Sisa kulit buah dan sayuran ternyata tidak selalu berakhir di tempat sampah. Bahan organik tersebut dapat diolah menjadi eco enzyme dengan memanfaatkan botol plastik sebagai wadah fermentasi yang praktis.
Pengolahan bahan organik menjadi eco enzyme ini juga dapat membantu menjaga kebersihan lingkungan rumah, termasuk bagi keluarga yang memiliki anak kecil atau ibu hamil.
Namun, perlu diingat bahwa eco enzyme tetap harus dibuat dan digunakan dengan benar, serta tidak boleh dikonsumsi. Agar tidak salah langkah, yuk simak cara membuat eco enzyme di artikel ini!
Apa Itu Eco Enzyme?
Eco enzyme adalah cairan hasil fermentasi sisa bahan organik, gula, dan air. Bahan organik yang digunakan umumnya berasal dari kulit buah atau potongan sayuran yang masih segar dan belum dimasak.
Proses fermentasi eco enzyme biasanya membutuhkan waktu sekitar tiga bulan. Setelah selesai, cairannya dapat dimanfaatkan untuk membantu membersihkan beberapa area rumah, sedangkan ampasnya dapat digunakan sebagai bahan kompos.
Cara Membuat Eco Enzyme di Botol Plastik
Cara membuat eco enzyme sebenarnya cukup sederhana dan dapat dilakukan di rumah. Kamu hanya perlu menyiapkan bahan dengan perbandingan yang tepat serta wadah yang mampu menahan gas selama proses fermentasi.
Botol plastik dapat menjadi pilihan wadah karena lebih lentur dan tidak mudah pecah saat tekanan gas meningkat. Selain menyiapkan botol plastik, perhatikan juga beberapa hal untuk membuat eco enzyme berikut:
1. Siapkan Alat dan Bahan
Beberapa bahan yang perlu disiapkan untuk membuat eco enzyme antara lain:
- Satu bagian gula merah atau molase.
- Tiga bagian sisa kulit buah dan sayuran.
- Sepuluh bagian air bersih.
- Botol plastik berukuran cukup besar.
- Corong dan alat pengaduk.
- Label untuk mencatat tanggal pembuatan.
Sebagai contoh, kamu dapat menggunakan 100 gram gula merah, 300 gram kulit buah, dan 1 liter air. Pilih kulit buah yang masih segar, seperti kulit jeruk, nanas, apel, pepaya, atau mangga.
Hindari menggunakan sisa makanan berminyak, tulang, daging, makanan matang, atau bahan yang sudah membusuk karena dapat mengganggu proses fermentasi.
2. Bersihkan Botol Plastik
Pastikan botol tidak bocor dan memiliki tutup yang masih berfungsi dengan baik. Cuci botol plastik hingga bersih untuk menghilangkan sisa minuman, kotoran, dan aroma yang menempel. Setelah itu, keringkan botol sebelum digunakan.
Kamu dapat memanfaatkan botol plastik bekas berukuran besar agar sisa kemasan tidak langsung dibuang. Namun, jangan gunakan botol yang sudah tipis, retak, atau berubah bentuk karena berisiko bocor selama proses fermentasi.
Baca juga: Ini 10 Ide Kerajinan dari Limbah Plastik yang Bermanfaat
3. Larutkan Gula dengan Air
Masukkan air ke dalam botol plastik, lalu tambahkan gula merah atau molase. Aduk atau kocok perlahan hingga gula larut.
Gunakan air bersih agar proses fermentasi berjalan dengan baik. Jangan mengisi botol sampai penuh karena diperlukan ruang kosong untuk menampung gas yang terbentuk selama fermentasi.
Idealnya, sisakan sekitar 20 persen ruang kosong pada bagian atas botol. Setelah selesai menyiapkan larutan, kamu dapat beristirahat sejenak sambil menikmati AQUA Adem untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
4. Masukkan Sisa Buah dan Sayuran
Potong kulit buah dan sayuran menjadi ukuran kecil agar lebih mudah dimasukkan ke dalam botol. Potongan yang lebih kecil juga membantu bahan organik tercampur secara merata dalam larutan gula.
Masukkan bahan sedikit demi sedikit menggunakan corong. Setelah semua bahan dimasukkan, tekan perlahan menggunakan alat yang bersih agar bagian organik terendam dalam cairan.
Pastikan perbandingan bahan tetap mengikuti rumus 1:3:10, yaitu satu bagian gula, tiga bagian bahan organik, dan sepuluh bagian air.
5. Tutup dan Beri Label pada Botol
Tutup botol rapat-rapat, lalu tempelkan label yang berisi tanggal pembuatan dan perkiraan waktu selesainya fermentasi. Langkah ini penting agar kamu tidak lupa berapa lama eco enzyme telah disimpan.
Letakkan botol di tempat yang teduh, memiliki sirkulasi udara yang cukup, dan tidak terkena sinar matahari secara langsung. Jauhkan juga botol dari jangkauan anak-anak serta bahan makanan dan minuman.
Baca juga: 7 Cara Membuat Pupuk Kompos yang Praktis dari Sampah Organik
6. Keluarkan Gas Secara Berkala
Pada minggu-minggu awal, proses fermentasi akan menghasilkan cukup banyak gas. Buka tutup botol secara perlahan setiap hari untuk mengeluarkan tekanan, lalu tutup kembali dengan rapat.
Jangan mengocok botol terlalu kuat sebelum membukanya karena cairan dapat menyembur keluar. Setelah produksi gas mulai berkurang, kamu dapat membuka tutup botol setiap beberapa hari.
Periksa juga kondisi botol secara berkala. Apabila botol terlihat terlalu menggembung, segera keluarkan gas dengan hati-hati.
7. Tunggu Proses Fermentasi
Simpan campuran selama kurang lebih tiga bulan. Selama proses tersebut, warna cairan biasanya berubah menjadi cokelat dengan aroma asam manis khas.
Lapisan putih tipis pada permukaan masih dapat muncul selama proses fermentasi. Namun, apabila cairan mengeluarkan bau busuk yang sangat kuat atau muncul jamur berwarna hitam, hijau, atau kebiruan, sebaiknya campuran tersebut tidak digunakan.
Setelah tiga bulan, saring cairan menggunakan kain atau saringan bersih. Simpan hasilnya dalam botol plastik yang sudah diberi label. Ampas bahan organik yang tersisa dapat dicampurkan ke dalam kompos.
Manfaat Eco Enzyme untuk Kebutuhan Rumah Tangga
Eco enzyme memiliki banyak manfaat untuk kebutuhan rumah tangga. Berikut beberapa kegunaannya:
- Sebagai cairan pembersih lantai, kamar mandi, dan dapur setelah diencerkan dengan air.
- Membantu mengurangi bau tidak sedap pada saluran air atau tempat sampah.
- Dapat digunakan sebagai pupuk cair alami setelah dicampur dengan air dalam perbandingan tertentu.
- Membantu menjaga kebersihan rumah dengan memanfaatkan bahan dari limbah organik.
- Mengurangi jumlah sampah dapur agar lebih ramah lingkungan.
Walaupun berbahan alami, tetap gunakan eco enzyme sesuai kebutuhan dan hindari pemakaian pada permukaan tertentu tanpa melakukan uji coba terlebih dahulu.
Setelah melakukan kegiatan rumah tangga, jangan lupa memenuhi kebutuhan air minum keluarga dengan menyediakan AQUA Galon di rumah. Ukurannya 19 liter sehingga cukup untuk kebutuhan air minum sehari-hari di rumah. Selain itu, kebersihan galon AQUA juga terjaga karena selalu disanitasi hingga 20 kali menggunakan air bertekanan tinggi sebelum diisi ulang.
Kenapa harus AQUA? Karena tidak semua air itu AQUA. AQUA disaring alami oleh berlapis-lapis bebatuan yang kaya mineral alami dan diproses tanpa tersentuh tangan manusia serta melalui 400 tahap uji kualitas sebelum dikirimkan melalui jaringan distribusi. Proses tersebut menjadikan AQUA Sejuk Alami sekaligus membuat air AQUA dingin tanpa didinginkan.
Ikuti juga program AQUA 100% Untung untuk setiap pembelian AQUA Galon. Temukan kode unik yang tertera di balik tutup galon, kumpulkan poinnya, lalu tukarkan dengan berbagai hadiah menarik sesuai ketentuan.
Jadi, mari sediakan AQUA Galon untuk kebutuhan keluarga dan jadilah bagian dari Keluarga SehatAQUA. Dingin Alaminya AQUA, Ademin Kamu.
Baca juga: Cara Menanam Selada Hidroponik Pakai Botol AQUA Bekas, Mudah!

