Kebiasaan baik di rumah adalah rutinitas kecil yang menjaga kesehatan dan kedekatan keluarga. Contohnya bangun pagi, cuci tangan pakai sabun, sikat gigi pagi dan malam, minum air cukup, makan sayur dan buah, bergerak aktif, membatasi layar, membantu pekerjaan rumah, makan bersama, dan tidur cukup.
Sebagian besar juga termasuk cara merawat tubuh yang bisa Anda terapkan sekeluarga.
Yang Perlu Anda Ketahui
- Anak 6-12 tahun butuh tidur 9-12 jam per 24 jam, remaja 8-10 jam (Keslan Kemenkes, Tidur Siang, 2024).
- AKG 2019: anak 7-9 tahun butuh 1.650 ml air per hari.
- Anak 5-17 tahun dianjurkan aktif rata-rata 60 menit per hari (Bull dkk., 2020).
Apa Saja 10 Contoh Kebiasaan Baik di Rumah?
Mulailah dari sepuluh rutinitas di tabel ini. Sebagian di antaranya sejalan dengan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH), yang diluncurkan 27 Desember 2024: bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat (Kemendikdasmen, 2024).
Banyak keluarga sebenarnya sudah menjalankan kebiasaan ini, hanya waktunya kurang tepat. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat 95,6% penduduk usia 3 tahun ke atas menyikat gigi setiap hari, tetapi baru 6,2% yang melakukannya pada waktu yang benar, yaitu pagi sesudah sarapan dan malam sebelum tidur. Angka itu naik dari 2,8% pada Riskesdas 2018 (BKPK Kemenkes, 2024). Karena itu, kolom kanan tabel memuat patokan waktu, durasi, atau takaran, bukan hanya nama kebiasaannya; rinciannya ada di bagian berikut.
| No. | Kebiasaan | Patokan atau contoh |
|---|---|---|
| 1 | Bangun pagi | Kebiasaan pertama 7 KAIH |
| 2 | Cuci tangan pakai sabun | 40-60 detik dengan air mengalir (Keslan Kemenkes, Cuci Tangan, 2024) |
| 3 | Sikat gigi | Pagi sesudah sarapan, malam sebelum tidur (SKI 2023) |
| 4 | Minum air putih | Anak 7-9 tahun 1.650 ml per hari (AKG 2019) |
| 5 | Makan sayur dan buah | Minimal 400 g per hari untuk usia di atas 10 tahun (WHO, 2026) |
| 6 | Bergerak aktif | Anak rata-rata 60 menit per hari (Bull dkk., 2020) |
| 7 | Membatasi layar | Anak 2-6 tahun maksimal 1 jam per hari, saran dokter anak IDAI (Metro TV News, 2026) |
| 8 | Membantu pekerjaan rumah | Menyapu, mencuci piring, membuang sampah |
| 9 | Makan bersama | Tanpa gawai di meja makan |
| 10 | Tidur cepat | Anak 6-12 tahun tidur 9-12 jam per 24 jam (Keslan Kemenkes, Tidur Siang, 2024) |
Apa Contoh Kebiasaan Khas Keluarga?
Kebiasaan khas keluarga adalah kegiatan rutin yang menjadi ciri sebuah keluarga, sering turun-temurun. Contoh yang bisa Anda sesuaikan:
- Harian: sarapan bersama, berdoa sebelum makan, makan malam sambil bercerita, membacakan buku sebelum tidur.
- Mingguan: kerja bakti setiap Minggu, bersepeda pagi, memasak menu favorit bersama.
- Tahunan: berkumpul dengan keluarga besar saat hari raya, mudik ke rumah kakek-nenek, memasak hidangan khas saat ada yang berulang tahun.
Makan bersama paling banyak diteliti. Tinjauan payung atas 41 tinjauan sistematis menemukan makan bersama yang lebih sering berkaitan dengan pola makan anak yang lebih baik, risiko obesitas lebih rendah, dan kesehatan mental yang lebih baik (Snuggs dan Harvey, 2023). Kebanyakan studinya potong lintang, jadi belum membuktikan sebab-akibat.
Untuk tugas "10 contoh kebiasaan di keluarga saya", ajak anak Anda menulis kebiasaannya beserta waktu dan alasannya. Misalnya: "Setiap Minggu pagi, kami bersepeda bersama sambil mengobrol." Ide lain ada di daftar family time.
Baca juga: 12 Macam Hobi Anak TK dan SD beserta Manfaat dan Usia yang Cocok
Kebiasaan Bersih dan Sehat Menurut PHBS Kemenkes
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) rumah tangga diukur dengan 10 indikator, menurut Ayo Sehat Kemenkes (2021). Tujuh berlaku di semua rumah: air bersih, cuci tangan pakai sabun, jamban, memberantas jentik, makan sayur dan buah, aktivitas fisik setiap hari, dan tidak merokok di dalam rumah. Tiga sisanya untuk keluarga dengan ibu bersalin atau balita.
Cuci tangan pakai sabun (CTPS) butuh sekitar 40-60 detik dengan air mengalir (Keslan Kemenkes, Cuci Tangan, 2024), terutama sebelum makan dan setelah dari toilet (Ayo Sehat Kemenkes, 2023). WHO (Diarrhoeal disease, 2024) mencatat diare menewaskan sekitar 443.832 anak balita per tahun, dan CTPS termasuk cara pencegahannya.
Dua indikator PHBS juga ada di 7 KAIH: aktivitas fisik (berolahraga) serta makan sayur dan buah (makan sehat dan bergizi). Jika Anda ingin mulai dari dua kebiasaan, pilih keduanya, karena patokan sekolah dan Kemenkes bertemu di sana.
Berapa Jam Anak Perlu Tidur dan Menatap Layar?
Anak 6-12 tahun perlu tidur 9-12 jam per 24 jam, sedangkan remaja 13-18 tahun 8-10 jam (Keslan Kemenkes, Tidur Siang, 2024). Untuk balita dan anak prasekolah, Ayo Sehat Kemenkes (2025) menganjurkan tidur sebelum pukul 21.00.
Dokter anak IDAI dr. Farid Agung Rahmadi menyarankan layar maksimal satu jam per hari untuk anak 2-6 tahun dan didampingi. Gawai juga dihentikan minimal satu jam sebelum tidur (Metro TV News, 2026). Untuk anak usia sekolah, WHO 2020 meminta layar hiburan dibatasi (Bull dkk., 2020).
Hitung mundur dari jam bangun. Anak SD yang bangun pukul 05.30 perlu terlelap paling lambat pukul 20.30 agar tidur 9 jam, batas bawah anjurannya, dan gawai mati sekitar pukul 19.30. Jika anak Anda sering mendengkur atau tetap mengantuk di sekolah, konsultasikan dengan dokter anak.
Patokan Minum, Makan, dan Bergerak Setiap Hari
Angka Kecukupan Gizi (AKG) dalam Permenkes Nomor 28 Tahun 2019, yang berstatus Berlaku di JDIH BPK, menganjurkan air 1.450 ml per hari untuk anak 4-6 tahun, 1.650 ml untuk 7-9 tahun, dan 1.850 ml untuk 10-12 tahun.
Hitungan berdasarkan berat badan ada di panduan takaran minum air putih sesuai berat badan. Anak dengan penyakit ginjal atau jantung sebaiknya mengikuti batas cairan dari dokter.
WHO (2026) menganjurkan setiap orang di atas 10 tahun makan sayur dan buah minimal 400 gram per hari. Anak 5-17 tahun dianjurkan aktif dengan intensitas sedang hingga berat rata-rata 60 menit per hari (Bull dkk., 2020). SKI 2023 mencatat 37,4% penduduk usia 10 tahun ke atas masih kurang beraktivitas fisik (BKPK Kemenkes, 2025).
Baca juga: 8 Gerakan Olahraga di Rumah yang Ringan & Sehat untuk Dicoba
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apa saja 5 kebiasaan baik di rumah?
Cuci tangan pakai sabun 40-60 detik, sikat gigi pagi dan malam, minum air sesuai AKG 2019, bergerak aktif setiap hari, dan tidur 9-12 jam untuk anak 6-12 tahun.
Apa contoh kebiasaan keluarga yang dilakukan secara turun-temurun?
Contohnya bermaaf-maafan dan berkumpul dengan keluarga besar saat Lebaran, atau memakai kain adat pada acara keluarga. Bentuknya berbeda di setiap keluarga, sesuai agama dan adatnya.
Apa saja 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat?
Bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat, menurut Kemendikdasmen (2024).
Mulai Kebiasaan Baik di Rumah dari Hal Kecil
Kebiasaan baik di rumah cukup dimulai dari satu atau dua hal, lalu ditambah pelan-pelan.
Keluarga Adem memulainya dengan tenang, tanpa menunggu semuanya sempurna. Taruh AQUA Galon di sudut yang mudah dijangkau si kecil, supaya mengisi gelas sendiri jadi bagian dari rutinitasnya. AQUA adem tanpa didinginkan, jadi airnya nyaman diminum kapan saja.
Kenapa harus AQUA? Karena tidak semua air itu AQUA. AQUA berasal dari 19 sumber air pegunungan terpilih yang terlindungi, melalui 9 kriteria pemilihan, 5 tahapan, dan minimal 1 tahun penelitian.
Dingin Alaminya AQUA, Ademin Kamu
Referensi
- Direktorat Sekolah Dasar, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (2024). Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat: Membentuk Generasi Berkarakter (27 Desember 2024). https://ditsd.kemendikdasmen.go.id/artikel/detail/gerakan-7-kebiasaan-anak-indonesia-hebat-membentuk-generasi-berkarakter. Diakses 20 Oktober 2026.
- RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. (2024). Ayo Biasakan Cuci Tangan (14 Mei 2024). Keslan Kemenkes. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3361/ayo-biasakan-cuci-tangan. Diakses 20 Oktober 2026.
- Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI. (2024). Kesehatan Gigi dan Mulut di Indonesia (fact sheet hasil Survei Kesehatan Indonesia 2023). https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/5534/1/04%20factsheet%20Gilut_bahasa.pdf. Diakses 20 Oktober 2026.
- Snuggs, S., & Harvey, K. (2023). Family Mealtimes: A Systematic Umbrella Review of Characteristics, Correlates, Outcomes and Interventions. Nutrients, 15(13), 2841. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10346164/. Diakses 20 Oktober 2026.
- Kementerian Kesehatan RI. (2021). Indikator Perilaku Hidup bersih dan Sehat (PHBS) dalam PIS - PK (21 Desember 2021). Ayo Sehat. https://ayosehat.kemkes.go.id/indikator-perilaku-hidup-bersih-dan-sehat-phbs-dalam-pis---pk. Diakses 20 Oktober 2026.
- Direktorat Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas, Kementerian Kesehatan RI. (2023). Kapan Sih Waktu Yang Tepat Untuk Mencuci Tangan Pakai Sabun? (16 Oktober 2023). Ayo Sehat. https://ayosehat.kemkes.go.id/kapan-sih-waktu-yang-tepat-untuk-mencuci-tangan-pakai-sabun. Diakses 20 Oktober 2026.
- World Health Organization. (2024). Diarrhoeal disease (fact sheet, 7 March 2024). https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diarrhoeal-disease. Diakses 20 Oktober 2026.
- RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. (2024). Manfaat Tidur Siang untuk Anak (14 Maret 2024). Keslan Kemenkes. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3237/manfaat-tidur-siang-untuk-anak. Diakses 20 Oktober 2026.
- Yahya, E. (2025). Tips Menerapkan Kebiasaan Tidur yang Baik untuk Si Kecil, Begini Caranya! (10 September 2025). Ayo Sehat Kemenkes. https://ayosehat.kemkes.go.id/menerapkan-kebiasaan-tidur-yang-baik-untuk-si-kecil. Diakses 20 Oktober 2026.
- Metro TV News. (2026). Bahaya Screen Time Berlebih pada Anak, IDAI Ingatkan Dampaknya (25 Februari 2026). https://www.metrotvnews.com/read/bJECjn44-bahaya-screen-time-berlebih-pada-anak-idai-ingatkan-dampaknya. Diakses 20 Oktober 2026.
- Bull, F. C., dkk. (2020). World Health Organization 2020 guidelines on physical activity and sedentary behaviour. British Journal of Sports Medicine, 54(24). https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC7719906/. Diakses 20 Oktober 2026.
- Kementerian Kesehatan RI. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia (status Berlaku di JDIH BPK). https://peraturan.bpk.go.id/Details/138621/permenkes-no-28-tahun-2019. Diakses 20 Oktober 2026.
- World Health Organization. (2026). Healthy diet (fact sheet, 26 January 2026). https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/healthy-diet. Diakses 20 Oktober 2026.
- Humas Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2025). Kurang Bergerak, Ancaman Tersembunyi Kesehatan Indonesia (4 November 2025). https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/kurang-bergerak-ancaman-tersembunyi-kesehatan-indonesia/. Diakses 20 Oktober 2026.

