Logo AQUA

Pahami Proses Pembuatan Air Mineral Murni Pegunungan, Simak!

Kemurnian AQUA | 25 Agustus 2024

Bagikan:

Pahami Proses Pembuatan Air Mineral Murni Pegunungan, Simak!

Sudah tahukah Anda apa itu air mineral, dan bagaimana proses pembuatannya? Kita meminumnya hampir setiap hari, tapi soal asal-usulnya, banyak yang belum benar-benar tahu.

TL;DR (Ringkasan):

  • Air mineral murni diambil dari sumber pegunungan vulkanik terlindungi dan tersaring alami oleh bebatuan.
  • Prosesnya: pemilihan sumber, penyaringan alami, pembersihan kemasan, lalu pengisian higienis.
  • Air layak minum tidak berasa, berwarna, atau berbau, dengan pH 6,5 sampai 8,5 menurut Permenkes No. 2 Tahun 2023.

Ada juga anggapan yang cukup umum: bahwa semua air adalah air mineral dan aman diminum. Kenyataannya tidak begitu.

Supaya Anda tidak salah memilih air mineral berkualitas, simak penjelasan berikut, mulai dari proses pembuatannya sampai kriteria air mineral yang layak minum.

Apa Itu Air Mineral?

Air mineral adalah air minum yang membawa mineral alami seperti kalsium, magnesium, natrium, dan zat besi dari sumbernya. Kualitasnya sangat ditentukan oleh asal air itu sendiri. Rasa, kandungan, sampai keamanannya mengikuti karakter lingkungan tempat air itu berasal. Sumber pegunungan vulkanik terlindungi menghasilkan mineral murni yang lebih tinggi, sedangkan air tanah dangkal sering membutuhkan zat mineral tambahan. Apa pun jenisnya, air minum di Indonesia wajib memenuhi standar baku mutu Permenkes Nomor 2 Tahun 2023: pH 6,5 sampai 8,5 dan TDS di bawah 300 mg/L (Permenkes No. 2 Tahun 2023, JDIH BPK RI, 2023). Misalnya, air dengan zat padat terlarut melebihi batas itu tidak layak disebut air minum berkualitas. Sebelum membeli, cek keterangan sumber air pada label supaya Anda tahu persis jenis air mineral yang dikonsumsi keluarga.

Air mineral adalah air yang mengandung berbagai jenis mineral, seperti zat besi, natrium, selenium, magnesium, dan kalsium.

Yang perlu diketahui, ada dua jenis air mineral yang beredar di masyarakat. Pertama, air mineral yang diambil langsung dari sumber air pegunungan vulkanik terlindungi.

Jenis ini diambil dari tanah lapisan dalam dan disaring secara alami saat melewati aliran bebatuan, sehingga kandungan di dalamnya tetap terjaga.

Kandungan mineral murninya pun tinggi.

Jenis kedua berbeda. Air mineral ini berasal dari sumber air tanah dangkal yang tidak terlindungi, sehingga kandungan mineral murninya kurang mencukupi. Karena itu, zat mineral tambahan diberikan selama proses pembuatannya.

Lantas mana yang lebih baik? Air mineral dari pegunungan vulkanik terlindungi jelas lebih unggul dan sehat dibanding air mineral dengan zat tambahan.

Alasannya, jenis air mineral ini tersaring murni melalui bebatuan dan menghasilkan mineral alami yang memang dibutuhkan tubuh.

Air mineral pegunungan vulkanik terlindungi juga bebas dari kotoran, bakteri, dan residu bahan kimia berbahaya yang biasa ditemukan pada tanah dangkal.

Baca juga:Syarat Penting Air Minum yang Baik dan Aman

Bagaimana Proses Pembuatan Air Mineral Murni Pegunungan Vulkanik?

Proses pembuatan air mineral murni pegunungan vulkanik berjalan dalam empat tahap utama. Semuanya dimulai dari pemilihan sumber terlindungi, dilanjutkan penyaringan alami oleh lapisan bebatuan, pembuatan serta pembersihan kemasan, dan diakhiri pengisian secara higienis. Tidak ada campur tangan manusia dalam penyaringannya karena alam sendiri yang bekerja. Industri AMDK tidak boleh bekerja sembarangan karena Peraturan Perindustrian RI Nomor 96/M-IND/PER/12/2011 mewajibkan pengendalian mutu sesuai persyaratan SNI. Sebagai contoh penerapannya, AQUA menjalankan 400 cek kualitas sebelum produknya sampai ke konsumen. Tahap penyaringan alami sendiri berlangsung puluhan hingga ratusan tahun di dalam lapisan bumi. Hasil akhirnya adalah air mineral yang murni, kaya mineral, dan aman dari bakteri. Kemurnian itulah yang membedakannya dari air minum olahan sumber dangkal. Saat memilih produk, Anda cukup memastikan mereknya menjalankan pengendalian mutu berstandar seperti ini.

Seperti dibahas di atas, air mineral murni pegunungan vulkanik lebih sehat. Proses pembuatannya pun tidak sama dengan produksi air minum dari sumber lain.

Berikut tahapannya.

1. Memilih Sumber Air Pegunungan Vulkanik yang Terlindungi

Semuanya dimulai dari sumber. Air mineral murni diambil dari lapisan bumi paling dalam yang tidak tersentuh manusia.

Sumber airnya terlindungi karena lingkungan alam di sekitarnya masih murni dan jauh dari pencemaran.

2. Proses Penyaringan Air

Di tahap ini, alat penyaringnya adalah alam itu sendiri.

Prosesnya berlangsung selama puluhan hingga ratusan tahun. Hasilnya, air mineral dari pegunungan vulkanik terlindungi menjadi sangat murni.

Selain mengandung mineral murni yang dibutuhkan tubuh, air ini juga aman dari bakteri dan berbagai bahan berbahaya lainnya.

3. Pembuatan dan Pembersihan Kemasan

Mengacu pada Peraturan Perindustrian RI Nomor 96/M-IND/PER/12/2011, perusahaan industri AMDK wajib melakukan pengendalian mutu agar sesuai persyaratan SNI yang berlaku.

Proses pembuatan air mineral AQUA misalnya, melewati beberapa tahapan pengendalian mutu.

Galon yang dipakai terbuat dari bahan kuat sekaligus ramah lingkungan, dan proses pencuciannya berlangsung tanpa tersentuh tangan manusia. AQUA juga melewati 400 cek kualitas.

4. Pengisian Air ke Kemasan

Tahap terakhir adalah pengisian air ke dalam kemasan dan penutupan. Semuanya dilakukan dengan prosedur higienis.

Di AQUA, pengisian air ditopang mesin berteknologi tinggi di ruangan steril, sehingga kualitas produk dan kemurniannya tetap terjaga.

Setelah itu produk disegel dengan tutup berteknologi tinggi, lalu disimpan di tempat yang jauh dari kontaminasi.

Baca juga:13 Manfaat Air Putih untuk Kesehatan Tubuh, Yuk Simak!

Apa Saja Kriteria Air Mineral yang Layak Minum?

Kriteria air mineral yang layak minum bisa diuji, bukan sekadar dikira-kira. Banyak orang hanya mengandalkan tampilan air yang jernih, padahal kontaminan tertentu tidak terlihat oleh mata. Secara fisik, air harus bebas polutan dan bakteri, tidak berasa, tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak terasa lengket. Regulasi menerjemahkan syarat itu ke angka yang jelas. Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 menetapkan kekeruhan di bawah 3 NTU, warna maksimal 10 TCU, serta E. coli dan total coliform 0 CFU/100 mL (Permenkes No. 2 Tahun 2023, JDIH BPK RI, 2023). Air yang gagal di salah satu parameter saja sudah tidak layak dikonsumsi. Izin edar BPOM pada kemasan menjadi penanda bahwa pengujian semacam itu sudah dilalui. Gunakan enam kriteria berikut sebagai daftar periksa sederhana setiap kali Anda menilai air minum di rumah.

Parameter Batas menurut Permenkes No. 2 Tahun 2023
pH 6,5 sampai 8,5
TDS (zat padat terlarut) di bawah 300 mg/L
Kekeruhan di bawah 3 NTU
Warna maksimal 10 TCU
E. coli dan total coliform 0 CFU/100 mL

Sumber: Permenkes No. 2 Tahun 2023, JDIH BPK RI

Banyak orang mengira semua air aman diminum asal direbus dulu.

Faktanya tidak sesederhana itu. Ada bahan kimia yang tetap tinggal meski air sudah direbus sampai mendidih.

Air rebusan memang lebih aman daripada air mentah, tetapi keamanannya terbatas pada mikroorganisme. WHO dalam panduan teknisnya menyatakan memanaskan air hingga mendidih bergolak cukup untuk menonaktifkan bakteri, virus, dan protozoa penyebab penyakit (WHO, 2015). Persoalannya, kontaminan kimia seperti logam tidak ikut hilang saat air mendidih. Zat semacam barium yang membuat air berbau amis pun bisa tetap tinggal. Standar mutu resmi juga menuntut lebih dari sekadar bebas kuman, contohnya E. coli dan total coliform harus 0 CFU/100 mL (Permenkes No. 2 Tahun 2023, JDIH BPK RI, 2023). Air mineral murni pegunungan unggul di titik ini karena sumbernya sudah bersih sejak awal. Penyaringan alami oleh bebatuan bekerja jauh sebelum air masuk kemasan. Kalau Anda mengandalkan air rebusan, pastikan dulu sumber airnya tidak tercemar bahan kimia.

Lalu seperti apa kriteria air mineral yang layak minum? Ini penjelasannya.

1. Bebas Polutan dan Bakteri

Polutan dan bakteri adalah penyebab penyakit. Air mineral yang layak minum karena itu tidak boleh mengandung keduanya, terutama golongan Salmonella typhi dan E.coli.

Cara memastikannya cukup mudah: lihat izin edar BPOM pada kemasan. Pastikan juga kemasannya dalam keadaan baik.

2. Tidak Berasa

Air mineral murni membawa kandungan alami dan bebas dari berbagai kontaminasi. Karena itu air mineral yang layak minum tidak memiliki rasa.

Kalau airnya terasa tidak enak atau seperti logam, bisa jadi sudah terkontaminasi.

3. Tidak Berwarna

Air yang terkontaminasi biasanya terlihat dari warnanya yang keruh. Warna kuning atau bahkan coklat menandakan ada zat asing di dalamnya.

Air seperti itu tentu tidak aman bagi kesehatan. Jadi salah satu kriteria air mineral yang layak diminum adalah tidak berwarna.

4. Memiliki pH 6.5-8.5

Kriteria berikutnya adalah derajat keasaman atau tingkat pH. Mengacu pada Environmental Protection Agency (EPA) di Amerika Serikat, air mineral yang direkomendasikan dan layak minum memiliki pH 6.5-8.5.

Selama air mineral berada dalam rentang pH normal, manfaatnya bagi kesehatan pun terjamin.

Derajat keasaman air mineral bukan angka teknis semata, melainkan penanda keseimbangan kandungannya. Standar Indonesia lewat Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 menetapkan pH 6,5 sampai 8,5, sejalan dengan rekomendasi EPA di Amerika Serikat (Permenkes No. 2 Tahun 2023, JDIH BPK RI, 2023). Air yang terlalu asam atau terlalu basa menandakan ada yang tidak beres pada kandungannya. Rasa airnya pun ikut terpengaruh karena tingkat keasaman membantu mengatur kandungan mineral alami di dalam air. Air mineral pegunungan alami umumnya sudah berada dalam rentang tersebut tanpa perlu penyesuaian. Anda tidak harus menguji sendiri di laboratorium. Informasi pH biasanya tersedia pada label atau situs resmi produsen. Cukup pilih produk kemasan berizin edar yang mencantumkan keterangan mutu, karena produsen wajib menjaga pH tetap di rentang aman itu.

Baca juga:Kandungan Air Mineral yang Baik Untuk Tubuh

5. Tidak Berbau

Bukan cuma warna dan rasa. Bau juga jadi parameter kelayakan air mineral untuk diminum.

Air mineral yang layak minum sama sekali tidak berbau, sebab bau adalah salah satu tanda adanya kontaminasi.

Air yang berbau amis misalnya, bisa jadi mengandung zat kimia berupa barium.

6. Tidak Terasa Lengket

Kriteria terakhir adalah teksturnya. Air mineral yang layak minum tidak terasa lengket dan tidak meninggalkan bekas.

Bekas yang tertinggal di gelas atau wastafel bisa menjadi tanda air tersebut terkontaminasi zat kimia.

Demikian penjelasan mengenai proses pembuatan air mineral murni dari pegunungan vulkanik.

Kesimpulannya, air mineral murni terbaik diambil dari sumber pegunungan vulkanik terlindungi. Dengan begitu kualitas dan kemurniannya terjaga sampai ke tangan Anda, seperti pada proses pembuatan AQUA.

Maka dari itu, #AQUADULU. Berbeda dari jenis air minum lain, AQUA adalah 100% air mineral murni dari sumber air pegunungan vulkanik terlindungi, tanpa tambahan zat apa pun, dan diproses melalui lebih dari 400 cek kualitas tanpa sentuhan tangan manusia. Kualitasnya terjamin.

Penemuan sumbernya pun tidak sembarangan, melainkan melewati berbagai prosedur penelitian lebih dulu.

Karena kemurniannya itulah air AQUA terasa dingin alami tanpa perlu didinginkan. Jadi jangan lupa selalu konsumsi AQUA DULU di setiap kesempatan.

Diciptakan oleh alam, 100% MURNI air mineral pegunungan tanpa tambahan apapun, sebagaimana alam ingin Anda meminumnya!

Baca juga:6 Rekomendasi Air Mineral Terbaik yang Terjaga Kemurniannya!

FAQ Seputar Proses Pembuatan Air Mineral

Apakah air rebusan sama amannya dengan air mineral kemasan?

Merebus sampai mendidih bergolak memang menonaktifkan bakteri, virus, dan protozoa penyebab penyakit (WHO, 2015). Tapi perebusan tidak menghilangkan bahan kimia yang telanjur larut di air. Air mineral murni pegunungan sudah tersaring alami dan melewati pengendalian mutu, jadi keamanannya lebih menyeluruh.

Berapa pH air mineral yang layak minum?

Rentang amannya 6,5 sampai 8,5. Angka ini dipakai EPA di Amerika Serikat dan juga menjadi standar baku mutu dalam Permenkes No. 2 Tahun 2023 (Permenkes No. 2 Tahun 2023, JDIH BPK RI, 2023). Air di luar rentang tersebut berisiko bagi kesehatan dan sebaiknya tidak dikonsumsi rutin.

Bagaimana cara memastikan air mineral kemasan aman dibeli?

Periksa izin edar BPOM pada label, pastikan kemasan utuh dan tersegel rapat, lalu amati airnya: harus jernih, tidak berasa, tidak berbau, dan tidak lengket. Produk dari sumber pegunungan vulkanik terlindungi umumnya lebih terjaga kemurniannya karena tersaring alami oleh lapisan bebatuan.

Proses panjang yang dijaga ketat itu punya satu tujuan: Anda bisa minum dengan tenang, tanpa tanda tanya. Ketenangan seperti itulah yang jadi ciri Kaum Adem. Nikmati hasilnya lewat AQUA galon di rumah, dan cek kode unik di balik tutupnya. Tukarkan dengan hadiah di promo AQUA 100% Untung.

Referensi:

  1. Kenali Proses Produksi Air Mineral dalam Kemasan -Buka
  2. What is Mineral Water? -Buka

Artikel Terkait

Tidak ada artikel.

Website ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari lebih lanjut .