Logo AQUA

Olahraga Kriket: Sejarah, Aturan, Manfaat, dan Cara Bermain

Hidup Sehat | 12 Juni 2026

Bagikan:

Ditinjau oleh: Alifatush Shabrina

Olahraga Kriket: Sejarah, Aturan, Manfaat, dan Cara Bermain

Olahraga kriket adalah permainan bola kecil beregu yang berasal dari Inggris dan telah berkembang luas di berbagai negara, seperti Australia, India, hingga Pakistan. 

Meski belum terlalu populer di Indonesia, olahraga bola kecil ini melibatkan dua tim yang saling bertanding untuk mencetak poin terbanyak dengan aturan dan teknik yang cukup ketat.

Sekilas, kriket memang mirip dengan baseball, kasti, atau softball. Namun, terdapat perbedaan mendasar, mulai dari bentuk dan ukuran lapangan, jumlah pemain, hingga peralatan yang digunakan. 

Lalu, seperti apa sejarah, aturan, manfaat, dan cara bermain olahraga kriket? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di artikel berikut!

Apa Itu Olahraga Kriket?

Olahraga kriket adalah permainan yang sudah dikenal luas di berbagai belahan dunia dan bahkan menjadi olahraga musim panas nasional Inggris. 

Permainan ini menggunakan tongkat pemukul (bat) dan bola, serta dimainkan oleh dua tim yang masing-masing terdiri dari 11 pemain dengan tujuan mencetak skor terbanyak. Kriket dimainkan di lapangan berbentuk oval dengan area tengah yang disebut pitch

Dalam permainan, satu tim bertugas memukul bola dan berlari di antara dua wicket untuk mencetak poin, sementara tim lawan melempar bola dan berusaha menjatuhkan wicket

Setiap tim bergantian menjadi pemukul dan pelempar dalam beberapa babak (innings), dan tim dengan skor tertinggi akan menjadi pemenang.

Sejarah Olahraga Kriket

Sejarah olahraga kriket diyakini bermula sejak abad ke-13 di Inggris, meski belum diketahui pasti siapa penciptanya. 

Awalnya, permainan ini dimainkan oleh anak-anak di pedesaan dengan cara melempar bola ke batang pohon atau gerbang sederhana yang kemudian berkembang menjadi wicket

Bukti tertulis tentang kriket muncul pada akhir abad ke-16, dan istilah “kriket” mulai dikenal luas sejak awal tahun 1600-an.

Memasuki abad ke-17 hingga ke-18, olahraga kriket semakin populer, bahkan menarik perhatian kalangan bangsawan dan mulai dipertandingkan secara resmi di berbagai wilayah Inggris. 

Aturan permainan kriket pun terus berkembang, termasuk pada ukuran lapangan, bola, dan bentuk bat yang awalnya menyerupai tongkat melengkung hingga menjadi lurus seperti sekarang. 

Popularitasnya terus meningkat hingga abad ke-19, terutama berkat tokoh seperti W. G. Grace yang berperan besar dalam membawa kriket menjadi olahraga yang diterima oleh berbagai kalangan dan menyebar ke seluruh dunia.

Baca juga: 6 Jenis Olahraga Sesuai Cabang & Manfaatnya bagi Tubuh!

Aturan Olahraga Kriket

Dalam permainan kriket, terdapat sejumlah aturan yang harus diikuti agar pertandingannya dapat berjalan dengan adil dan terstruktur. Berikut adalah beberapa aturan dasar olahraga kriket:

1. Tim

Kriket dimainkan oleh 2 tim yang masing-masing terdiri dari 11 pemain. Dalam setiap pertandingan, satu tim bertugas sebagai pemukul (batting) dan tim lainnya sebagai pelempar (bowling). 

Kedua tim akan saling bergantian peran setelah periode tertentu sehingga masing-masing individu akan mendapat kesempatan yang sama.

2. Skor

Perhitungan skor dalam kriket terdiri dari run dan over. Run diperoleh ketika pemain batting berhasil berlari bolak-balik di antara dua wicket. Sementara itu, over adalah satuan giliran melempar bola oleh bowler yang terdiri atas enam lemparan bola sah. 

Tim dengan jumlah run (poin) terbanyak akan menjadi pemenang dalam kurun waktu pertandingan yang sudah ditentukan. 

Durasi permainan kriket sendiri juga berbeda-beda, ada yang berlangsung sekitar 3 jam, seperti T20 (setiap tim mendapat kesempatan hingga 20 overs), satu hari seperti ODI (One Day International), hingga bisa mencapai 5 hari pada Test Match.

3. Lapangan

Kriket dimainkan di lapangan berbentuk oval dengan area tengah yang disebut pitch. Di kedua ujung pitch terdapat wicket sebagai target permainan. Area ini menjadi pusat permainan, baik saat batting maupun bowling berlangsung.

Teknik Bermain Kriket

Kriket adalah olahraga yang membutuhkan fokus, ketangkasan, dan teknik dasar yang tepat. Agar bisa bermain dengan baik, ada beberapa teknik yang perlu Anda kuasai, di antaranya:

  • Sikap berdiri: Pemukul berdiri menghadap bowler dengan kaki terbuka selebar bahu, badan sedikit condong ke depan, dan punggung tetap tegap. Fokuskan pandangan pada bola di tangan bowler.
  • Cara memegang tongkat (bat): Pegang bat dengan kedua tangan. Untuk pemain kidal, tangan kanan berada di bagian bawah, dan sebaliknya untuk yang tidak kidal.
  • Menentukan momen memukul: Perhatikan arah bola saat dilempar. Saat bola mendekat, posisikan kaki dominan di depan, ayunkan bat ke belakang sebagai ancang-ancang, lalu pukul dengan ayunan setinggi bahu sekuat mungkin agar hasilnya maksimal.

Baca juga: Kenali 5 Perbedaan Permainan Bola Kasti dan Baseball!

Manfaat Olahraga Kriket

Olahraga kriket tidak hanya seru dimainkan, tetapi juga memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh. Berikut beberapa manfaatnya:

  • Meningkatkan kekuatan dan daya tahan tubuh.
  • Melatih konsentrasi saat bermain.
  • Membantu meningkatkan fleksibilitas dan kelenturan.
  • Membakar kalori secara optimal.
  • Membentuk massa otot, terutama pada tangan dan kaki.
  • Meningkatkan keseimbangan tubuh.
  • Melatih koordinasi mata dan tangan.
  • Membantu mengurangi stres sekaligus meningkatkan mood.

Cara Bermain Olahraga Kriket

Cara bermain kriket juga umumnya berbeda tergantung peran Anda di tim, yaitu sebagai batting (pemukul) atau bowling (pelempar). Berikut penjelasannya secara singkat:

Teknik Batting (Memukul):

  • Forward defense: Menggunakan bat untuk menahan bola agar tidak mengenai wicket, biasanya untuk menghadapi bola yang datang langsung.
  • Drive: Memukul bola dengan ayunan penuh dan kuat ke area jauh atau terbuka di lapangan.
  • Pull shot: Memukul bola yang berada di sekitar pinggang dengan tenaga agar mengarah ke area yang diinginkan.

Teknik Bowling (Melempar):

  • Fast bowling: Melempar bola dengan kecepatan tinggi agar sulit dipukul.
  • Spin bowling: Melempar bola dengan putaran sehingga arah bola berubah saat di udara atau setelah memantul.
  • Swing bowling: Melempar bola agar bergerak di udara dan berubah arah secara tiba-tiba.
  • Yorkers: Melempar bola cepat dan rendah ke arah kaki pemukul agar sulit dipukul dengan baik.

Itu dia informasi seputar olahraga kriket yang bisa menambah wawasan Anda. Selain seru, olahraga ini juga efektif untuk membantu menjaga kebugaran tubuh. 

Namun, sama seperti olahraga lainnya, kriket juga bisa membuat Anda berkeringat, sehingga penting untuk tetap memenuhi kebutuhan cairan saat bermain.

Agar tetap segar dan terhidrasi saat berolahraga, jangan lupa untuk selalu siap sedia #AQUADULU. Untuk menemani Anda bermain kriket, ada AQUA 600 ml yang praktis dibawa dan kemasannya mudah dibuka-tutup sehingga tidak mudah tumpah. 

Tapi, mengapa harus AQUA DULU? Karena tidak semua air itu AQUA. AQUA merupakan produk asli Indonesia yang telah bersertifikat Halal, BPOM, dan SNI, sehingga aman dikonsumsi. Selain itu, AQUA 100% Murni, 100% Indonesia, dan 100% Halal. 

Sensasi AQUA Adem dan AQUA Sejuk Alami meskipun tidak didinginkan di lemari es, sehingga cocok menemani Anda saat berolahraga di luar ruangan. 

AQUA juga terasa menyegarkan karena 100% murni dan lolos 9 kriteria seleksi, 5 tahapan pengujian, serta minimal 1 tahun penelitian dengan lebih dari 600 parameter.

Selain dapat menjaga hidrasi tubuh, AQUA juga membuka kesempatan agar Anda bisa mendapatkan hadiah menarik melalui promo AQUA 100% Untung. Caranya, cukup kumpulkan kode unik yang ada di balik tutup galon, lalu tukarkan dengan hadiah menarik sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan begitu, Anda bisa tetap menjaga hidrasi tubuh setiap hari sekaligus mendapatkan keuntungan lebih serta menjadi bagian dari Keluarga SehatAQUA.

Baca juga: Mengenal Mini Soccer, Sepak Bola dalam Skala Kecil

Artikel Terkait

Tidak ada artikel.

Website ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari lebih lanjut .