Air mineral dan air demineral terlihat sama di dalam gelas, tetapi isinya tidak sama sekali. Memahami bedanya membantu Anda memilih air minum yang tepat untuk dikonsumsi setiap hari.
TL;DR (Ringkasan):
- Air mineral membawa mineral alami dari sumbernya, air demineral nyaris tanpa mineral karena proses pemurnian.
- Keduanya berbeda pada sumber, rasa, kandungan, fungsi, dan manfaat.
- WHO mencatat risiko kardiovaskular dari konsumsi air demineral yang minim kalsium dan magnesium.
- Standar mutu air minum Indonesia: pH 6,5 sampai 8,5 (Permenkes No. 2 Tahun 2023).
Sesuai namanya, air mineral adalah air yang membawa kandungan mineral. Lalu air demineral?
Air demineral adalah kebalikannya: kadar mineralnya rendah, bahkan pada banyak kasus nyaris tidak ada sama sekali.
Dari titik itulah sejumlah perbedaan muncul, terutama kalau dilihat dari sisi kesehatan.
Mari kita bahas satu per satu.
Apa Saja Perbedaan Air Mineral dan Demineral?
Air mineral dan air demineral berbeda sejak dari asalnya, dan perbedaan itu berlanjut ke kandungan sampai fungsinya. Air mineral diambil dari sumber alami seperti pegunungan vulkanik, lalu membawa mineral bawaan seperti kalsium dan magnesium. Air demineral melewati proses pemurnian yang justru membuang hampir seluruh mineral tersebut, sehingga rasa dan teksturnya ikut berubah. Mengapa kandungan mineral ini layak Anda perhatikan? Tubuh manusia sangat bergantung pada air: hingga 60% tubuh orang dewasa adalah air, bahkan otak dan jantung sekitar 73% air (USGS Water Science School). Contohnya, saat Anda berkeringat banyak, cairan dan elektrolit ikut hilang dan perlu segera diganti. Memilih jenis air yang tepat membantu tubuh menjaga keseimbangan itu setiap hari. Pahami lima perbedaan berikut sebelum menentukan air minum harian untuk keluarga Anda di rumah.
Banyak orang menganggap semua air minum itu sama saja. Padahal air punya beberapa jenis, dan air mineral serta demineral adalah dua di antaranya.
Perbedaan keduanya bisa dilihat dari sumber air, tekstur, rasa, sampai kandungannya. Prosesnya pun berbeda, dan itu ikut menentukan hasil akhirnya.
Berikut lima pembedanya.
1. Sumber Air
Yang pertama, asal airnya. Air mineral berasal dari sumber pegunungan vulkanik dan sudah membawa kandungan mineral sejak dari sumbernya.
Pegunungan vulkanik termasuk sumber air minum terbaik, sebab lokasinya jauh dari polusi.
Hasilnya, air mineral mengandung berbagai nutrisi yang baik bagi tubuh, sehingga layak diminum langsung.
Air demineral jalannya berbeda. Air ini lahir dari serangkaian proses pemurnian, mulai dari pemisahan zat kimia, penetralan ion, sampai beberapa tahapan lanjutan lainnya.
2. Tekstur dan Rasa
Pembeda kedua terasa langsung di lidah. Air mineral biasanya punya rasa segar dan karakter khas yang tidak dimiliki air demineral.
Rasa itu datang dari kandungan nutrisi di dalamnya. Teksturnya pun cenderung terasa lebih berat, sebab kandungan mineralnya tinggi.
Air demineral sebaliknya. Rasanya lebih netral dan teksturnya terasa lebih ringan.
Baca juga:Dehidrasi - Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya
3. Kandungan
Pembeda ketiga ada pada isinya.
Air mineral membawa beberapa senyawa mineral sekaligus, seperti magnesium, kalium, kalsium, zat besi, hingga seng.
Mineral-mineral itu dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan agar tidak mudah terserang penyakit.
Air demineral tidak menawarkan hal yang sama. Kandungan mineralnya sedikit, bahkan bisa hampir tidak ada.
Air mineral bekerja untuk tubuh yang memang didominasi cairan. Data USGS menunjukkan paru-paru manusia sekitar 83% air, otot dan ginjal 79%, kulit 64%, sedangkan bayi baru lahir sekitar 78% air (USGS Water Science School). Organ-organ itu mengandalkan pasokan cairan yang stabil agar dapat berfungsi normal setiap hari. Air yang Anda minum setiap hari menjadi salah satu jalur utama untuk mengisi ulang cadangan cairan tersebut. Mineral seperti magnesium, kalsium, dan kalium ikut dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulang, jantung, serta kadar elektrolit tubuh. Air demineral tetap menghidrasi, tetapi tidak menyumbang mineral pendamping tersebut dalam jumlah berarti. Jadi bila menu makan harian Anda kurang beragam, segelas air mineral memberi tambahan asupan yang tidak Anda dapatkan dari air demineral. Perhatikan keterangan kandungan mineral pada label sebelum membeli.
4. Fungsi
Kegunaan keduanya juga berbeda jauh. Air mineral dipakai untuk konsumsi sehari-hari, baik sebagai air minum maupun untuk kebutuhan memasak.
Air demineral lebih banyak dipakai di bidang industri dan laboratorium. Justru karena tidak mengandung mineral, air ini cocok untuk proses penelitian yang menuntut kemurnian.
5. Manfaat
Pembeda terakhir ada pada manfaatnya. Air mineral membawa berbagai kandungan nutrisi, dan itu berdampak langsung bagi kesehatan tubuh.
Beberapa manfaat air mineral antara lain:
- Membantu menurunkan berat badan.
- Membantu menurunkan tekanan darah.
- Meningkatkan kesehatan tulang.
- Membantu melemahkan tingkat lemak jahat (LDL) dalam tubuh.
- Membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
- Membantu menjaga kesehatan kulit.
- Membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan.
- Membantu menjaga kadar elektrolit dalam tubuh.
- Membantu menurunkan risiko penuaan dini.
- Membantu mengatasi keluhan asam lambung.
- Mengurangi potensi batu ginjal.
Air demineral pun punya perannya sendiri. Karena kandungan mineralnya sedikit, air ini tidak menumpuk kadar mineral anorganik di dalam tubuh.
Sebaliknya, air demineral justru dapat membantu membersihkan mineral-mineral anorganik dari jaringan tubuh.
Masyarakat zaman dahulu bahkan biasa memanfaatkan air demineral untuk membantu proses penyembuhan saat sedang sakit.
Baca juga:Ini 4 Cara Mendapatkan Air Minum yang Sehat dan Berkualitas
So, Lebih Baik Air Mineral atau Demineral?
Air mineral layak minum bukan sekadar soal rasa, tetapi soal standar mutu yang terukur. Banyak orang hanya menilai dari kejernihan, padahal parameter laboratorium jauh lebih menentukan. Di Indonesia, acuan resminya adalah Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 yang berlaku sejak 12 Januari 2023. Aturan ini menetapkan pH 6,5 sampai 8,5, TDS di bawah 300 mg/L, kekeruhan di bawah 3 NTU, warna maksimal 10 TCU, serta E. coli dan total coliform 0 CFU/100 mL (Permenkes No. 2 Tahun 2023, JDIH BPK RI, 2023). Baik air mineral maupun air demineral yang dijual sebagai air minum harus lolos parameter tersebut. Misalnya, air dengan kekeruhan tinggi otomatis tidak memenuhi syarat meski tampak aman saat dilihat sekilas. Sebelum memutuskan jenis air untuk keluarga, pastikan produk pilihan Anda memenuhi standar baku mutu ini.
| Parameter | Batas menurut Permenkes No. 2 Tahun 2023 |
|---|---|
| pH | 6,5 sampai 8,5 |
| TDS (zat padat terlarut) | di bawah 300 mg/L |
| Kekeruhan | di bawah 3 NTU |
| Warna | maksimal 10 TCU |
| E. coli dan total coliform | 0 CFU/100 mL |
Sumber: Permenkes No. 2 Tahun 2023, JDIH BPK RI
Setelah tahu bedanya, pertanyaan berikutnya hampir pasti sama: sebenarnya mana yang lebih baik?
Keduanya punya manfaat masing-masing. Namun data penelitian World Health Organization (WHO) berjudul Nutrients in Drinking Water mencatat beberapa risiko dari konsumsi air demineral, khususnya yang tidak mengandung cukup kalsium atau magnesium. Risiko tersebut mencakup peningkatan penyakit kardiovaskular, preeklampsia, dan kelahiran prematur.
Tentu itu bukan satu-satunya acuan. Sebagian orang dengan kondisi medis tertentu justru memang membutuhkan air demineral untuk menunjang kesehatannya.
Jadi jawabannya kembali ke kebutuhan masing-masing. Kalau dokter menganjurkan Anda mengonsumsi air demineral, ikuti saran tersebut agar kondisi bisa pulih.
Tetapi bila Anda tidak punya kondisi medis khusus, air mineral umumnya jadi pilihan terbaik. Jenis air ini berasal dari sumber pegunungan yang sudah tersaring secara alami oleh lapisan bebatuan.
Kandungan nutrisinya pun terbukti penting bagi kesehatan tubuh.
Karena itu, mencukupi konsumsi air mineral setiap hari tetap jadi cara paling sederhana menjaga cairan tubuh tetap terpenuhi.
Itulah sederet informasi terkait perbedaan air mineral dan demineral beserta manfaatnya. Dari uraian di atas, terlihat bahwa air mineral merupakan pilihan air minum yang membawa kebaikan bagi tubuh.
Untuk air mineral yang sehat dan terbaik yang bisa dikonsumsi setiap hari, AQUA bisa jadi pilihan. AQUA telah sesuai dengan standar air minum layak konsumsi dari Kepmenkes Nomor 907 Tahun 2002, yaitu tak berasa maupun berbau, tidak berwarna, dan bersih.
Catatan pembaruan (hasil riset, Agustus 2026): Acuan regulasi di atas kini sudah diperbarui. Kepmenkes Nomor 907 Tahun 2002 dan Permenkes Nomor 492 Tahun 2010 telah dicabut dan digantikan oleh Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan, yang berlaku sejak 12 Januari 2023. Standar baku mutu air minum dalam aturan terbaru menetapkan pH 6,5 sampai 8,5, TDS di bawah 300 mg/L, kekeruhan di bawah 3 NTU, warna maksimal 10 TCU, serta E. coli dan total coliform 0 CFU/100 ml. Sumber: Permenkes No. 2 Tahun 2023, JDIH BPK RI.
AQUA juga berasal dari sumber pegunungan dengan proses pengolahan tanpa campur tangan manusia, metode pengambilan yang cermat, dan pengemasan berstandar tinggi. Kesegarannya karena itu tetap terjaga. Bahkan tanpa didinginkan di kulkas, air AQUA tetap terasa dingin alami dan segar.
Jadi, yuk #AQUADULU setiap hari. Diciptakan oleh alam, 100% MURNI air mineral pegunungan tanpa tambahan apapun, sebagaimana alam ingin Anda meminumnya!
FAQ Seputar Air Mineral dan Air Demineral
Apakah air demineral aman diminum setiap hari?
Aman dalam jumlah wajar, tetapi WHO mencatat risiko seperti gangguan kardiovaskular bila air minum harian minim kalsium dan magnesium. Orang dengan kondisi medis tertentu justru dianjurkan dokter mengonsumsinya. Tanpa anjuran khusus, air mineral tetap pilihan yang lebih aman untuk konsumsi rutin sehari-hari.
Apa saja mineral yang terkandung dalam air mineral?
Air mineral umumnya membawa magnesium, kalium, kalsium, zat besi, hingga seng. Mineral tersebut mendukung kesehatan tulang, jantung, pencernaan, dan keseimbangan elektrolit tubuh. Kadarnya bisa berbeda antarproduk karena bergantung pada karakter bebatuan di sumber airnya, jadi baca selalu keterangan kandungan pada label kemasan.
Bagaimana cara mengetahui air mineral memenuhi standar?
Cek acuan resminya. Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 menetapkan pH 6,5 sampai 8,5, TDS di bawah 300 mg/L, dan kekeruhan di bawah 3 NTU (Permenkes No. 2 Tahun 2023, JDIH BPK RI, 2023). Produk kemasan yang berizin edar BPOM sudah diuji terhadap parameter tersebut.
Untuk Anda yang setia dengan galon di rumah, ada kabar baik dari Keluarga Adem. Ada kode unik di balik tutup AQUA galon yang bisa ditukar dengan hadiah lewat promo AQUA 100% Untung. Cek tutupnya, raih hadiahnya, dan biarkan hari Anda tetap adem.

