Logo AQUA

Makanan Rendah Protein: Daftar, Batas Aman, dan Siapa yang Membutuhkannya

Hidup Sehat | 13 Oktober 2026

Bagikan:

Makanan Rendah Protein: Daftar, Batas Aman, dan Siapa yang Membutuhkannya

Makanan rendah protein antara lain apel, pepaya, semangka, nasi, bihun, dan minyak. Apel hanya mengandung 0,26 gram protein per 100 gram menurut USDA FoodData Central (SR Legacy, 2018).

Diet rendah protein bukan diet sehat untuk semua orang. Pola ini untuk penyakit ginjal kronis (PGK) dan beberapa kelainan metabolik, serta harus diresepkan dan diawasi dokter atau ahli gizi Anda. Lihat juga cara menjaga kesehatan ginjal.

Yang Perlu Anda Ketahui

  • Hanya untuk kondisi medis tertentu, dengan pengawasan dokter atau ahli gizi.
  • KDIGO 2024 menyarankan 0,8 g protein per kg berat badan per hari untuk dewasa dengan PGK stadium G3-G5.
  • Pisang dan kentang rendah protein, tetapi tinggi kalium (Kemenkes, 2025).
  • Pasien cuci darah justru butuh lebih banyak protein (Kemenkes, 2024).

Apa Itu Diet Rendah Protein dan Siapa yang Membutuhkannya?

Diet rendah protein adalah pembatasan protein atas alasan medis. Pedoman KDIGO 2024 menyarankan orang dewasa dengan PGK stadium G3-G5 (eGFR di bawah 60 ml/menit/1,73 m²) mempertahankan asupan 0,8 gram protein per kilogram berat badan per hari. eGFR adalah perkiraan laju penyaringan darah oleh ginjal.

Asupan di atas 1,3 g/kg sebaiknya dihindari bila PGK berisiko memburuk. Diet sangat rendah protein (0,3-0,4 g/kg plus asam amino esensial atau ketoanalog, yaitu pengganti asam amino tanpa nitrogen) hanya dipertimbangkan bagi pasien berisiko gagal ginjal dengan pengawasan ketat, dan tidak untuk pasien yang kondisi metaboliknya belum stabil.

Penderita fenilketonuria (PKU), kelainan bawaan yang membuat tubuh tak mampu mengurai fenilalanin, juga harus menjalani diet sangat rendah fenilalanin secara ketat (MedlinePlus, Phenylketonuria, 2025).

Angka ini tidak jauh di bawah kebutuhan orang sehat: untuk berat 60 kg, 0,8 g/kg setara 48 gram protein sehari (hasil hitungan), sedangkan AKG 2019 menetapkan 65 gram bagi pria 19-64 tahun. Jika Anda sehat, tetap penuhi AKG.

Daftar Makanan Rendah Protein per 100 Gram

Contoh makanan rendah protein berasal dari buah, sayur, karbohidrat, dan lemak. Data SR Legacy USDA FoodData Central (2018) mencatat semua bahan di tabel ini di bawah 3 g protein per 100 gram, jauh di bawah tempe (20,3 g).

Bahan Protein per 100 g Catatan untuk ginjal
Minyak zaitun 0 g Kalori tanpa protein
Apel berkulit 0,26 g Kalium 107 mg
Pepaya 0,47 g Kalium 182 mg, tetap ditakar
Semangka 0,61 g Hitung sebagai cairan
Tomat 0,88 g Tinggi kalium
Pisang 1,09 g Kalium 358 mg
Bihun matang 1,79 g Sumber energi
Kentang rebus 1,87 g Kalium 379 mg
Nasi putih matang 2,69 g Sumber energi

Sumber: USDA FoodData Central (SR Legacy, 2018); catatan kalium tinggi: Kemenkes (2025).

Rendah protein tidak otomatis aman untuk ginjal. Panduan diet PGK dengan hemodialisis dari Kemenkes membatasi atau menghindari pisang, kentang, tomat, alpukat, bayam, dan kembang kol karena tinggi kalium (Kemenkes, 2025). Porsi sayur, buah, dan umbi juga dibatasi, jadi pepaya (kalium 182 mg per 100 gram) pun perlu ditakar. Cocokkan pilihan Anda dengan hasil cek kalium darah.

Bagaimana Memilih Lauk Rendah Protein yang Bergizi?

Lauk tetap perlu ada, tetapi aturannya berbeda sebelum dan sesudah cuci darah. Bagi dewasa dengan PGK stadium G3-G5 yang belum cuci darah, KDIGO (2024) menyarankan pola makan yang lebih banyak bahan nabati daripada hewani. Porsi lauknya disusun ahli gizi sesuai stadium dan hasil lab Anda.

Kalori yang hilang dari protein bisa diganti nasi, roti, buah, sayur, dan minyak nabati (MedlinePlus, Diet CKD, 2025). Contohnya nasi dengan tumis buncis dan sepotong kecil ikan sesuai takaran ahli gizi.

Pasien hemodialisis justru butuh protein lebih banyak (lihat bagian risiko). Panduan Kemenkes untuk mereka menganjurkan protein bernilai biologis tinggi, seperti telur, susu, daging, ikan, dan ayam, dalam jumlah yang ditentukan, serta membatasi kacang-kacangan beserta olahannya seperti tahu dan tempe (Kemenkes, 2025).

Putih telur juga kerap disarankan bagi pasien cuci darah (MedlinePlus, Diet CKD, 2025) karena per 100 gram memuat 10,9 g protein dengan fosfor hanya 15 mg, sedangkan kuning telur 390 mg (USDA). Putih telur karenanya tergolong sumber protein rendah fosfor, bukan makanan rendah protein.

Risiko Kekurangan Protein bila Diet Dijalani Sendiri

Membatasi protein tanpa pengawasan dapat berujung malnutrisi, yaitu kekurangan energi dan protein yang membuat massa otot hilang secara luas (Kemenkes, 2025).

KDIGO tidak menganjurkan pembatasan protein pada anak dengan PGK karena berisiko mengganggu pertumbuhan. Diet ini juga dikontraindikasikan pada sarkopenia (penyusutan otot), kakeksia (penyusutan berat badan dan otot akibat penyakit kronis), atau gizi kurang.

Pasien cuci darah malah butuh lebih banyak protein: setiap jam hemodialisis membuang 1-2 gram asam amino, sehingga asupannya dinaikkan menjadi 1-1,2 g/kg berat badan per hari (Kemenkes, 2024).

Segera hubungi dokter bila berat badan Anda turun tanpa disengaja, nafsu makan hilang, atau badan makin lemah; KDIGO menjadikan tanda ini alasan skrining malnutrisi. Baca pula cara menjaga kesehatan otot.

Baca juga: Makanan Tinggi Protein untuk Diet dan Kesehatan: 15 Pilihan Terbaik!

Bolehkah Banyak Minum Air saat Diet Rendah Protein?

Tergantung tahap penyakitnya. Pada PGK tahap awal, minum umumnya tidak perlu dibatasi, tetapi saat penyakit memburuk atau sudah cuci darah, cairan harus diawasi karena bisa menumpuk dan menyebabkan sesak napas (MedlinePlus, Diet CKD, 2025). Sesak napas akibat kelebihan cairan adalah kondisi darurat yang perlu segera ditangani.

Untuk pasien hemodialisis, ahli gizi Kemenkes memakai patokan jumlah urine sehari ditambah 500 ml (Kemenkes, 2024). Dengan urine 300 ml, jatahnya sekitar 800 ml sehari (hasil hitungan), termasuk kuah sup, es krim, dan buah berair seperti semangka atau anggur.

Jangan menambah minum tanpa persetujuan dokter Anda. Pakai gelas kecil dan catat setiap asupan cairan (MedlinePlus, Diet CKD, 2025). Anggota keluarga yang sehat bisa mengikuti takaran minum air putih sesuai berat badan.

Baca juga: Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kadar Kebutuhan Air Minum

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Makanan apa yang tidak mengandung protein?

Minyak dan gula pasir termasuk bahan dengan 0 gram protein per 100 gram (USDA FoodData Central). Buah, sayur, dan nasi tetap mengandung sedikit protein.

Buah apa yang rendah protein?

Apel (0,26 g), pepaya (0,47 g), dan semangka (0,61 g) per 100 gram (USDA FoodData Central). Pisang juga rendah protein, tetapi tinggi kalium. Pada diet ginjal dengan cuci darah, porsi buah tetap dibatasi (Kemenkes, 2025).

Apa itu defisiensi protein?

Asupan protein di bawah kebutuhan tubuh, yaitu 60-65 gram sehari untuk dewasa 19-49 tahun menurut AKG 2019. Bila berat, kondisi ini dapat berujung malnutrisi dan hilangnya massa otot (Kemenkes, 2025).

Makanan Rendah Protein untuk Keluarga Adem

Ringkasnya, makanan rendah protein hanya bermanfaat bila jenis dan porsinya mengikuti resep dokter atau ahli gizi.

Bagi Keluarga Adem yang merawat orang tersayang dengan penyakit ginjal, menyiapkan menu dan mencatat cairan bersama adalah dukungan nyata.

Bila ada batas cairan, AQUA Botol 330 ml memudahkan Anda menghitung jatah minum. Untuk keluarga lainnya, yuk sediakan AQUA Sejuk Alami yang adem tanpa didinginkan.

Kenapa harus AQUA? Karena tidak semua air itu AQUA. AQUA berasal dari 19 sumber air pegunungan terpilih yang terlindungi, melalui 9 kriteria pemilihan, 5 tahapan, dan minimal 1 tahun penelitian.

Dingin Alaminya AQUA, Ademin Kamu

Referensi

  1. U.S. Department of Agriculture, Agricultural Research Service. (2018). USDA FoodData Central (data SR Legacy, rilis final April 2018; FDC ID 171413, 169655, 171688, 169926, 167765, 170457, 173944, 168914, 170438, 168878, 174272, 172183, 172184). https://fdc.nal.usda.gov/. Diakses 7 Oktober 2026.
  2. Kidney Disease: Improving Global Outcomes (KDIGO) CKD Work Group. (2024). KDIGO 2024 Clinical Practice Guideline for the Evaluation and Management of Chronic Kidney Disease. Kidney International, 105(4S), S117-S314. https://kdigo.org/wp-content/uploads/2024/03/KDIGO-2024-CKD-Guideline.pdf. Diakses 7 Oktober 2026.
  3. Natiroh, RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten; Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI. (2025, 9 April). Mengenal Diet Penyakit Ginjal Kronik dengan Hemodialisa. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/4059/mengenal-diet-penyakit-ginjal-kronik-dengan-hemodialisa. Diakses 7 Oktober 2026.
  4. Lestari, M., RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten; Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI. (2024, 14 Maret). Diet pada Pasien Gagal Ginjal Kronik dengan Hemodialisa. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3229/diet-pada-pasien-gagal-ginjal-kronik-dengan-hemodialisa. Diakses 7 Oktober 2026.
  5. MedlinePlus, U.S. National Library of Medicine. (2025, 2 September). Diet - chronic kidney disease. https://medlineplus.gov/ency/article/002442.htm. Diakses 7 Oktober 2026.
  6. MedlinePlus, U.S. National Library of Medicine. (2025, 8 April). Phenylketonuria. https://medlineplus.gov/ency/article/001166.htm. Diakses 7 Oktober 2026.
  7. Kementerian Kesehatan RI. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia (status Berlaku di JDIH BPK, edisi AKG terbaru). https://peraturan.bpk.go.id/Details/138621/permenkes-no-28-tahun-2019. Diakses 7 Oktober 2026.

Artikel Terkait

Tidak ada artikel.

Website ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari lebih lanjut .