Logo AQUA

7 Perbedaan Matcha dan Green Tea, Jangan Sampai Salah Pilih!

Hidup Sehat | 15 Juni 2026

Bagikan:

7 Perbedaan Matcha dan Green Tea, Jangan Sampai Salah Pilih!

Banyak orang masih bingung dengan perbedaan matcha dan green tea, bahkan mengira keduanya adalah olahan teh hijau yang sama. 

Wajar jika Anda juga mengira keduanya sama, sebab matcha dan green tea memang berwarna hijau dan berasal dari daun teh Camellia sinensis. Namun, perlu diketahui bahwa keduanya merupakan produk olahan teh yang berbeda.

Adapun perbedaan matcha dan green tea dapat ditinjau dari metode penanaman, proses pengolahan, bentuk, hingga kandungannya. Supaya tidak bingung lagi, simak perbedaan keduanya pada ulasan berikut ini!

Perbedaan Matcha dan Green Tea

Matcha dan green tea adalah produk olahan teh yang sama-sama berasal dari Jepang dan sudah dikonsumsi sejak lama. 

Sekilas, salah satu perbedaan matcha dan green tea yang paling mencolok sebenarnya dapat dilihat dari warna seduhannya, di mana matcha tampak lebih pekat dan keruh, sedangkan green tea cenderung terlihat jernih. 

Namun, bukan hanya itu saja yang membedakan keduanya. Berikut beberapa perbedaan matcha dan green tea lainnya yang juga perlu Anda ketahui.

1. Proses Penanaman

Perbedaan matcha dan green tea sejatinya sudah terlihat sejak tahap awal, yaitu dari proses penanaman. Daun green tea umumnya ditanam di area terbuka dan mendapatkan paparan sinar matahari langsung. 

Sebaliknya, daun teh yang akan dijadikan matcha justru ditanam dengan perlakuan khusus. Sekitar dua minggu sebelum panen, tanaman akan ditutup atau dipindahkan ke tempat teduh.

Proses ini bertujuan mengubah komposisi nutrisi daun sehingga menghasilkan warna lebih hijau pekat, rasa lebih lembut, serta kandungan yang berbeda dibandingkan dengan green tea.

2. Proses Pengolahan

Proses pengolahan juga menjadi pembeda antara matcha dan green tea. Setelah dipetik, daun teh keduanya sama-sama dipanaskan, baik dengan dikukus, dipanggang, atau dijemur untuk mencegah oksidasi agar warnanya tidak berubah.

Bedanya, daun teh untuk matcha terlebih dulu dibuang tulang dan seratnya, lalu dikeringkan dengan cepat sebelum digiling hingga menjadi bubuk halus. 

Sementara itu, green tea yang sudah kering bisa langsung diseduh tanpa melalui proses penggilingan.

Baca juga: 7 Manfaat Teh Oolong yang Baik untuk Kesehatan Tubuh

3. Rasa dan Aroma

Selain dari prosesnya, perbedaan matcha dan green tea juga terasa jelas saat dinikmati. Matcha memiliki cita rasa yang lebih kompleks, yaitu perpaduan pahit, manis, dan umami, dengan aroma khas yang sering digambarkan, seperti “rumput segar”. 

Karena teksturnya lebih pekat, matcha juga kerap digunakan sebagai campuran minuman hingga dessert.

Sebaliknya, green tea menawarkan rasa yang lebih ringan, sedikit sepat, dan menyegarkan, sehingga lebih sering dikonsumsi sehari-hari, dengan cara penyajian yang sederhana, yaitu cukup diseduh dengan air panas.

4. Bentuk

Dari bentuknya, matcha dan green tea juga memiliki perbedaan yang cukup jelas. Matcha hadir dalam bentuk bubuk halus berwarna hijau terang dengan aroma khas.

Di sisi lain, green tea biasanya berupa daun dan pucuk teh yang sudah dikeringkan. Ada juga yang dikemas dalam kantong teh agar lebih praktis saat diseduh.

5. Kandungan

Jika ditinjau dari kandungannya, perbedaan matcha dan green tea terletak pada kadar nutrisinya. Matcha yang ditanam di tempat teduh memiliki kandungan klorofil, kafein, asam amino, serta antioksidan, seperti katekin dan polifenol yang lebih tinggi dibandingkan green tea.

Matcha juga mengandung kalori dan kafein lebih banyak karena berasal dari daun teh utuh yang digiling sehingga efek energinya bisa bertahan lebih lama. 

Berbeda dengan matcha, green tea memiliki kalori yang rendah, sekitar 2 kalori per gelas, dengan kadar kafein yang lebih ringan sehingga cocok dikonsumsi sehari-hari, terutama jika tanpa tambahan gula atau susu.

6. Cara Penyajian

Cara penyajian matcha dan green tea juga tidak sama. Matcha disajikan dengan cara dikocok hingga larut dan berbusa untuk menghasilkan rasa yang lebih pekat dan kaya dengan sentuhan umami.

Proses penyajian matcha juga sering kali menggunakan chasen, yaitu pengaduk tradisional Jepang dari bambu, agar bubuk tercampur rata dan menghasilkan busa halus, sebelum kemudian bisa dikreasikan, misalnya dengan susu menjadi matcha latte.

Untuk green tea, biasanya disajikan dengan cara yang lebih sederhana, yaitu diseduh dengan air panas sehingga menghasilkan minuman yang ringan, jernih, dan menyegarkan.

Baca juga: 10 Minuman & Makanan yang Mengandung Kafein 

7. Produk Akhir

Dari produk akhirnya, matcha dan green tea umumnya memiliki cara seduh yang berbeda. 

Green tea biasanya tersedia dalam bentuk daun kering atau teh celup yang bisa langsung diseduh dengan air panas, lalu dinikmati sebagai minuman hangat, dengan tambahan gula, lemon, atau madu sesuai selera.

Sedangkan, untuk produk akhir matcha, biasanya tersedia dalam bentuk bubuk yang perlu dilarutkan dengan air panas. 

Manfaat Matcha dan Green Tea

Walaupun kandungan nutrisi matcha lebih tinggi, manfaat matcha dan green tea sebenarnya tidak jauh berbeda. Keduanya sama-sama kaya akan antioksidan yang baik untuk kesehatan tubuh. Adapun beberapa manfaat matcha dan green tea adalah sebagai berikut:

  • Membantu menjaga daya tahan tubuh.
  • Meningkatkan metabolisme.
  • Mendukung penurunan berat badan.
  • Menurunkan kadar kolesterol jahat dan trigliserida.
  • Membantu menurunkan tekanan darah.
  • Berpotensi mencegah kanker.
  • Membantu mengurangi stres.
  • Meningkatkan fokus dan daya ingat.

Baik matcha maupun green tea tetap bisa menjadi pilihan minuman yang sehat. Jika Anda ingin mendapatkan kandungan antioksidan dan asam amino yang lebih tinggi, matcha bisa menjadi pilihan yang ideal. 

Namun, jika Anda lebih suka rasa yang ringan dengan kafein yang lebih rendah, green tea adalah opsi yang lebih cocok. Agar rasanya lebih nikmat, Anda bisa menyeduhnya selama 2–3 menit dan menambahkan madu, lemon, atau sedikit gula sesuai selera. 

Sementara untuk matcha, gunakan lebih banyak air dan aduk hingga larut. Kalau aromanya terasa kuat, Anda bisa menambahkan susu atau sedikit gula agar lebih nikmat.

Kini Anda sudah lebih memahami perbedaan matcha dan green tea, yang mana banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk proses penanaman dan pengolahan, serta kandungan di dalamnya. 

Meski begitu, keduanya tetap memberikan manfaat untuk tubuh selama dikonsumsi secukupnya, misalnya tidak lebih dari dua gelas per hari.

Saat mengonsumsi matcha atau green tea, jangan lupa imbangi dengan minum air putih yang cukup, ya. Nah, untuk kebutuhan air minum sehari-hari di rumah, Anda bisa memilih AQUA Galon yang praktis dan mencukupi asupan cairan keluarga.

Kenapa harus AQUA DULU? Karena tidak semua air itu AQUA. Dengan kandungan mineral alami pegunungan tanpa tambahan zat apa pun, AQUA 100% Murni terasa segar dan adem diminum kapan saja.

Kesegarannya pun terasa alami, karena AQUA Adem tanpa didinginkan sehingga tetap segar diminum, kapan pun dan di mana pun. Ditambah sensasi AQUA Sejuk Alami, membuatnya cocok untuk menemani berbagai aktivitas. 

Jadi, pastikan selalu memilih air minum yang tepat untuk menjaga kesehatan tubuh dengan AQUA 100% Murni, 100% Indonesia, dan 100% Halal.

Di sisi lain, setiap pembelian AQUA Galon memberi kesempatan untuk mengikuti promo AQUA 100% Untung. Caranya, beli AQUA Galon dan cek di balik tutup galon. Jika terdapat kode unik, kumpulkan kodenya, dan tukarkan dengan beragam hadiah pilihan. Menarik sekali, bukan?

Semakin sering kamu membeli galon AQUA, semakin besar peluang untuk mendapatkan hadiah. Jadi, yuk, bangun kebiasaan rutin minum air mineral untuk memenuhi kebutuhan hidrasi harian dan jadilah bagian dari Keluarga SehatAQUA!

Baca juga: Cara Minum Teh Hijau untuk Diet yang Benar

Artikel Terkait

Tidak ada artikel.

Website ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari lebih lanjut .