Logo AQUA

Makanan yang Bagus untuk Ibu Hamil: 12 Pilihan Bergizi untuk Ibu dan Janin

Hidup Sehat | 29 November 2022

Bagikan:

Makanan yang Bagus untuk Ibu Hamil: 12 Pilihan Bergizi untuk Ibu dan Janin

Selama masa kehamilan, memilih makanan yang tepat bukan sekadar soal mengisi perut, ini tentang memastikan tumbuh kembang janin berjalan optimal sekaligus menjaga kondisi tubuh Anda tetap prima. Tubuh Anda bekerja jauh lebih keras dari biasanya untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri sekaligus si kecil dalam kandungan.

Ibu hamil memerlukan asupan nutrisi yang baik, salah satunya dengan rutin mengonsumsi makanan tinggi serat seperti sayuran dan buah-buahan. Namun tentu masih banyak pilihan lain yang tak kalah penting. Simak rekomendasi lengkap makanan yang bagus untuk ibu hamil berikut ini.

Nutrisi Penting yang Dibutuhkan Ibu Hamil

Sebelum masuk ke daftar makanannya, penting untuk memahami kriteria makanan sehat yang sesungguhnya dibutuhkan selama kehamilan. Beberapa nutrisi utama yang wajib terpenuhi antara lain:

  • Asam folat, mencegah cacat lahir seperti spina bifida, terutama pada trimester pertama
  • Zat besi, mencegah anemia dan mendukung suplai oksigen ke janin
  • Kalsium, membantu pembentukan tulang dan gigi janin
  • Protein, mendukung pertumbuhan otot dan jaringan tubuh janin
  • Omega-3 (DHA), penting untuk perkembangan otak dan mata janin
  • Vitamin A, C, dan D, menjaga imunitas, penglihatan, dan penyerapan kalsium secara optimal

Kebutuhan berbagai nutrisi ini akan terus meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan. Pada trimester kedua dan ketiga, kebutuhan kalori harian bisa meningkat hingga 340-450 kalori per hari dari sebelumnya.

Rekomendasi Makanan yang Bagus untuk Ibu Hamil

Tanpa basa-basi lagi, berikut daftar lengkapnya untuk Anda.

1. Ikan Salmon

Ikan salmon menjadi salah satu makanan yang bagus untuk ibu hamil karena merupakan sumber vitamin hewani yang sangat kaya. Kandungan asam lemak omega-3, khususnya DHA, berperan penting dalam perkembangan otak dan mata janin sejak dini.

Selain itu, salmon juga mengandung vitamin D yang membantu tubuh menyerap kalsium dengan lebih efisien. Namun perlu diingat, konsumsilah salmon dalam kondisi matang sempurna dan hindari sajian mentah seperti sushi atau sashimi yang berisiko bagi pertumbuhan janin.

2. Telur

Telur termasuk dalam makanan tinggi protein yang sangat dianjurkan selama kehamilan. Di dalamnya terkandung hampir semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh: protein, kalori, lemak sehat, berbagai vitamin, dan mineral.

Yang tak kalah penting, telur mengandung kolin, nutrisi yang kerap luput dari perhatian namun sangat vital untuk kecerdasan otak dan perkembangan sistem saraf janin. Sama seperti salmon, pastikan telur dikonsumsi dalam kondisi matang sempurna untuk menghindari risiko kuman yang dapat membahayakan kesehatan ibu dan janin.

3. Produk Olahan Susu

Susu, yogurt, dan keju menjadi pilihan tepat untuk memenuhi kebutuhan protein dan kalsium secara bersamaan. Kalsium yang terkandung di dalamnya sangat penting bagi pertumbuhan tulang, gigi, saraf, hati, dan otot janin yang sehat.

Yogurt bahkan memberikan manfaat tambahan berupa probiotik yang mendukung kesehatan pencernaan ibu hamil. Namun, selalu pilih produk yang sudah melalui proses pasteurisasi, dan hindari susu mentah maupun keju lunak yang belum dipasteurisasi karena berisiko mengandung bakteri berbahaya.

Baca Juga: 8 Cara Mengatasi Sakit Pinggang saat Hamil, Wajib Tahu!

4. Sayuran Hijau

Sayuran hijau seperti bayam, kangkung, dan brokoli mengandung sebagian besar nutrisi yang dibutuhkan selama kehamilan dalam satu kelompok makanan. Kandungan asam folat pada bayam sangat penting terutama di trimester pertama karena membantu mencegah cacat lahir seperti spina bifida dan anensefali.

Sementara brokoli unggul dalam kandungan kalsium, vitamin C, dan lutein yang baik untuk kesehatan mata. Manfaat sayuran hijau juga mencakup serat yang membantu mencegah sembelit, keluhan umum yang sering dialami ibu hamil, serta antioksidan yang mendukung sistem kekebalan tubuh ibu dan janin.

5. Daging tanpa Lemak

Daging ayam, daging sapi tanpa lemak, dan daging ikan merupakan sumber zat besi heme yang paling mudah diserap oleh tubuh. Ini sangat penting karena volume darah ibu hamil meningkat secara signifikan sepanjang kehamilan, sehingga kebutuhan zat besi pun ikut bertambah.

Kekurangan zat besi pada masa kehamilan berisiko menyebabkan anemia, yang pada akhirnya dapat berujung pada kelahiran prematur atau bayi dengan berat badan lahir rendah. Pastikan daging tanpa lemak hadir secara rutin dalam menu makan harian Anda, terutama memasuki trimester kedua dan ketiga.

6. Buah-buahan

Buah-buahan juga menjadi salah satu makanan yang bagus untuk ibu hamil karena kandungannya yang lengkap dan beragam manfaatnya. Beberapa pilihan terbaik antara lain:

  • Alpukat, kaya asam lemak baik, vitamin K, dan kalium yang membantu mengurangi kram kaki
  • Pisang, mengandung vitamin B6 yang efektif mengurangi rasa mual di trimester pertama, serta kalium untuk keseimbangan cairan
  • Jeruk, hampir 90 persen kandungannya adalah air sehingga membantu mencegah dehidrasi, ditambah folat dan vitamin C yang tinggi
  • Mangga, sumber vitamin A, vitamin C, dan kalium yang membantu menjaga tekanan darah tetap stabil

Pilihlah buah-buahan yang tidak terlalu asam, terutama di awal kehamilan, mengingat pengaruh hormon yang dapat memicu asam lambung naik. Buah-buahan ini juga sangat praktis dijadikan camilan sehat di sela aktivitas harian.

7. Kacang-kacangan

Kacang tanah, buncis, kacang kedelai, dan kacang polong merupakan sumber asam folat, zat besi, protein, serat, dan kalsium nabati yang sangat baik. Nutrisi-nutrisi ini sangat dibutuhkan terutama pada trimester pertama, saat organ-organ vital janin mulai terbentuk.

Selain dikonsumsi langsung, produk olahan kacang seperti susu kedelai dan susu almond juga bisa menjadi pilihan yang praktis dan bergizi. Kandungan folat dalam kacang-kacangan bahkan terbukti dapat membantu mengatasi mual dan muntah yang sering dirasakan di awal kehamilan, sekaligus mencegah kelainan pada bayi seperti cacat lahir.

Baca Juga: 5 Cara Menyusui Bayi Baru Lahir dengan Benar, Simak Tipsnya!

8. Ubi Jalar

Ubi jalar adalah sumber vitamin A yang sangat baik dan mudah didapat di pasaran. Vitamin A berperan penting dalam pertumbuhan sel dan jaringan tubuh janin, termasuk mendukung perkembangan penglihatan dan sistem imun sejak dalam kandungan.

Selain vitamin A, ubi jalar juga kaya serat dan kalium yang membantu mencegah sembelit serta menjaga tekanan darah tetap normal selama kehamilan. Karena rasanya yang manis alami, ubi jalar bisa diolah dengan cara direbus atau dikukus sebagai camilan sehat tanpa tambahan gula berlebih.

9. Kurma dan Buah Kering

Kurma adalah salah satu buah kering yang sangat dianjurkan bagi ibu hamil, terutama memasuki trimester ketiga. Kurma mengandung serat, kalium, dan zat besi yang membantu mempersiapkan tubuh menjelang persalinan.

Konsumsi kurma secara rutin di trimester ketiga diketahui dapat membantu pelebaran serviks dan mengurangi kebutuhan induksi saat persalinan. Kendati demikian, batasi konsumsinya karena kandungan gulanya cukup tinggi, cukup 3-5 butir per hari sebagai camilan pendamping.

10. Oatmeal dan Biji-bijian Utuh

Oatmeal dan biji-bijian utuh seperti beras merah, chia seed, dan wijen melengkapi kebutuhan serat, kalsium nabati, dan omega-3 yang sering terabaikan dalam menu harian. Oatmeal sangat cocok dijadikan menu sarapan karena memberikan energi yang stabil sepanjang pagi dan membantu menghindari lonjakan gula darah yang tidak diinginkan.

Chia seed dan wijen bisa dengan mudah ditaburkan pada yogurt atau smoothie buah sebagai cara praktis menambah asupan kalsium dan lemak baik setiap hari tanpa perlu mengubah banyak kebiasaan makan Anda.

11. Konsumsi Makanan yang Matang

Selain jenis makanannya, satu hal penting yang tidak boleh diabaikan selama kehamilan adalah memastikan semua makanan dikonsumsi dalam keadaan matang sempurna. Makanan mentah atau setengah matang berisiko mengandung bakteri Salmonella dan parasit toksoplasma yang dapat berdampak serius pada kehamilan, bahkan memicu keguguran.

Ini berlaku untuk telur, daging, ikan, hingga kerang-kerangan. Kebiasaan kecil ini adalah langkah perlindungan sederhana yang dampaknya sangat besar bagi keselamatan janin Anda.

12. Minum Air Putih yang Cukup

Selama hamil, kebutuhan cairan meningkat karena volume darah ibu hamil bertambah sekitar 45 persen. Untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh dan terhindar dari dehidrasi saat hamil, Anda disarankan mengonsumsi air putih minimal 2 liter per hari.

Minum air putih yang cukup juga membantu mencegah sembelit dan infeksi saluran kemih, sekaligus menjaga bantalan tulang agar tetap elastis sehingga mengurangi risiko nyeri punggung saat hamil. Oleh karenanya, selalu sediakan air mineral berkualitas seperti AQUA Galon 19 liter di rumah.

AQUA merupakan pilihan yang tepat bagi ibu hamil. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Home Tester Club Indonesia kepada 207 ibu hamil, ditemukan fakta bahwa 9 dari 10 ibu hamil setuju mengonsumsi AQUA tidak menimbulkan rasa mual atau eneg. Dengan harga hanya Rp1.000-an per liternya, pastikan Anda selalu sediakan #AQUADULU di rumah, ya!

Makanan yang Sebaiknya Dihindari Ibu Hamil

Selain mengetahui apa yang baik dikonsumsi, penting juga untuk memahami makanan yang perlu dihindari atau dibatasi selama kehamilan agar tidak membahayakan ibu dan janin:

  • Daging dan telur mentah atau setengah matang, berisiko membawa bakteri Salmonella dan parasit toksoplasma
  • Ikan tinggi kandungan merkuri, seperti tuna besar, marlin, dan hiu yang dapat mengganggu perkembangan otak dan sistem saraf janin; ganti dengan ikan yang aman seperti salmon, sarden, atau lele
  • Susu dan keju yang tidak dipasteurisasi, berpotensi terkontaminasi bakteri Listeria yang bisa menyebabkan keguguran
  • Makanan dan minuman tinggi gula berlebihan, meningkatkan risiko diabetes gestasional
  • Kafein berlebih, batasi maksimal 200 mg per hari untuk menghindari risiko berat lahir rendah dan keguguran

Itulah sederet rekomendasi terkait makanan yang bagus untuk ibu hamil yang juga menunjang kesehatan si kecil dalam kandungan. Jangan lupa untuk selalu mengonsumsi makanan sehat dan bergizi setiap hari, cukupi kebutuhan cairan, serta imbangi pula dengan olahraga untuk ibu hamil secara rutin agar kondisi tubuh tetap bugar sepanjang masa kehamilan.

Baca Juga: 11 Cemilan Sehat Ibu Hamil yang Lezat dan Padat Nutrisi

Artikel Terkait

Tidak ada artikel.

Website ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari lebih lanjut .