Logo AQUA

20 Macam Permainan Tradisional Indonesia yang Seru dan Wajib Dilestarikan

Hidup Sehat | 27 Juni 2025

Bagikan:

20 Macam Permainan Tradisional Indonesia yang Seru dan Wajib Dilestarikan

Indonesia dikenal dengan beragam budaya yang tersebar di seluruh daerah, mulai dari tari-tarian, alat musik, rumah adat, hingga makanan khas. Di antara banyak warisan budaya tersebut, permainan tradisional adalah salah satu tradisi yang paling kaya nilai dan perlu terus dilestarikan.

Permainan tradisional adalah permainan yang telah diwariskan oleh nenek moyang pada sebuah kelompok masyarakat tertentu. Di Indonesia, permainan ini menjadi salah satu media yang sering digunakan oleh masyarakat lokal untuk memperkuat ikatan antarsesama, sekaligus melatih berbagai kemampuan anak sejak dini.

Namun, seiring berjalannya waktu dan semakin pesatnya perkembangan teknologi, tak bisa dipungkiri bahwa keberadaan macam-macam permainan tradisional kini semakin pudar. Anak-anak zaman sekarang cenderung lebih akrab dengan gawai dan permainan digital dibanding berlari-larian di halaman bersama teman-teman.

Nah, agar lebih mengenal berbagai permainan tradisional di Indonesia beserta nilai dan keseruannya, yuk, simak daftar lengkapnya berikut ini!

Manfaat Permainan Tradisional untuk Anak

Sebelum masuk ke daftar permainannya, penting untuk tahu dulu bahwa bermain permainan tradisional bukan sekadar hiburan semata. Ada banyak manfaat nyata yang bisa didapatkan anak-anak dari rutinitas bermain di luar ruangan bersama teman-temannya, di antaranya:

  • Melatih kecerdasan sosial dan emosional. Anak belajar berinteraksi, berbagi peran, dan mengelola perasaan menang-kalah.
  • Meningkatkan kreativitas. Banyak permainan tradisional yang menggunakan alat sederhana dari alam, sehingga mendorong anak berpikir kreatif.
  • Meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Gerakan aktif dalam permainan tradisional membantu tumbuh kembang fisik anak secara alami.
  • Mengembangkan kemampuan kognitif. Permainan seperti congklak dan dam-daman melatih strategi dan daya hitung anak.
  • Menciptakan suasana yang membahagiakan. Tawa dan kebersamaan yang tercipta selama bermain memperkuat ikatan persahabatan.
  • Mengajarkan berbagai nilai budaya. Anak mengenal kekayaan tradisi daerah masing-masing secara langsung dan menyenangkan.

20 Contoh Permainan Tradisional Indonesia yang Wajib Dimainkan Bersama Teman dan Keluarga

Berikut adalah beberapa rekomendasi permainan tradisional yang wajib Anda coba saat berkumpul bersama teman dan keluarga:

1. Petak Umpet

Dari banyaknya macam-macam permainan tradisional, petak umpet adalah salah satu jenis yang paling mudah dipraktikkan dan cocok dimainkan oleh berbagai usia. Untuk bermain petak umpet, salah satu pemain harus memejamkan mata dan berjaga di pos, sedangkan pemain lainnya bersembunyi di tempat yang aman.

Setelah selesai menghitung, penjaga pos harus menemukan teman-temannya yang sedang bersembunyi. Jika berhasil menemukan pemain lain, penjaga harus kembali ke pos dan menyentuhnya sambil menyebutkan nama pemain yang ia temukan.

Selain mengasyikkan, petak umpet juga melatih anak untuk menyusun strategi bersembunyi yang cerdik sekaligus memperkuat hubungan dengan teman-teman bermainnya.

2. Gobak Sodor

Gobak sodor menjadi permainan tradisional Jawa yang sering dimainkan oleh anak-anak sekolah dasar kala waktu istirahat. Untuk melakukan permainan ini, pemain akan dibagi menjadi 2 kelompok, di mana setiap kelompok harus menjaga benteng mereka.

Area permainan berbentuk persegi panjang yang dibagi menjadi beberapa kotak menggunakan garis vertikal dan horizontal. Garis tersebut berfungsi sebagai batas antarwilayah sekaligus jalur penjagaan oleh tim penjaga.

Apabila kelompok penyerang berhasil menuju benteng lawan tanpa tersentuh, mereka bisa dikatakan menang. Sebaliknya, jika kelompok penyerang bersentuhan dengan tim penjaga, posisi harus diganti. Permainan ini sangat melatih kelincahan, kecepatan, dan kerja sama tim.

3. Egrang

Egrang adalah permainan tradisional dari Jakarta yang memanfaatkan batang bambu sebagai peralatan utama. Batang bambu dipotong menjadi dua tongkat panjang dan di bagian tengahnya diberikan pembatas sebagai pijakan untuk kaki.

Permainan yang satu ini memang tidak bisa dimainkan oleh siapa saja karena dibutuhkan keseimbangan dan keterampilan khusus. Oleh karena itu, berlatih menaiki egrang adalah hal yang harus dilakukan terlebih dahulu sebelum mencoba berjalan atau berlari menggunakannya.

Jika sudah menguasai alat ini, lari di atas egrang bisa menjadi lomba yang sangat seru untuk diikuti. Namun, apabila belum memiliki keseimbangan yang bagus, akan lebih baik jika Anda didampingi oleh orang yang sudah ahli, ya.

4. Congklak

Congklak merupakan contoh permainan tradisional Indonesia yang cukup terkenal di seluruh daerah. Permainan ini dimainkan menggunakan cangkang kerang atau yang disebut juga biji congklak serta papan yang memiliki 16 lubang.

Untuk memainkan congklak, kedua pemain harus suit terlebih dahulu dan yang menang akan mengambil semua biji pada satu lubang kemudian mengisi lubang lainnya sampai habis. Permainan akan selesai apabila salah satu orang berhasil mendapatkan jumlah biji terbanyak di lubangnya.

Walaupun hanya dibatasi untuk dua orang saja, congklak tidak kalah seru dan terbukti melatih kemampuan berhitung serta strategi berpikir anak, lho.

5. Gundu (Kelereng)

Gundu adalah istilah untuk menyebut permainan tradisional kelereng yang lebih seru jika dimainkan secara ramai-ramai. Cara memainkan gundu cukup mudah, yaitu Anda hanya perlu menyentil kelereng ke kelereng lawan dengan jarak yang telah disepakati.

Apabila berhasil mengenai kelereng lawan hingga membuatnya keluar dari lintasan, kelereng tersebut menjadi milik Anda. Permainan ini melatih ketepatan dan kemampuan menyusun strategi yang baik, sekaligus melatih motorik halus pada anak.

6. Bola Bekel

Bola bekel adalah salah satu permainan anak-anak yang seru, terutama bagi para anak perempuan. Meski terlihat sederhana, permainan ini ternyata membutuhkan keahlian khusus seperti kecekatan dan ketelitian, lho.

Permainan ini membutuhkan bola bekel dengan ukuran yang bisa disesuaikan dan beberapa batu kecil yang disebut bekel. Pemain harus melempar bola bekel ke atas dan mengambil batu bekel dengan jumlah tertentu sebelum bola jatuh kembali ke lantai.

Apabila tidak berhasil mengambilnya, permainan bola bekel akan dilanjutkan pemain berikutnya. Selain itu, permainan ini terdiri dari beberapa level, di mana orang yang bertahan paling lama atau berhasil meraih level tertinggi akan keluar sebagai pemenang.

7. Engklek

Dari dulu hingga sekarang, engklek merupakan salah satu permainan tradisional yang masih sering dimainkan. Meski lebih populer di kalangan perempuan, permainan untuk 2–5 orang ini juga bisa dimainkan oleh laki-laki.

Untuk bermain engklek, pemain harus menggambar kotak-kotak di lantai menggunakan kapur atau bahan lain yang bisa dihapus kembali. Terdapat sembilan kotak yang harus digambar, mulai dari tiga kotak vertikal, disambung dengan tiga kotak horizontal, hingga ditambah lagi dua kotak vertikal di paling atas.

Ada pula variasi pola engklek lain, seperti pola gunung, kincir angin, dan huruf L. Setiap pemain akan melompati kotak-kotak tersebut sambil melempar batu secara bergiliran. Permainan ini melatih motorik dan konsentrasi anak dengan cara yang sangat menyenangkan.

8. Lompat Tali Karet

Lompat tali karet menjadi salah satu permainan yang seru dan asik untuk dicoba bersama-sama. Biasanya dimainkan secara ramai-ramai dengan dua orang yang bertugas menjadi pemegang tali, sementara pemain lain bergantian melompat.

Ketinggian tali dimulai dari yang paling rendah hingga ke paling tinggi, yaitu se-perut, se-dada, hingga se-kepala. Nah, jika pemain gagal melewati tali, pelompat tersebut harus bergantian menjadi pemegang tali.

Tak bisa dipungkiri bahwa permainan satu ini memang cukup menguras tenaga. Nah, agar tetap bersemangat dan tidak mudah lelah saat memainkannya, pastikan Anda sudah siap sedia AQUA 600 ml, ya.

AQUA 600 ml adalah 100% murni air pegunungan dengan kandungan mineral alami dari pegunungan terpilih dan terlindungi tanpa tambahan zat apa pun. AQUA juga memiliki sensasi dingin saat diminum meskipun tidak didinginkan di kulkas, sehingga cocok sekali untuk melepas dahaga setelah bermain lompat tali.

Baca juga: 8 Ide Kegiatan Outdoor Anak yang Seru dan Menyenangkan

9. Ular Naga Panjang

Permainan ular naga panjang dimulai dengan hompimpa, di mana dua orang yang kalah bertugas menjadi gerbang. Sementara itu, pemain yang pertama menang hompimpa akan menjadi induk naga yang berada paling depan, diikuti pemain lainnya yang berbaris membentuk ular.

Selanjutnya, ular naga akan masuk ke dalam gerbang sambil bernyanyi lagu "Ular Naga". Setelah lagu selesai, gerbang dengan cepat menangkap pemain yang berada paling belakang. Pemain yang tertangkap harus memilih gerbang mana yang ingin diikuti hingga ular naga habis.

Permainan ini mengajarkan anak tentang kebersamaan, antrian, dan sportivitas, dan sangat cocok dimainkan dalam kelompok besar.

10. Dam-Daman

Dam-daman adalah permainan tradisional yang mirip dengan catur, tetapi cara mainnya jauh lebih sederhana. Permainan ini menggunakan alat yang bernama 'dam' atau bisa juga memanfaatkan batu-batu kecil sebagai pengganti.

Pada permainan dam-daman, setiap dam atau batu hanya dapat bergerak mengikuti garis ke depan, belakang, samping, atau diagonal. Untuk memakan batu lawan, Anda hanya perlu meloncatinya. Jika lawan tidak mengambil batu ketika ada kesempatan, mereka akan terkena hukuman dan lawan bisa mengambil 3 batu sekaligus. Permainan akan berakhir apabila salah satu pemain berhasil mengambil seluruh batu dari lawan.

11. Gangsing

Gangsing adalah salah satu jenis permainan tradisional yang lebih sering dimainkan oleh anak laki-laki. Permainan ini membutuhkan alat yang terbuat dari kayu berbentuk mirip bawang merah besar dengan pentolan di bagian atasnya.

Cara bermainnya mudah, yaitu melilit pentolan gangsing dengan tali dari kulit pohon, lalu melemparnya sekuat-kuatnya agar berputar lama dan terarah. Untuk itu, setiap anak biasanya memiliki teknik khususnya masing-masing.

Gangsing juga kerap kali dilombakan, baik oleh komunitas, sekolah, maupun pemerintah daerah. Pemenang lomba gangsing umumnya dilihat dari seberapa lama gangsing berputar dan bertahan di dalam lintasan tanpa keluar.

12. Layangan

Diciptakannya lagu anak berjudul "Layang-Layang" bukan tanpa alasan. Ya, permainan tradisional yang satu ini cukup populer di Indonesia dan kini masih digemari oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Layangan adalah lembaran kertas, plastik, atau kain berkerangka yang diterbangkan menggunakan tali di tanah lapang. Salah satu keseruan bermain layangan adalah ketika ada layang-layang yang putus, anak-anak berlarian untuk memperebutkannya momen yang pasti membawa nostalgia tersendiri!

13. Ketapel

Dari macam-macam permainan tradisional yang ada di Indonesia, ketapel adalah salah satu yang sering dimainkan oleh anak kecil zaman dahulu. Permainan ini berbentuk huruf Y dengan masing-masing ujungnya disatukan oleh karet.

Untuk memainkan ketapel, Anda bisa mengambil peluru kecil seperti batu kerikil, meletakkannya pada kulit karet, menariknya dengan kuat, dan melepaskannya hingga mengenai sasaran. Permainan ini sebaiknya dilakukan di tempat terbuka dan jauh dari orang-orang agar lebih aman.

14. Benteng

Benteng merupakan permainan tradisional berkelompok yang masing-masing terdiri dari 4–8 orang. Setiap kelompok harus memilih sebuah tempat yang akan dijadikan markas, baik itu tiang, pilar, maupun batu.

Jika sudah, salah satu pemain akan maju dan menantang pemain dari kelompok lawan. Jika penantang tersebut tersentuh, dia akan dinyatakan kalah. Strategi ini dilakukan secara terus-menerus hingga ada pemain yang bisa menyentuh benteng lawan sambil meneriakkan kata "benteng!". Permainan ini mengajarkan strategi, kerja sama tim, dan keberanian.

15. Cublak-Cublak Suweng

Cublak-cublak suweng adalah permainan tradisional Jawa Tengah yang populer di kalangan anak-anak perempuan. Cara memainkannya cukup sederhana: salah satu pemain bertugas sebagai penebak yang harus membungkuk dan menghadap ke bawah.

Sementara itu, pemain sisanya mengelilingi si penebak dan meletakkan tangan mereka secara terbuka di atas punggungnya. Kemudian mereka menyanyikan lagu Cublak-Cublak Suweng sambil mengoperkan kerikil antarpemain. Setelah lagu selesai, si penebak harus menebak pemain mana yang memegang kerikil tersebut.

16. Kucing-Kucingan

Kucing-Kucingan adalah permainan tradisional dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Permainan ini melibatkan dua orang yang harus menjadi tikus dan kucing setelah melakukan hompimpa, serta pemain lainnya sebagai tikus penjaga yang saling bergandengan tangan.

Tugas kucing adalah menangkap tikus yang berada di dalam lingkaran, sedangkan tikus penjaga harus menutup akses kucing agar tidak bisa masuk. Permainan ini sangat mengasyikkan karena membutuhkan kelincahan dan refleks yang cepat.

Baca juga: 9 Olahraga Tradisional Indonesia untuk Anak

17. Permainan Bakiak

Permainan bakiak dilakukan oleh 3–4 orang per kelompok yang bertugas mengenakan sepasang alat berbentuk sandal panjang bersama-sama. Ketika permainan dimulai, setiap kelompok harus berjalan secara serempak agar bisa mencapai garis akhir terlebih dahulu.

Bakiak berasal dari Sumatera Barat dan dikenal juga dengan nama terompah galuak atau terompah panjang. Permainan ini melatih koordinasi dan kekompakan tim, sehingga sering dijadikan perlombaan dalam acara-acara tradisional dan perayaan kemerdekaan.

18. Patok Lele

Permainan tradisional Indonesia selanjutnya adalah patok lele yang dilakukan oleh dua kelompok dengan jumlah minimal anggota sebanyak dua orang. Seperti namanya, permainan ini melibatkan proses menancapkan patok berupa bambu ke tanah sebagai target awal.

Pemain harus bisa mencapai patok tersebut dengan berbagai cara, seperti berlari cepat maupun melompat. Aturan dari permainan ini juga bisa jadi berbeda-beda tergantung pada lokasi dan preferensi masyarakat lokal, sehingga menambah keunikannya tersendiri.

19. Boi-Boian

Boi-boian adalah permainan tradisional yang dilakukan dengan merobohkan susunan pecahan genting menggunakan bola. Untuk melakukan permainan ini, dibutuhkan dua kelompok kecil dengan jumlah anggota minimal sebanyak dua orang.

Dikarenakan memerlukan kerja sama antarpemain, boi-boian biasanya dimainkan di sore hari ketika anak-anak selesai bersekolah. Selain kerja sama, salah satu dari macam-macam permainan tradisional ini juga mengajarkan sikap sportif, kelincahan, dan kebersamaan.

20. Rangku Alu

Rangku alu adalah permainan tradisional Indonesia yang berasal dari Nusa Tenggara Timur. Permainan ini umumnya dilakukan sebagai bentuk rasa syukur dalam merayakan hasil panen perkebunan dan pertanian.

Pemain akan memegang empat tongkat bambu dan menggerak-gerakkannya membuka dan menutup, sedangkan pemain lain harus melompat-lompati celah antarbambu tanpa terjepit. Permainan ini membutuhkan keberanian, kegesitan, serta ritme tubuh yang baik.

Cara Melestarikan Permainan Tradisional

Melestarikan permainan tradisional bukan hanya tugas pemerintah atau sekolah, melainkan tanggung jawab kita bersama sebagai bagian dari masyarakat Indonesia. Berikut beberapa cara sederhana yang bisa Anda lakukan:

  • Ajak anak bermain permainan tradisional di rumah atau halaman. Mulai dari yang paling mudah seperti petak umpet atau engklek.
  • Perkenalkan permainan tradisional kepada anak sejak dini agar mereka mengenal budayanya sendiri sebelum larut dalam dunia digital.
  • Ikuti atau selenggarakan lomba permainan tradisional di lingkungan RT/RW, sekolah, atau saat perayaan hari kemerdekaan.
  • Jadikan permainan tradisional sebagai alternatif kegiatan keluarga di akhir pekan sebagai pengganti layar gawai.

Demikian macam-macam permainan tradisional yang bisa Anda kenalkan kepada si kecil untuk membantu melestarikan budaya Indonesia sekaligus mempererat pertemanan antarsesama. Jadi, apakah Anda masih ingat atau bahkan masih sering memainkan beberapa permainan tradisional di atas?

Tentunya, memainkan sejumlah permainan di atas membutuhkan tenaga dan semangat ekstra. Jadi, jangan melupakan pentingnya air mineral saat bermain, ya. Selalu pastikan Anda sudah menyediakan AQUA 600 ml agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik sebelum, selama, dan setelah bermain.

Baca juga: 8 Kegiatan Outdoor Seru untuk Mengisi Waktu Liburan

Artikel Terkait

Tidak ada artikel.

Website ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari lebih lanjut .