Logo AQUA

Sugar Rush, Mitos Atau Fakta? Pahami Ciri dan Dampaknya

Hidup Sehat | 22 Oktober 2023

Bagikan:

Sugar Rush, Mitos Atau Fakta? Pahami Ciri dan Dampaknya

Sugar rush adalah kondisi di mana tubuh menjadi hiperaktif akibat terlalu banyak mengonsumsi gula.

Gula sendiri adalah karbohidrat sederhana yang bisa digunakan sebagai sumber energi dan biasa ditemukan di beberapa makanan, seperti nasi, kue, sereal, yogurt, sampai buah.

Oleh sebab itu, gula memiliki berbagai macam manfaat, seperti meningkatkan fokus dan konsentrasi, memperbaiki mood, sampai memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak.

Akan tetapi, banyak orang percaya kalau mengonsumsi gula secara berlebihan dapat mengakibatkan sugar rush, terutama pada anak-anak.

Lalu, apakah fenomena tersebut memang benar adanya? Supaya Anda tahu jawabannya, yuk simak apa itu sugar rush beserta hasil penelitiannya di bawah ini!

Apa itu Sugar Rush?

Dilansir dari Yale Scientific Magazine, sugar rush adalah istilah yang pertama kali dikenalkan oleh Dr. Benjamin Feingold pada tahun 1973.

Sugar rush adalah situasi di mana tubuh merasakan kenaikan energi drastis yang menyebabkan seseorang menjadi hiperaktif.

Penyebab sugar rush pada anak atau bahkan orang dewasa dipercaya karena terlalu banyak mengonsumsi gula.

Hal ini dikarenakan gula berfungsi sebagai sumber energi, yang lebih lanjut juga mampu membantu menghilangkan bad mood.

Ciri-Ciri Sugar Rush

Ketika seseorang mengalami sugar rush, maka akan muncul beberapa ciri, seperti:

  • Tubuh menjadi sangat aktif bergerak dalam kurun waktu 30–40 menit. Setelahnya, tubuh akan mudah lelah serta pusing.
  • Ingin mengonsumsi lebih banyak makanan manis ketika fase hiperaktif.
  • Mudah merasa lapar karena hormon insulin yang meningkat demi mengendalikan kadar gula darah.

Penelitian Terkait Sugar Rush Adalah Penyebab Hiperaktif

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa masih banyak orang percaya kalau sugar rush adalah penyebab seseorang menjadi hiperaktif.

Oleh sebab itu, banyak penelitian yang telah dilakukan terkait hubungan sugar rush dan hiperaktif untuk membuktikan kebenarannya.

Terdapat 31 penelitian dari 1.259 partisipan yang dilakukan oleh National Library of Medicine terkait apakah sugar rush adalah penyebab hiperaktif.

Berdasarkan penelitian tersebut, peneliti menemukan hasil bahwa kandungan gula yang berlebih justru dapat mengakibatkan kelelahan.

Selain itu, ada juga penelitian yang dilakukan oleh The BMJ, di mana hasilnya adalah mengonsumsi gula secara berlebihan dapat membuat kadar gula darah naik turun. Lebih lanjut, hal ini dapat menyebabkan seseorang mengalami kecemasan dan depresi.

Jadi, berdasarkan penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa anggapan yang menyatakan sugar rush adalah penyebab hiperaktif tidaklah benar.

Baca juga: Selain Air Putih, Ini 6 Cara Alami Turunkan Gula Darah

Dampak Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula

Meskipun mitos sugar rush adalah penyebab hiperaktif terbukti tidak benar, namun ada beberapa dampak yang bisa muncul apabila mengonsumsi terlalu banyak gula, yaitu:

1. Memicu Timbulnya Penyakit

Dampak dari mengonsumsi gula secara berlebihan adalah memicu timbulnya penyakit, seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan jantung.

Hal ini diakibatkan oleh menurunnya kinerja hormon insulin yang bertugas mengubah gula menjadi sumber energi di tubuh.

2. Gangguan Tidur

Salah satu gangguan yang bisa muncul apabila Anda mengonsumsi gula secara berlebihan adalah sulit untuk tidur.

Hal ini dikarenakan energi tubuh yang tidak seimbang sehingga mengganggu kinerja hormon melatonin yang berfungsi dalam mengatur irama tidur.

3. Obesitas

Selanjutnya, kadar gula berlebih juga dapat memicu resistensi insulin yang menyebabkan obesitas.

Hal ini dikarenakan terdapat sisa-sisa kandungan gula di tubuh yang tidak terproses sebagai sumber energi dan disimpan sebagai lemak.

4. Kerusakan Gigi

Ketika gula masuk ke dalam mulut, maka kandungan tersebut akan bereaksi dengan bakteri dan membentuk asam.

Namun sebenarnya, dampak yang satu ini bisa terjadi apabila tidak rutin menyikat gigi, terutama setelah makan.

5. Jerawat

Peningkatan gula darah dan insulin di tubuh dapat meningkatkan hormon androgen, produksi minyak, serta peradangan kulit. Oleh sebab itu, hal tersebut dapat memicu tumbuhnya jerawat di kulit tubuh.

6. Eksim

Eksim bisa terjadi ketika produksi hormon insulin tiba-tiba meningkat setelah mengonsumsi terlalu banyak gula.

Produksi insulin yang berlebihan dapat memicu peradangan di kulit sehingga memunculkan eksim.

7. Mood yang Mudah Berubah

Terakhir, dampak dari mengonsumsi gula berlebih adalah mood yang mudah berubah.

Hal ini dikarenakan kadar gula darah di tubuh naik turun sehingga memicu pelepasan hormon kortisol dan adrenalin yang tidak stabil.

Baca juga: Mengenal Pengertian Budaya Hidup Sehat dan Manfaat Baiknya

Cara Menjaga Kadar Gula Darah

Mengonsumsi gula bukan berarti akan menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan.

Justru, dengan mengonsumsi gula dalam jumlah yang tepat, Anda bisa mendapatkan berbagai macam manfaat bagi kesehatan tubuh.  

Sebagai tips, berikut adalah beberapa cara menjaga asupan gula harian yang bisa dilakukan:

1. Rutin Minum Air Putih

Minum air putih secara rutin dapat mengontrol kadar gula darah di dalam tubuh. Selain itu, air putih akan memudahkan pengeluaran glukosa dari darah sekaligus mencegah gejala dehidrasi pada penderita diabetes.

2. Mengonsumsi Makanan Bergizi

Supaya perut kenyang lebih lama, sebaiknya Anda mengonsumsi makanan yang kaya akan serat dan tidak hanya fokus pada kandungan karbohidrat.

Selain itu, Anda juga bisa mencoba alternatif pengganti gula tebu, seperti madu, stevia, atau sirup maple.

3. Mengurangi Takaran Gula saat Memasak

Ketika memasak, Anda bisa mengurangi takaran gula sebanyak sepertiga sampai separuhnya.

Sebagai penggantinya, Anda bisa menggunakan rempah-rempah, seperti kayu manis dan pala, sehingga makanan tetap kaya akan rasa.

4. Membuat Camilan Sehat untuk Anak

Supaya si kecil tidak jajan sembarangan, Anda bisa membuat camilan sehat dan lezat. Contoh camilan sehat untuk anak yaitu ubi, buah-buahan, sayuran yang dipotong kecil-kecil, dan lain-lain.

5. Memilih Produk Rendah Gula

Sebelum Anda membeli sesuatu, pastikan untuk memeriksa apa saja komposisi dan informasi gizi yang tertera di produk beserta jumlahnya.

Saat ini, sudah banyak produk yang rendah gula sehingga Anda akan lebih mudah saat memilihnya.

Demikian penjelasan terkait hasil penelitian sugar rush adalah penyebab hiperaktif, beserta pengertian, ciri-ciri, dampak mengonsumsi gula secara berlebihan, dan cara mencegahnya.

Jadi, dapat disimpulkan terkait fenomena sugar rush adalah penyebab hiperaktif, terutama pada anak-anak, tidaklah benar.

Hal ini dikarenakan ketika tubuh mengonsumsi gula secara berlebihan, justru dapat memicu lelah dan menurunkan fokus serta konsentrasi.

Oleh sebab itu, selain meminimalkan konsumsi gula, Anda bersama keluarga juga harus rutin minum air putih untuk menjaga kinerja tubuh. Jadi, yuk pilih #AQUADULU.

Kenapa harus AQUA? Karena tidak semua air itu AQUA. Di mana, AQUA adalah air yang mengandung mineral alami dan bersumber dari 19 pegunungan terpilih di Indonesia, serta berada di lapisan terdalam sehingga bebas dari pencemaran.

Karena itu pula, AQUA aman dikonsumsi dan AQUA terasa dingin alami meski tidak didinginkan terlebih dahulu.

Yuk, minum AQUA DULU untuk bantu penuhi asupan cairan harian tubuh. Diciptakan oleh alam, 100% MURNI air mineral pegunungan tanpa tambahan apapun, sebagaimana alam ingin Anda meminumnya.

Baca juga: Makanan Sehat yang Baik untuk Kesehatan Jantung

Referensi:

  1. Sugar Rush, Apakah Benar Bisa Terjadi atau Mitos Belaka? - Buka
  2. Mitos atau Fakta, Makanan Manis Sebabkan Sugar Rush - Buka

Artikel Terkait

Tidak ada artikel.

Pesan AQUA, kami antar. Belanja sekarang!

Website ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari lebih lanjut .