Cara menjaga kebersihan lingkungan dimulai dari kebiasaan harian: buang sampah pada tempatnya, pilah dan kurangi sampah, olah sisa dapur menjadi kompos, jaga selokan tetap lancar, dan jangan membakar sampah. Dua belas langkah berikut bisa Anda terapkan di rumah maupun di sekolah.
Sebagian langkahnya merupakan penerapan prinsip 5R daur ulang.
Yang Perlu Anda Ketahui
- Akhir 2025, baru 25% sampah nasional terkelola (KLH/BPLH, 2026).
- UU 18/2008 melarang membuang sampah sembarangan dan membakarnya di luar persyaratan teknis.
- Memilah sampah termasuk kegiatan pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (Permenkes 3/2014).
- WHO menganjurkan penampungan air dibersihkan setiap minggu (Dengue, 2025).
Apa Itu Kebersihan Lingkungan dan Mengapa Penting?
Kebersihan lingkungan adalah keadaan tempat tinggal dan ruang bersama yang bebas dari sampah berserakan, genangan, dan limbah yang mencemari. Ini penting karena sampah masih menumpuk: hingga akhir 2025, baru 25% sampah nasional terkelola, sementara 105.483 ton per hari belum tertangani secara memadai (KLH/BPLH, 2026).
Dampaknya juga menyangkut kesehatan. Permenkes 3/2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), yang berstatus Berlaku di database peraturan BPK, dibuat untuk memperkuat perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan mencegah penyakit berbasis lingkungan. Lima pilarnya ditujukan untuk memutus mata rantai penularan penyakit dan keracunan.
Ada dua pilar yang menyangkut rumah Anda secara langsung: pengamanan sampah rumah tangga dan pengamanan limbah cair rumah tangga. Jadi, menyapu teras dan membersihkan selokan termasuk upaya kesehatan keluarga, bukan hanya soal kerapian.
12 Cara Menjaga Kebersihan Lingkungan di Rumah dan Sekitar
Urutan di tabel bergerak dari kebiasaan pribadi ke kegiatan bersama warga RT. Enam langkah pertama mengurus sampah sejak dari tangan Anda, sedangkan enam berikutnya merawat halaman dan saluran air, lalu mengajak tetangga bergerak bersama.
Urutannya sejalan dengan pilar pengamanan sampah rumah tangga dalam STBM, yang meminta keluarga memilah sampah sesuai jenisnya, membuangnya ke luar rumah secara rutin, serta menjalankan reduce, reuse, dan recycle (Permenkes 3/2014, 2014). Untuk dapur dan kamar mandi, lihat 8 cara menjaga kebersihan rumah.
Kebijakan nasional pun mengarah ke titik yang sama. Pada Rakornas Pengelolaan Sampah 2026, Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq menegaskan perubahan harus dimulai dari hulu, lewat pengurangan sampah dari sumber melalui 3R dan ekonomi sirkular (KLH/BPLH, 2026). Mulailah dari dua langkah termudah di rumah Anda.
| No. | Cara | Contoh |
|---|---|---|
| 1 | Buang sampah pada tempatnya | Pakai tempat sampah bertutup |
| 2 | Pilah sampah | Pisahkan sisa makanan dari plastik |
| 3 | Kurangi barang sekali pakai | Bawa tas kain, botol minum |
| 4 | Pakai ulang dan daur ulang | Setor botol bersih ke bank sampah |
| 5 | Olah sampah organik | Jadikan sisa sayur kompos |
| 6 | Pisahkan sampah berbahaya (B3) | Baterai dan lampu bekas |
| 7 | Sapu halaman | Termasuk teras, secara rutin |
| 8 | Bersihkan selokan | Angkat lumpur dengan sekop |
| 9 | Tutup penampungan air | Buang wadah bekas berisi air |
| 10 | Jangan membakar sampah | Serahkan ke petugas kebersihan |
| 11 | Tanam pohon | Mulai dari pot di teras |
| 12 | Ikut kerja bakti | Ajak tetangga dan anak |
Bagaimana Memilah Sampah dan Mengapa Tidak Boleh Dibakar?
Pilah sampah sejak dari sumbernya, lalu serahkan ke petugas atau bank sampah, jangan dibakar. PP 81/2012 meminta setiap orang mengelompokkan sampah rumah tangga menjadi paling sedikit lima jenis: sampah B3, mudah terurai, dapat digunakan kembali, dapat didaur ulang, dan sampah lainnya (BPK, 2012).
Dua dari 12 cara di atas sudah menjadi larangan hukum. UU 18/2008 Pasal 29 melarang setiap orang membuang sampah tidak pada tempat yang telah ditentukan dan membakar sampah yang tidak sesuai persyaratan teknis pengelolaan sampah. Peraturan daerah dapat menetapkan sanksi kurungan atau denda.
Alasannya juga kesehatan. Menurut WHO (Open waste burning, 2025), paparan asap pembakaran sampah dapat memicu batuk, iritasi kulit, dan penyakit pernapasan. Di Jabodetabek, pembakaran terbuka sampah dan lahan menyumbang 9-11% polusi udara (KLH/BPLH, Jabodetabek, 2025).
Baca juga: 7 Kerajinan dari Botol Plastik Bekas yang Mudah Dibuat di Rumah dan Sekolah
Selokan Lancar dan Penampungan Air Tertutup Membantu Mencegah Sarang Nyamuk
Air yang tertahan di selokan tersumbat dan wadah bekas bisa menjadi tempat nyamuk bertelur. WHO (Dengue, 2025) menganjurkan sampah padat dibuang dengan benar, wadah buatan yang bisa menampung air disingkirkan, dan penampungan air rumah tangga ditutup, dikosongkan, serta dibersihkan setiap minggu.
Di Indonesia, langkah serupa dikenal sebagai Gerakan 3M Plus: menguras, menutup, dan mendaur ulang, plus upaya lain. Pada 2025, Kemenkes menyebut 2024 sebagai puncak kasus demam berdarah dengue (DBD) dengan lebih dari 1.400 kematian. Dalam konferensi pers 16 Juni 2026, Kemenkes melaporkan 39.672 kasus dan 105 kematian hingga Mei 2026 (RRI, 2026).
Pilar limbah cair STBM juga meminta keluarga memelihara saluran pembuangan dan penampungan limbah cair rumah tangga (Permenkes 3/2014). Saat membersihkan selokan, pakai sarung tangan dan sepatu bot, lalu cuci tangan pakai sabun.
Bagaimana Cara Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekolah?
Di sekolah, prinsipnya sama dengan di rumah, hanya dikerjakan bersama satu kelas: buang dan pilah sampah, jalankan piket kelas, bawa botol minum sendiri, dan laporkan selokan tersumbat kepada guru.
Banyak sekolah menjadikannya program resmi. Pada 10 Desember 2025, KLH/BPLH memberi penghargaan kepada 721 Sekolah Adiwiyata Nasional dan 258 Sekolah Adiwiyata Mandiri, naik dari 512 dan 208 sekolah pada 2024. Program ini mencakup antara lain kebersihan dan sanitasi serta pengelolaan sampah. Menurut Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq, pendidikan lingkungan di sekolah juga membentuk empati dan kepedulian, tidak hanya pengetahuan.
Untuk tugas yang meminta tiga atau lima contoh, ambil dari tabel di atas dan tambahkan alasannya, misalnya: "Saya memilah sampah supaya botol plastik bisa didaur ulang." Ide gambar untuk mading kelas ada di kumpulan poster berikut.
Baca juga: 8 Contoh Poster Sampah Plastik dan Lingkungan yang Mudah Digambar
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apa saja 5 cara menjaga kebersihan lingkungan?
Lima cara termudah adalah membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah, mengurangi barang sekali pakai, membersihkan selokan, dan tidak membakar sampah.
Apa tiga cara menjaga kebersihan lingkungan yang paling sederhana?
Buang sampah pada tempatnya, pilah sampah, dan jangan membakar sampah; dua di antaranya dilarang UU 18/2008.
Bagaimana cara menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat?
Jadikan kebersihan rutinitas: buang dan pilah sampah setiap hari, jangan biarkan air menggenang, dan bersihkan penampungan air setiap minggu (WHO, Dengue, 2025).
Kebiasaan Kecil, Lingkungan yang Lebih Sehat
Cara menjaga kebersihan lingkungan paling efektif berawal dari sampah di rumah sendiri: dipilah, lalu dibuang di tempatnya tanpa dibakar.
Keluarga Adem membagi tugas tanpa ribut, seperti contoh kebiasaan baik di rumah: anak menyapu teras, orang tua memilah sampah dapur.
Saat rehat kerja bakti, tawarkan AQUA Life 1,1 liter: menurut halaman produknya, botol ini dibuat dari 100% botol plastik daur ulang dan dapat didaur ulang lagi; isinya AQUA adem tanpa didinginkan.
Yuk, mulai dari satu kebiasaan minggu ini.
Kenapa harus AQUA? Karena tidak semua air itu AQUA. AQUA berasal dari 19 sumber air pegunungan terpilih yang terlindungi, melalui 9 kriteria pemilihan, 5 tahapan, dan minimal 1 tahun penelitian.
Dingin Alaminya AQUA, Ademin Kamu

