Website ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari lebih lanjut.

Kriteria Air Terbaik Untuk Kualitas Masakan Terbaik

Kebaikan AirAQUA Galon | 11 Juni 2021
Kriteria Air Terbaik Untuk Kualitas Masakan Terbaik

Memasak adalah salah satu cara Ibu untuk melindungi keluarga karena prosesnya terjaga mulai dari pemilihan bahan makanan hingga proses memasaknya. Tidak hanya lebih sehat, dengan memasak di rumah Ibu bisa menyediakan makanan yang lezat sesuai selera anggota keluarga.

Selain kualitas bahan makanan, salah satu hal yang perlu diperhatikan saat memasak adalah kualitas air yang digunakan. Tanpa kita sadari, air yang digunakan memasak merupakan bahan utama, khususnya pada masakan berkuah, yang akan mempengaruhi nutrisi masakan Ibu.

Namun apa air yang tepat untuk proses memasak? Dan sejauh mana kualitas masakan yang didukung dengan air berkualitas?.

Air Kemasan Atau Air Rebus Untuk Masak?

Makanan dengan kuah memiliki kadar penggunaan air yang sangat tinggi, maka dari itu penggunaan air yang baik akan sangat menentukan kelezatannya. Namun, air manakah yang lebih baik untuk digunakan memasak? Apakah harus air kemasan atau air rebus saja sudah lebih dari cukup?

Air kemasan sendiri merupakan sumber air yang sudah dibungkus, disaring, diteliti, dan didistribusikan terlebih dahulu ke pasar luas. Ada banyak sumber yang tersebar di air kemasan, namun pada umumnya air pegunungan yang digunakan karena beberapa kelebihan seperti bebas kontaminasi zat-zat asing.

Sedangkan air rebus merupakan air yang didapatkan dari sumber air bebas seperti air isi ulang, air keran, atau air PDAM yang sudah disesuaikan dengan beberapa zat untuk membuatnya jernih. Air rebusan harus melalui beberapa proses sebelum siap digunakan. Meskipun merebus air mampu menurunkan bakteri E.Coli hingga 83%, tapi nyatanya tidak dapat menghilangkan bakteri tersebut sepenuhnya ataupun menghilangkan kontaminasi bahan kimia dan logam berat berbahaya lainnya.

Agar terhindar dari risiko air tercemar, kamu perlu tahu bahwa air yang terlihat jernih, tidak berbau, dan tidak berasa saja tidak cukup. Sama hal nya dengan air untuk minum, pastikan air untuk memasak terlindungi mulai dari sumber, proses, hingga penyimpanannya.

Tips Memilih Air Kemasan Untuk Memasak

Air kemasan bisa menjadi solusi untuk menjaga kualitas makanan. Sejatinya, semua air kemasan sudah diproses terlebih dahulu, tapi kenyataannya tidak semua air sama. Ada beberapa hal yang perlu kamu pastikan sebelum memilih air kemasan untuk kualitas masakan terbaik.

  1. Informasi Sumber Air

    Ada beragam jenis air minum kemasan yang diproduksi, namun tidak semuanya berasal dari air pegunungan. Pemilihan air kemasan sendiri bisa dari mana saja, termasuk air sumur yang baik hingga yang dalam kondisi kurang baik.
    Pastikan sumber air dari lokasi yang aman, terlindungi dan sekaligus sudah melalui proses pengolahan produksi air kemasan sebelum akhirnya digunakan untuk memasak.
  2. Standarisasi Pemerintah

    Langkah berikutnya adalah mengecek apakah air sudah sesuai dengan standar pemerintah seperti Standar Nasional Indonesia (SNI) maupun Badan Standardisasi Nasional (BSN). Karena ranahnya untuk konsumsi, biasanya air kemasan memiliki standar yang penting dan utama yaitu izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
  3. Perhatikan Kondisi Kemasan

    Air kemasan yang baik seharusnya memiliki kondisi yang baik, entah dalam bentuk gelas, botol, hingga galon. Bila segel rusak, bisa saja terjadi kebocoran dan masuknya beberapa zat kimia berbahaya yang mengganggu kualitas air.
  4. Mengecek Warna, Rasa, dan Bau Air

    Salah satu hal yang sangat penting dari air mineral adalah kejernihannya, namun bila sumber air yang hendak dikonsumsi memiliki perubahan dari warna, rasa, hingga bau maka bisa dipastikan terdapat kontaminasi zat berbahaya. Penting untuk selalu memperhatikan sumber air kemasan yang akan digunakan untuk memasak, agar kualitas masakan tidak terganggu karena menggunakan air yang berasal dari sumber tidak terlindungi.
  5. Kualitas Air Terhadap Kesehatan Masakan

    Sayur-sayuran adalah satu bahan masakan yang sehat untuk keluarga karena mengandung beragam gizi dan nutrisi. Secara alami sayuran terutama sayuran hijau mengandung klorofil (pigmen warna alami). Namun, setelah melalui proses masak, warna sayuran dapat berubah menjadi hijau kecoklatan karena perubahan pigmen. Proses ini dapat terjadi karena proses masak berlebihan (suhu tinggi dan lama) serta kondisi asam. Air yang mengandung mineral dapat membantu menjaga pigmen alami sayuran sehingga tidak berubah dan mempertahankan kesegaran warna sayuran. Air dengan kandungan ion mineral yang lebih banyak juga akan mendidih pada suhu yg lebih tinggi dan membuat sayuran lebih cepat matang.

Untuk menjaga kualitas masakan ibu, pilih lah air yang mengandung mineral berkualitas seperti AQUA dengan 3 perlindungan. AQUA melindungi lebih dari 1500 spesies flora dan fauna yang ada di sekitar sumber airnya, sehingga kealamian mineralnya pun terjaga. Dengan tutup galon berteknologi double injection, AQUA senantiasa menjaga kealamian mineralnya hingga sampai ke tangan ibu.

Tidak hanya itu, AQUA juga diproses dengan sistem terintegrasi menyeluruh tanpa tersentuh tangan manusia dan telah melalui 400 parameter cek untuk menjamin kualitasnya. Mineral AQUA yang terlindungi dapat menjaga warna dan tekstur sayur-sayuran tetap alami dan fresh saat dimasak. Ibu jadi tidak perlu memasak sayur lama-lama sehingga nutrisinya terjaga dan dapat memberikan manfaat optimal.

Jadi Bu, yuk perhatikan kembali air yang digunakan untuk masak dan coba AQUA untuk kualitas masakan yang lezat dan menyehatkan!

 

 

Referensi:

- https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3645730/pentingnya-air-berkualitas-untuk-meningkatkan-kualitas-masakan-di-rumah
- https://www.alodokter.com/cara-memilih-air-kemasan-yang-baik
- https://www.sehataqua.co.id/air-kemasan-versus-air-rebus-mana-yang-lebih-sehat/
- CDC. 2015. Arsenic in drinking water from private wells. https://www.cdc.gov.healthywater/drinking/private/wells/disease/arsenic.html. Accessed July 7, 2020.
- WHO. 2016. Nitrate & Nitrite in Drinking Water. World Health Organization: WHO Press.