkin. Singkong yang telah diberi ragi harus benar-benar tertutup agar proses fermentasi berjalan maksimal dan tidak terkontaminasi udara luar.

Manfaat Tape Singkong untuk Kesehatan

Perlu diketahui, tape memiliki banyak kandungan nutrisi. Jadi, tidak ada salahnya untuk mengetahui cara membuat tape singkong sehingga dapat merasakan nutrisinya. Bagi Anda yang masih belum tahu manfaat kesehatan dari tape singkong, simak penjelasannya berikut ini.

1. Menjaga Kesehatan Pencernaan

Tape singkong memiliki kandungan probiotik yang tinggi berkat proses fermentasi yang telah dilalui makanan tersebut. Probiotik bisa membantu tubuh dalam melawan bakteri jahat yang berada di saluran pencernaan.

Selain itu, tape juga bisa mengatasi sembelit atau susah buang air besar. Kandungan air serta serat yang cukup tinggi di dalam tape bisa membuat tinja jadi lebih lembut sehingga mudah untuk dikeluarkan.

2. Mengatasi Anemia

Perlu diketahui, tape singkong bisa menjadi solusi untuk Anda yang sering mengalami anemia. Berkat proses fermentasi yang telah dilalui, kandungan vitamin B12 pada tape singkong bisa meningkat. Vitamin tersebut memiliki peran penting dalam membantu pembentukan sel darah merah sehingga makanan ini baik untuk penderita anemia.

3. Sumber Energi

Tape singkong memiliki kandungan karbohidrat yang hampir setara dengan satu porsi nasi. Karbohidrat dalam tape singkong tersebut akan diubah oleh tubuh menjadi glukosa. Kemudian, glukosa tersebut akan menjadi sumber energi bagi tubuh untuk menjalankan berbagai aktivitas.

Maka dari itu, tape singkong bisa Anda jadikan sebagai sumber energi. Perlu diingat, karena kandungan karbohidratnya yang lumayan tinggi, maka Anda perlu membatasi jumlah konsumsi makanan ini jika sedang menjalani diet sehat.

4. Menjaga Daya Tahan Tubuh

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, tape singkong dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan. Perlu diketahui, sistem pencernaan memiliki peran yang besar dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Dengan terjaganya sistem pencernaan, maka daya tahan tubuh juga dapat meningkat. Jadi, secara tidak langsung, mengonsumsi tape singkong juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh Anda.

5. Meningkatkan Kesehatan Tulang

Proses fermentasi pada tape singkong turut meningkatkan ketersediaan mineral penting seperti kalsium dan fosfor yang dibutuhkan tubuh. Kedua mineral ini berperan dalam menjaga kepadatan dan kekuatan tulang, sehingga konsumsi tape singkong secara wajar bisa turut berkontribusi pada kesehatan tulang Anda.

Baca juga: 5 Ide Resep Bekal Sekolah Anak, Sederhana tapi Lezat!

Olahan Tape Singkong yang Bisa Dicoba

Tape singkong tidak hanya bisa dimakan langsung—ada banyak olahan menarik yang bisa Anda coba dari bahan satu ini:

  • Tape singkong goreng: Balur tape singkong dengan adonan tepung terigu dan garam, lalu goreng hingga keemasan. Cocok dijadikan camilan sore hari.
  • Bolu tape singkong: Campurkan tape singkong yang telah dihaluskan ke dalam adonan bolu untuk menghasilkan kue yang lebih lembut dan harum.
  • Kolak tape singkong: Masak tape singkong bersama santan, gula merah, dan sedikit garam untuk menghasilkan kolak yang lezat dan mengenyangkan.
  • Es tape singkong: Sajikan tape singkong di atas es serut bersama sirup dan susu kental manis untuk camilan segar di hari panas.

Berapa Lama Tape Singkong Bisa Disimpan?

Setelah tape singkong matang, simpan di dalam kulkas agar proses fermentasi tidak berlanjut terlalu jauh dan tape tidak menjadi terlalu asam. Tape singkong yang disimpan di kulkas umumnya bisa bertahan selama 3-5 hari. Pastikan tetap disimpan dalam wadah tertutup rapat agar tidak menyerap aroma lain dari kulkas.

Itulah beberapa informasi mengenai cara membuat tape singkong yang perlu Anda ketahui. Ternyata, membuat tape singkong tidak sulit dilakukan, apalagi makanan ini memiliki beberpa manfaat bagi kesehatan.

Bagi Anda yang suka mengonsumsi tape singkong, jangan lupa untuk mengimbanginya dengan minum air putih agar cairan tubuh tetap terjaga Maka dari itu, Anda perlu menyiapkan #AQUADULU untuk bantu memenuhi asupan cairan tubuh. 

Untuk keluarga, Anda dapat menyediakan AQUA Galon 19 liter di rumah guna memenuhi kebutuhan harian yang lebih hemat.

AQUA terasa dingin alami karena berasal dari sumber air di 19 pegunungan terpilih di Indonesia dengan perlindungan alami. 

Selain itu, AQUA juga terbebas dari pencemaran karena sumber air yang digunakan memiliki lapisan pelindung. Perlu diketahui, AQUA sangat aman untuk dikonsumsi. Hal tersebut dibuktikan dengan sertifikat halal dan telah memenuhi standar keamanan pangan BPOM serta SNI.

Jadi tunggu apalagi? Ayo minum AQUADULU setiap hari untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh Anda. AQUA 100% Murni, 100% Indonesia, dan 100% Halal.

Baca juga: 8 Jenis Buah Tinggi Kalori untuk Menambah Berat Badan

Artikel Terkait

Tidak ada artikel.

Website ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari lebih lanjut .