Logo AQUA

Mengenal Makanan Fungsional beserta Jenis dan Manfaatnya

Healthy Lifestyle | 14 October 2026

Share this:

Reviewed by: Alifatush Shabrina

Mengenal Makanan Fungsional beserta Jenis dan Manfaatnya

Makanan fungsional adalah produk pangan yang kini semakin populer karena dapat memberikan manfaat bagi kesehatan, melampaui nilai gizi dasarnya. 

Kehadiran inovasi pangan sehat ini tidak lepas dari kemajuan teknologi yang berhasil memperkaya produk dengan zat gizi tertentu untuk mengoptimalkan kondisi tubuh sekaligus menurunkan risiko penyakit.

Dikenal juga dengan istilah nutraceuticals, konsep yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat ini sebenarnya sudah dikembangkan di Jepang sejak tahun 1980-an. 

Memahami karakteristik menu makanan sehat ini penting agar kamu dapat menentukan langkah yang tepat untuk menjaga kebugaran. 

Yuk, langsung saja kenali lebih lanjut mengenai jenis dan manfaat dari makanan fungsional selengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Makanan Fungsional?

Makanan fungsional adalah makanan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga dirancang memberikan manfaat bagi kesehatan, seperti membantu mencegah dan mendukung pemulihan dari penyakit, dengan memanfaatkan senyawa bioaktif tertentu. 

Manfaat tersebut berasal dari kandungan alami makanan, bahan herbal, bahan tambahan pangan, maupun tanaman hasil rekayasa genetik.

Istilah makanan fungsional pertama kali diperkenalkan di Jepang pada awal 1980-an melalui sistem Foods for Specified Health Uses (FOSHU). 

Konsep FOSHU dikembangkan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat sekaligus menekan risiko penyakit kronis, terutama pada populasi lanjut usia.

Dalam ilmu gizi, makanan fungsional merupakan pangan alami atau yang telah diolah sehingga mengandung komponen bioaktif, seperti serat, probiotik, prebiotik, asam amino, fitokimia, vitamin, dan mineral. 

Komponen tersebut berperan dalam menjaga, memperbaiki, dan mengoptimalkan fungsi tubuh. Berbeda dengan makanan biasa, makanan fungsional didukung oleh bukti ilmiah sehingga manfaat kesehatannya telah dibuktikan melalui berbagai penelitian. 

Oleh karena itu, makanan fungsional tidak hanya diklaim sehat, tetapi juga membantu menjaga kesehatan, mendukung proses pemulihan, serta mengurangi risiko penyakit.

Baca juga: 11 Makanan Sehat Tradisional Khas Indonesia, Mudah ditemukan

Jenis Makanan Fungsional

Para ahli membagi makanan fungsional ke dalam dua kelompok, yaitu versi alami dan versi modifikasi. Berikut adalah beberapa jenis makanan fungsional yang perlu kamu ketahui:

1. Makanan Fungsional Konvensional (Alami)

Makanan fungsional konvensional adalah bahan pangan utuh yang sejak awal sudah kaya akan nutrisi esensial, seperti vitamin, mineral, serat, dan antioksidan alami. 

Jenis ini dikonsumsi dalam bentuk aslinya tanpa melalui proses pabrikasi tingkat tinggi maupun penambahan bahan kimia dari luar.

Contoh makanan konvensional antara lain ikan berlemak, buah-buahan, sayuran hijau, oatmeal, tomat, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

2. Makanan Fungsional Modifikasi (Modern)

Sebaliknya, makanan fungsional modifikasi merupakan produk makanan atau minuman olahan yang telah melalui proses teknologi pangan. 

Pada proses pembuatannya, makanan ini ditambahkan zat gizi atau senyawa bioaktif tertentu melalui proses fortifikasi atau pengayaan.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan profil gizi produk agar dapat memberikan manfaat kesehatan yang spesifik atau mengatasi kekurangan nutrisi pada populasi tertentu.

Contoh makanan fungsional modifikasi meliputi yoghurt dengan tambahan probiotik, susu dengan vitamin D, jus berkalsium, sereal dengan zat besi dan vitamin B12, serta minyak goreng yang difortifikasi dengan vitamin A.

Contoh Makanan Fungsional

Untuk mempermudah kamu dalam menyusun rencana menu sehat mingguan, cek beberapa contoh makanan fungsional beserta kandungan aktif yang membuatnya baik untuk kesehatan tubuh berikut:

1. Aneka Buah Beri (Blueberry, Stroberi, Raspberry)

Blueberry, stroberi, dan raspberry termasuk makanan fungsional karena kaya antosianin, yaitu pigmen alami dari kelompok flavonoid yang memberi warna merah, biru, dan ungu pada buah serta berperan sebagai antioksidan. 

Rutin mengonsumsi buah beri dapat membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas, meredakan peradangan kronis pada sendi, serta meningkatkan daya ingat seiring bertambahnya usia.

2. Sayuran Berdaun Hijau Gelap dan Sayuran Silangan

Sayuran, seperti brokoli, kembang kol, kubis Brussel, bayam, dan kale, termasuk makanan fungsional yang kaya akan berbagai nutrisi penting. 

Sayuran silangan mengandung glukosinolat yang akan diubah menjadi isotiosianat di dalam tubuh dan berperan dalam membantu menghambat karsinogen serta mendukung proses detoksifikasi. 

Sementara itu, sayuran hijau gelap kaya akan magnesium, kalsium, dan vitamin K yang penting untuk menjaga kesehatan tulang.

3. Ikan Berlemak

Ikan laut berlemak, seperti salmon, tuna, sarden, dan makarel, adalah makanan fungsional alami yang efektif untuk menjaga kesehatan otak dan jantung sekaligus. 

Jenis ikan ini kaya akan asam lemak esensial omega-3 (EPA dan DHA) yang berfungsi sebagai komponen utama sistem saraf serta sebagai agen antiradang yang kuat. 

Selain itu, konsumsi omega-3 secara rutin terbukti mampu menurunkan kadar trigliserida tinggi yang meningkatkan risiko serangan jantung koroner.

Baca juga: 9 Rekomendasi Makanan Sehat dan Enak, Baik untuk Tubuh!

4. Biji-Bijian Utuh

Biji-bijian utuh yang minim proses pengolahan, seperti oat, quinoa, dan beras cokelat, merupakan makanan fungsional yang baik untuk membantu menjaga kadar gula darah. 

Khususnya oat yang kaya akan beta-glukan, yaitu serat larut yang dapat membantu mengikat kolesterol LDL (kolesterol jahat) di saluran pencernaan sehingga dikeluarkan secara alami dari tubuh.

5. Makanan Fermentasi Alami 

Proses fermentasi alami menghasilkan probiotik, yaitu bakteri baik yang berfungsi menjaga keseimbangan mikrobioma usus kamu. 

Ekosistem pencernaan yang sehat ini penting karena memengaruhi lebih dari 70% sistem kekebalan tubuh, stabilitas emosi, serta efisiensi penyerapan nutrisi harian. 

Sebagai contoh, tempe, makanan fungsional khas Indonesia, menyediakan protein nabati berkualitas tinggi serta fitoestrogen yang baik untuk menjaga keseimbangan hormon pada wanita.

Selain menjaga asupan nutrisi yang tepat lewat konsumsi makanan fungsional, menjaga hidrasi tubuh juga sangat penting untuk mendukung pola hidup yang sehat. 

Agar kebutuhan cairan harian tercukupi secara praktis, menyediakan AQUA 600 ml ke mana pun saat kamu bepergian adalah salah satu langkah yang tepat. 

Kenapa harus AQUA? Karena tidak semua air itu AQUA. AQUA datang dari gunung terpilih yang terlindungi sumber mata airnya melalui 9 kriteria pemilihan, 5 tahapan, serta minimal 1 tahun penelitian terhadap lebih dari 600 parameter. Inilah yang membuat AQUA Sejuk Alami.

Setiap tegukan AQUA selalu terasa adem di tenggorokan, karena AQUA dingin tanpa didinginkan sehingga sangat praktis dinikmati kapan saja dan di mana saja di sela-sela kesibukan kamu. 

Yuk, jalani gaya hidup sehat dan penuhi hidrasi setiap hari dengan AQUA adem. Dingin Alaminya AQUA, Ademin Kamu.

Baca juga: 5 Kriteria Makanan Sehat dan Bergizi, Cek Tips Menerapkannya

Related Articles

No articles found.

This website uses cookie to make sure you get the best experience. Learn more .