Solo, atau yang dikenal juga dengan nama Surakarta, adalah kota yang kaya akan warisan budaya Jawa. Tidak hanya terkenal dengan keraton, batik, dan seni tradisionalnya, kota ini juga menyimpan kekayaan kuliner yang luar biasa.
Makanan khas daerah di Indonesia selalu memiliki cita rasa berbeda dan keunikannya masing-masing, begitu halnya dengan Solo. Kuliner khas kota ini merupakan cerminan dari perpaduan sejarah panjang, pengaruh budaya lokal, hingga sentuhan kuliner asing yang telah beradaptasi menjadi sajian otentik tersendiri.
Saat Anda berkunjung ke Solo, sayang rasanya jika tidak mencicipi makanan khas daerah yang terkenal dengan Stasiun Solo Balapannya ini. Lantas, apa saja makanan khas Solo yang wajib Anda coba? Yuk simak rekomendasinya di bawah ini!
Rekomendasi Makanan Khas Solo
Bagi Anda yang berencana mengunjungi Solo, beberapa rekomendasi makanan khas Solo berikut ini bisa menjadi referensi seru untuk berkuliner. Dari makanan berat, jajanan pasar, hingga minuman segar, semuanya ada di sini!
1. Nasi Liwet Solo
Nasi liwet menjadi referensi makanan khas Solo yang pertama dan paling ikonik. Nama hidangan ini mungkin sudah tidak asing lagi di telinga Anda, bukan?
Nasi liwet Solo memiliki ciri khas yang membedakannya dari nasi liwet daerah lain. Nasi gurih yang dimasak dengan santan ini disajikan bersama sayur labu siam (jipang), opor ayam suwir, telur pindang, dan areh yaitu santan kental yang menjadi mahkota sajian ini.
Yang membuat nasi liwet semakin nikmat adalah cara penyajiannya menggunakan daun pisang berbentuk kerucut, atau yang sering disebut dengan pincukan. Sensasi makan dengan daun pisang ini memberikan aroma alami yang makin menggugah selera.
Salah satu tempat nasi liwet paling legendaris di Solo adalah Nasi Liwet Wongso Lemu yang sudah berdiri sejak tahun 1950 dan selalu ramai dikunjungi. Saat berkunjung ke Solo, Anda juga dapat menemukan kuliner ini di berbagai sudut kota, bahkan tersedia hingga larut malam. Jadi, jangan lupa mampir, ya!
2. Timlo Solo
Timlo Solo merupakan makanan daerah Solo yang memiliki tampilan mirip dengan sup, namun berisi bahan makanan yang jauh lebih bervariasi dan kaya.
Timlo berisi daging ayam suwir, sosis goreng khas Solo, ati ampela ayam, serta telur pindang. Kuahnya bening dan gurih, berasal dari kaldu ayam yang dimasak bersama rempah pilihan. Yang unik, sosis timlo terbuat dari kulit lumpia yang dilipat dan digoreng hingga keemasan berbeda jauh dari sosis pada umumnya, dan inilah yang menjadi identitas utama hidangan ini.
Untuk pengalaman timlo yang otentik, Anda bisa mengunjungi Timlo Sastro yang sudah beroperasi sejak tahun 1952 dan menjadi salah satu destinasi kuliner wajib di Solo. Tambahkan sambal dan perasan jeruk nipis untuk cita rasa yang makin sempurna!
3. Tengkleng
Tengkleng adalah makanan daerah Solo yang wajib Anda coba saat berkunjung ke sana. Rasanya kurang lengkap apabila ke Solo tapi tidak sempat mencicipi tengkleng.
Tampilan tengkleng hampir mirip dengan gulai kambing, namun kuahnya lebih encer dan bumbunya pun berbeda. Hidangan ini biasanya menggunakan tulang iga, kaki, dan kepala kambing yang dimasak dengan bumbu rempah khas sehingga menghasilkan kuah yang kaya aroma dan rasa. Daging yang menempel pada tulang inilah yang menjadi kenikmatannya tersendiri.
Kini sudah banyak warung makan tengkleng yang tersebar di Solo, sehingga Anda tidak akan kesulitan menemukannya saat berkeliling kota.
4. Sate Buntel
Anda pasti sudah sering melihat bermacam-macam jenis sate yang dijual di berbagai daerah, namun bagaimana dengan sate buntel?
Dalam bahasa Jawa, buntel memiliki arti bungkus. Sate buntel terbuat dari daging kambing cincang yang dibumbui, kemudian dibungkus dengan lapisan lemak tipis dari kambing sebelum dibakar di atas arang. Proses pembakaran inilah yang menghasilkan aroma smoky yang sangat khas dan menggoda.
Lemak pembungkus sate ini memberikan tekstur lembut sekaligus aroma unik yang tidak akan Anda temukan di sate jenis lain. Belum lagi tambahan bumbu kecap manis, irisan bawang merah, dan perasan jeruk nipis dijamin lezat dan bikin ketagihan!
5. Selat Solo
Selat Solo adalah makanan khas Solo yang sangat sayang untuk dilewatkan. Kunjungan Anda ke Solo tidak akan sempurna jika belum mencicipi kuliner istimewa yang satu ini.
Selat Solo sering kali disebut sebagai "saladnya orang Jawa". Hidangan ini berisi daging sapi, telur rebus, kentang goreng, buncis, wortel, timun, dan selada, semua disiram dengan kuah rempah yang bercita rasa gurih dan sedikit manis.
Menariknya, selat Solo merupakan perpaduan kuliner khas lokal dengan pengaruh masakan Eropa tepatnya dari era kolonial Belanda. Jadi, hidangan ini bukan hanya soal rasa, tetapi juga soal cerita sejarah yang panjang dan menarik.
6. Sate Kere
Selain sate buntel, Solo juga memiliki kuliner sejenis yang tak kalah populer, yaitu sate kere. Kuliner yang satu ini banyak diburu oleh wisatawan saat berkunjung ke Solo.
Sate kere terbuat dari tempe gembus tempe berbahan ampas tahu yang dibumbui dan dibakar. Meski tampilannya sederhana, rasanya sangat lezat dan hampir menyerupai cita rasa daging. Sate kere disajikan dengan bumbu kacang khas Solo sehingga sering membuat orang terkecoh saat mencicipinya untuk pertama kali.
Nama "kere" dalam bahasa Jawa berarti miskin atau sederhana, namun justru kesederhanaan inilah yang menjadi daya tarik utamanya bagi para penikmat kuliner.
7. Serabi Notosuman
Tidak hanya makanan berat saja, Solo juga memiliki jajanan khas yang sangat terkenal bernama serabi. Apakah Anda sudah pernah mencobanya?
Serabi Solo berbeda dengan serabi dari daerah lain. Serabi khas Solo terutama dari Serabi Notosuman yang legendaris memiliki tekstur lembut dengan aroma harum daun pandan dan santan yang kuat. Tersedia dalam pilihan rasa original maupun topping seperti cokelat, keju, dan pisang.
Serabi Notosuman sudah ada sejak tahun 1923 dan hingga kini masih menjadi oleh-oleh favorit dari Solo. Jadi, saat hendak pulang, jangan lupa membawa serabi sebagai buah tangan yang pasti disukai semua orang!
8. Cabuk Rambak
Cabuk rambak adalah salah satu jajanan khas Solo yang mungkin belum banyak dikenal di luar kota, namun sangat populer di kalangan warga lokal.
Hidangan ini terdiri dari ketupat yang disiram dengan saus wijen berbumbu kemiri, bawang, dan rempah lainnya, kemudian disajikan bersama karak atau kerupuk beras. Rasanya gurih, sedikit pedas, dan sangat unik berbeda dari makanan berkuah lainnya.
Cabuk rambak biasanya dijual oleh pedagang kaki lima di sekitar Pasar Gede dan kawasan Keraton Solo. Harganya pun sangat terjangkau, cocok untuk sarapan ringan atau camilan sore hari.
9. Brambang Asem
Brambang asem adalah makanan tradisional khas Solo yang sederhana namun memiliki cita rasa yang sangat kuat dan khas. Namanya berasal dari kata brambang (bawang merah bakar) dan asem (asam jawa).
Hidangan ini terdiri dari daun ubi jalar rebus yang disajikan dengan sambal brambang asem perpaduan bawang merah bakar, cabai, dan asam jawa yang menghasilkan rasa asam segar dan pedas gurih. Meski terlihat sangat sederhana, brambang asem adalah bukti nyata bahwa makanan tradisional tidak perlu mewah untuk bisa terasa luar biasa.
10. Oblok-Oblok
Nama oblok-oblok mungkin masih terdengar asing, namun sebenarnya menu yang satu ini cukup sering ditemukan di warung-warung masakan Jawa di Solo.
Oblok-oblok adalah tumisan sayuran biasanya berisi tempe, tahu, dan aneka sayur yang dimasak dengan bumbu sederhana namun kaya rasa. Meski banyak ditemukan di berbagai daerah, mencoba rasa otentik oblok-oblok langsung dari daerah asalnya tentu memberikan pengalaman yang berbeda.
11. Tahu Kupat
Tahu kupat adalah salah satu makanan khas Solo yang cocok dinikmati kapan saja, baik untuk sarapan maupun makan siang.
Sepiring tahu kupat Solo terdiri dari ketupat, tahu goreng, mie kuning, kol, dan tauge, semua disiram dengan kuah kecap manis yang gurih dan sedikit legit. Paduan tekstur kenyal, renyah, dan lembut dalam satu sajian ini membuat tahu kupat selalu menjadi favorit warga lokal maupun wisatawan.
12. Lenjongan
Lenjongan adalah jajanan tradisional pasar yang bisa Anda temukan di Pasar Gede Solo. Hidangan ini terdiri dari berbagai penganan tradisional seperti cenil, gethuk, klepon, sawut, dan tiwul yang disajikan bersama kelapa parut dan siraman gula merah cair.
Lenjongan adalah pengalaman nostalgia yang akan membawa Anda kembali pada kekayaan jajanan pasar Jawa yang autentik. Harganya pun sangat ramah di kantong!
13. Tahok
Tahok adalah kudapan unik khas Solo yang dapat ditemukan di Tahok Pak Citro di Pasar Gede. Tahok sekilas mirip dengan tahu, berwarna putih bersih dengan tekstur yang sangat lembut seperti puding.
Tahok disajikan dengan kuah hangat yang terbuat dari campuran jahe, gula Jawa, dan rempah-rempah aromatik lainnya. Perpaduan tekstur lembut tahok dengan kehangatan kuah rempahnya sangat cocok dinikmati di pagi hari atau saat cuaca dingin.
14. Es Dawet Telasih
Setelah seharian berkeliling Solo dan mencicipi berbagai kuliner, saatnya menyegarkan diri dengan Es Dawet Telasih minuman tradisional khas Solo yang sangat populer.
Es Dawet Telasih terdiri dari campuran bubur ketan hitam, bubur sumsum, tape ketan, cendol, dan biji telasih yang disiram santan dan gula merah cair. Anda bisa menemukannya di Es Dawet Telasih Bu Dermi di Pasar Gede yang selalu ramai pembeli. Dengan harga yang terjangkau, minuman ini menjadi penutup kulineran yang sempurna!
15. Soto Gading
Tak lengkap membahas kuliner Solo tanpa menyebut soto. Soto Gading 1 adalah salah satu warung soto paling ikonik di Solo yang bahkan dikenal sebagai langganan tokoh-tokoh besar Indonesia.
Satu porsi soto Gading berisi irisan kentang goreng, soun, dan suwiran ayam dengan kuah bening yang kaya rempah. Tambahkan lauk pelengkap seperti sate telur puyuh atau perkedel kentang untuk pengalaman makan yang semakin lengkap dan memuaskan.
Tips Kulineran di Solo
Sebelum memulai petualangan kuliner di Solo, ada beberapa tips yang bisa Anda perhatikan agar pengalaman berkuliner makin menyenangkan:
- Datangi Pasar Gede Pusat jajanan tradisional Solo yang lengkap, mulai dari lenjongan, tahok, hingga es dawet telasih.
- Coba kuliner malam Solo terkenal dengan suasana kuliner malamnya yang hidup. Nasi liwet dan sate buntel tersedia hingga larut malam.
- Bawa oleh-oleh Serabi Notosuman, abon sapi, dan intip (kerak nasi goreng) adalah pilihan oleh-oleh populer dari Solo.
- Eksplorasi warung legendaris Banyak kuliner Solo yang justru paling enak dinikmati di warung turun-temurun dengan resep yang sudah bertahan puluhan tahun.
Nah itulah sederet makanan khas Solo yang patut Anda coba. Dari sekian rekomendasi kuliner di atas, mana yang paling menggugah selera Anda?
Sebagian besar makanan dari Solo tersebut hanya bisa Anda temukan di Kota Solo, sehingga jangan lupa untuk mencobanya saat berkunjung ke sana, ya!
Namun, di mana pun Anda berada, saat sedang kulineran, jangan lupa untuk selalu menyediakan air minum yang cukup.
Salah satu pilihan air minum yang cocok dibawa saat kulineran adalah AQUA botol 330 ml dan 600 ml, karena cukup praktis untuk dibawa atau dimasukkan tas. Dan untuk menemani perjalanan jauh, Anda dapat membawa AQUA botol 1500 ml.
Air AQUA telah memenuhi standar Kepmenkes Nomor 907 Tahun 2002 mengenai air minum layak konsumsi, sehingga dipastikan terjaga kualitasnya.
Jadi, jangan lupa selalu siapkan #AQUADULU apa pun aktivitas Anda!
Baca Juga: 10 Makanan Khas Sumatera, Lezat dan Menggoyang Lidah!

