Logo AQUA

Air Mineral Kemasan dan Air Kemasan, Apakah Sama?

Kemurnian AQUA | 25 November 2024

Bagikan:

Air Mineral Kemasan dan Air Kemasan, Apakah Sama?

Air mineral dan air kemasan sering dipakai bergantian untuk menyebut air minum kemasan secara umum. Padahal kedua istilah itu tidak berarti hal yang sama.

TL;DR (Ringkasan):

  • Air kemasan (AMDK) adalah semua air minum yang diproses dan dikemas, sedangkan air mineral hanyalah salah satu jenisnya.
  • Air mineral alami berasal dari sumber bawah tanah dengan kandungan mineral terlarut.
  • Standar mutunya diatur Permenkes No. 2 Tahun 2023: pH 6,5 sampai 8,5 dan TDS di bawah 300 mg/L.

Apa Bedanya Air Mineral dan Air Kemasan?

Air mineral dan air kemasan bukan istilah yang setara. Air kemasan atau Air Minum dalam Kemasan (AMDK) mencakup semua air minum yang diproses lalu dikemas, sedangkan air mineral hanyalah salah satu jenis di dalam kategori besar itu. Apa pun jenisnya, keduanya wajib memenuhi standar baku mutu air minum yang sama. Permenkes No. 2 Tahun 2023 menetapkan pH 6,5 sampai 8,5, zat padat terlarut (TDS) di bawah 300 mg/L, serta E. coli dan total coliform 0 CFU/100 mL (Permenkes No. 2 Tahun 2023, JDIH BPK RI, 2023). Contohnya, air demineral dan air mineral sama-sama harus lolos batas itu meski kandungan mineralnya berbeda jauh. Bagi Anda, artinya label jenis air perlu dibaca lebih dulu sebelum membeli, bukan sekadar melihat kata kemasan yang tertera pada botolnya.

Menurut definisi Standar Nasional Indonesia (SNI), air kemasan, yang juga dikenal sebagai Air Minum dalam Kemasan (AMDK) atau packaged drinking water, adalah air yang telah diproses dan disajikan dalam kemasan plastik atau kaca, serta aman diminum.

Sebelum dikemas, air itu umumnya melewati prosedur tertentu seperti distilasi, filtrasi, purifikasi, atau floridasi. Tujuannya satu: menyingkirkan komponen yang tidak baik bagi tubuh sehingga airnya siap diminum.

Sebagai acuan, berikut batas baku mutu air minum yang berlaku secara nasional:

Parameter Batas menurut Permenkes No. 2 Tahun 2023
pH 6,5 sampai 8,5
Zat padat terlarut (TDS) Di bawah 300 mg/L
Kekeruhan Di bawah 3 NTU
Warna Maksimal 10 TCU
E. coli dan total coliform 0 CFU/100 mL

Sumber: Permenkes No. 2 Tahun 2023, JDIH BPK RI

Lalu di mana posisi air mineral? Air mineral adalah salah satu jenis air yang bisa dikemas. Selain air mineral, jenis air minum dalam kemasan lainnya mencakup air demineral, air oksigen, dan air alkali.

Baca juga:5 Perbedaan Air Mineral dan Demineral, Lebih Baik Mana?

Apa Itu Air Mineral Kemasan?

Air mineral kemasan adalah air dengan kandungan mineral terlarut alami, misalnya garam mineral atau sulfur, yang dikemas lewat proses terkendali supaya sifat kimia, fisika, dan mikrobiologinya tidak berubah. Kebutuhan harian kita terhadap air minum semacam ini sebenarnya tidak kecil dan berlangsung sepanjang tahun. Kementerian Kesehatan RI menyarankan setiap orang minum delapan gelas air setiap hari (Kementerian Kesehatan RI). Dengan volume sebanyak itu, kualitas sumber airnya jelas tidak bisa dianggap remeh. Air mineral alami diambil langsung dari sumber air bawah tanah, contohnya mata air pegunungan, lalu kualitasnya diperiksa agar tetap memenuhi standar layak konsumsi. Bagi Anda yang rutin membeli air minum dalam kemasan, biasakan memeriksa label jenis air, komposisi mineral, dan izin edarnya. Kebiasaan kecil ini membantu memastikan air yang diminum keluarga memang sesuai kebutuhan tubuh.

Sesuai namanya, air mineral atau mineral water adalah air yang mengandung mineral terlarut. Bentuknya bisa berupa garam, sulfur, atau senyawa lain.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mendefinisikan air mineral alami sebagai air minum yang didapat langsung dari sumber alami melalui proses yang terkendali.

Kendali itu penting untuk mencegah pencemaran yang bisa mengubah sifat kimiawi, fisika, dan mikrobiologi air mineral alami. Menariknya, hampir semua jenis air minum sebenarnya mengandung mineral. Yang membedakan hanya jumlahnya.

Air mineral alami berasal dari sumber air bawah tanah. Meski tidak melewati proses pengolahan tertentu, kualitasnya tetap diperiksa agar memenuhi standar yang layak konsumsi.

Pemeriksaan kualitas air mineral alami bertumpu pada parameter yang terukur, bukan sekadar tampilan airnya. Sebagai gambaran, standar nasional menetapkan kekeruhan air minum di bawah 3 NTU dan warna maksimal 10 TCU (Permenkes No. 2 Tahun 2023, JDIH BPK RI, 2023). Air yang tampak jernih di mata belum tentu lolos semua batas itu, sebab cemaran mikrobiologi tidak terlihat. Produsen air mineral kemasan yang baik menguji airnya secara berkala di laboratorium, mulai dari sumber sampai produk jadi. Uji berkala itu mencakup aspek kimia, fisika, dan mikrobiologi sekaligus. Konsumen memang tidak bisa menguji sendiri di rumah. Yang bisa Anda lakukan adalah memilih merek dengan izin edar resmi, memeriksa kondisi segel, dan menyimpan air jauh dari sinar matahari langsung agar mutunya tetap terjaga sampai diminum.

Lalu dari mana saja sumbernya? Sumber air mineral antara lain sumber air pegunungan, beberapa danau, dan sumur yang bersih.

Baca Juga:Fakta Air Mineral yang Perlu Anda Ketahui

AQUA adalah salah satu air mineral kemasan berkualitas. AQUA merupakan air mineral yang sehat dengan kandungan mineral alami yang berasal dari 19 pegunungan terpilih dan terlindungi di Indonesia.

Sumber airnya diambil dari bagian terdalam pegunungan yang memiliki lapisan pelindung, sehingga bebas dari pencemaran. Itu pula sebabnya AQUA terasa dingin alami tanpa perlu disimpan di lemari pendingin lebih dulu.

Yuk, minum #AQUADULU untuk mendukung kesehatan tubuh. AQUA 100% Indonesia, 100% Halal, dan 100% Murni.

Baca juga:Mengenal Apa itu Air Mineral dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Demikian penjelasan mengenai perbedaan air mineral dan air kemasan. Selain memahami istilahnya, perhatikan juga sumber, proses, dan komposisi airnya. Apakah air yang Anda minum mendapat mineral tambahan? Komposisinya apa saja? Pastikan Anda mengetahuinya.

FAQ Seputar Air Mineral dan Air Kemasan

Apakah air mineral sama dengan air kemasan?

Tidak sama. Air kemasan atau AMDK adalah istilah umum untuk semua air minum yang diproses dan dikemas, termasuk air demineral, air oksigen, dan air alkali. Air mineral hanyalah salah satu jenisnya, yaitu air dengan kandungan mineral terlarut alami dari sumber bawah tanah.

Apa standar mutu air minum dalam kemasan di Indonesia?

Standar baku mutu air minum diatur Permenkes No. 2 Tahun 2023, mencakup pH 6,5 sampai 8,5, TDS di bawah 300 mg/L, kekeruhan di bawah 3 NTU, serta E. coli 0 CFU/100 mL (Permenkes No. 2 Tahun 2023, JDIH BPK RI, 2023).

Apakah semua air minum mengandung mineral?

Hampir semua jenis air minum sebenarnya mengandung mineral, yang membedakan hanya jumlahnya. Air mineral alami punya kandungan mineral terlarut dari sumbernya, sedangkan air demineral sudah melewati proses yang menghilangkan hampir seluruh mineralnya. Jadi, baca komposisi pada label sebelum memilih air minum untuk keluarga.

Memahami isi gelas sendiri memang membuat hati lebih tenang. Kaum Adem tidak minum sekadar ikut-ikutan, mereka memilih dengan sadar. Kalau pilihan Anda jatuh ke AQUA galon, cek juga kode unik di balik tutupnya. Ada hadiah menunggu di promo AQUA 100% Untung.

Artikel Terkait

Tidak ada artikel.

Website ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari lebih lanjut .