Mungkin Anda masih ingat pelajaran SMP atau SMA dulu. Dalam istilah kimia air disebut H2O, hasil ikatan antara hidrogen dan oksigen. Tapi kandungan air tidak pernah murni H2O saja. Banyak komponen lain yang tersembunyi di dalam air yang Anda pakai sehari-hari.
TL;DR (Ringkasan):
- Kandungan air mineral dan air rebusan tidak sama: air mineral stabil karena bersumber dari pegunungan.
- Merebus hanya membunuh mikroba, kontaminan kimia bisa tetap tertinggal di air.
- Standar air minum menurut Permenkes No. 2 Tahun 2023: TDS di bawah 300 mg/L dan E. coli 0 CFU/100 mL.
Sekilas semuanya tampak sama: jernih, tidak berwarna, tidak berbau. Padahal kandungan air dari sumber yang berbeda selalu berbeda pula.
Air hujan, air sumur, air sungai, dan air danau punya kandungan yang tidak sama. Bahkan air dari satu sungai bisa berbeda dari sungai lainnya, tergantung jenis bebatuan yang ada di sungai tersebut.
Setidaknya ada lima hal yang membuat kualitas air dari satu sumber berbeda dengan sumber lain, dan perbedaan itu berdampak langsung pada kesehatan tubuh: komposisi mineral, kandungan ion, bahan organik, bakteri, serta kontaminan kimia di dalamnya.
Apa Perbedaan Kandungan Air Mineral dan Air Rebusan?
Kandungan air mineral dan air rebusan berbeda pada dua sisi utama: komposisi mineral dan tingkat keamanannya. Air mineral membawa mineral yang relatif stabil, seperti kalsium, magnesium, dan kalium, karena bersumber dari air pegunungan. Air rebusan mengikuti kualitas air baku di rumah, sehingga kandungannya bisa berubah dari waktu ke waktu. Keduanya tetap harus memenuhi standar yang sama saat diminum. Standar itu berlaku untuk semua air minum, apa pun cara pengolahannya di rumah. Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 menetapkan TDS di bawah 300 mg/L, kekeruhan di bawah 3 NTU, dan pH 6,5 sampai 8,5 (Permenkes No. 2 Tahun 2023, JDIH BPK RI, 2023). Contohnya, air sumur yang keruh belum tentu aman meski sudah direbus lama. Kenali sumber air Anda sebelum memutuskan cara mengolahnya.
| Parameter | Batas menurut Permenkes No. 2 Tahun 2023 |
|---|---|
| pH | 6,5 sampai 8,5 |
| TDS (zat padat terlarut) | di bawah 300 mg/L |
| Kekeruhan | di bawah 3 NTU |
| Warna | maksimal 10 TCU |
| E. coli dan total coliform | 0 CFU/100 mL |
Sumber: Permenkes No. 2 Tahun 2023, JDIH BPK RI
Dari situlah kandungan air mineral berbeda dengan air rebusan. Sesuai namanya, air mineral membawa berbagai mineral yang dibutuhkan tubuh, seperti kalsium, magnesium, selenium, kromium, seng (zinc), natrium, kalium, kadmium, florida, iodium, silika, dan sejumlah mineral lainnya.
Kandungan mineral itu relatif stabil karena air mineral bersumber dari air pegunungan. Sementara pada air rebusan biasa, kandungan mineralnya bervariasi dan sangat bergantung pada sumber airnya.
Mengapa Air Rebusan Masih Bisa Mengandung Kontaminan?
Air rebusan aman dari kuman, tetapi belum tentu bersih dari bahan kimia. Merebus memang langkah pengamanan yang baik, dan kebiasaan ini sudah turun-temurun dilakukan banyak keluarga Indonesia. WHO menegaskan memanaskan air hingga mendidih bergolak cukup untuk menonaktifkan bakteri, virus, dan protozoa penyebab penyakit (WHO, 2015). Standar baku mutu juga mensyaratkan E. coli dan total coliform 0 CFU/100 mL pada air minum (Permenkes No. 2 Tahun 2023, JDIH BPK RI, 2023). Lalu bagaimana dengan kontaminan kimianya? Logam dan zat kimia yang terlanjur larut tidak ikut hilang saat air mendidih. Air mineral kemasan berbeda karena melewati beberapa tahap proses untuk menghilangkan kontaminan sejak awal. Kandungan mineralnya juga tetap terjaga selama kemasan tersegel baik. Bila Anda mengandalkan air rebusan di rumah, pastikan sumber airnya tidak tercemar limbah atau bahan kimia.
Ada perbedaan lain yang tidak kalah penting. Air mineral melewati beberapa tahap proses untuk menghilangkan kontaminan. Perebusan tidak bekerja seperti itu: ia hanya mampu membunuh mikroba pada air. Kandungan lain, terutama kontaminan bahan kimia, masih mungkin tertinggal di dalam air rebusan. Sekali lagi, semuanya bergantung pada sumber air yang digunakan.
Jadi kandungan air mineral dan air rebusan memang bisa berbeda, baik dari komposisi mineralnya maupun dari kemungkinan adanya kontaminasi. Karena itu, selalu perhatikan sumber air yang Anda gunakan agar kesehatan tetap terjaga.
Memilih antara air mineral dan air rebusan sebaiknya dimulai dari satu pertanyaan sederhana: seberapa jelas Anda mengenal sumber airnya? Air mineral kemasan unggul soal konsistensi karena komposisi mineral dan keamanannya dijaga dari sumber pegunungan sampai proses pengemasan. Air rebusan tetap layak dipakai selama air bakunya bersih dan memenuhi syarat fisik dasar. Kualitas air tanah bisa berubah, terutama saat musim hujan atau ada pencemaran di sekitar rumah. Sebagai patokan, standar nasional menetapkan air minum tidak boleh keruh melebihi 3 NTU dan warnanya maksimal 10 TCU (Permenkes No. 2 Tahun 2023, JDIH BPK RI, 2023). Air yang tampak kekuningan atau berbau sebaiknya tidak diminum meski sudah direbus. Gunakan patokan itu setiap kali menilai air di rumah, lalu pilih cara yang paling aman untuk keluarga.
FAQ Seputar Air Mineral dan Air Rebusan
Apakah air rebusan aman diminum?
Aman dari sisi mikroba. Memanaskan air sampai mendidih bergolak menonaktifkan bakteri, virus, dan protozoa penyebab penyakit (WHO, 2015). Namun kontaminan kimia yang sudah larut tidak hilang dengan perebusan, jadi keamanannya sangat bergantung pada kebersihan sumber air baku yang Anda gunakan.
Apa saja mineral dalam air mineral?
Air mineral membawa kalsium, magnesium, selenium, kromium, seng, natrium, kalium, iodium, sampai silika. Komposisinya relatif stabil karena bersumber dari air pegunungan. Pada air rebusan biasa, kandungan mineral bervariasi mengikuti sumber airnya, misalnya air sumur di satu daerah bisa berbeda dengan daerah lain.
Bagaimana memastikan air minum di rumah memenuhi standar?
Gunakan acuan Permenkes No. 2 Tahun 2023: pH 6,5 sampai 8,5, TDS di bawah 300 mg/L, kekeruhan di bawah 3 NTU, dan E. coli 0 CFU/100 mL (Permenkes No. 2 Tahun 2023, JDIH BPK RI, 2023). Secara praktis, pastikan air jernih, tidak berbau, tidak berasa, dan sumbernya jelas.
Kalau ingin yang praktis dan pasti, Keluarga Adem punya jawabannya: AQUA galon di rumah. Mineralnya terjaga, sumbernya jelas, hati pun tenang. Jangan lupa cek kode unik di balik tutup galonnya. Tukarkan dengan hadiah lewat promo AQUA 100% Untung.

