Air minum adalah bagian penting dari kehidupan kita. Mengonsumsinya setiap hari memang perlu untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Tapi kandungan di dalam air yang Anda minum sama pentingnya untuk diperhatikan, sebab faktanya tidak semua sumber air minum layak dikonsumsi dan baik untuk tubuh.
TL;DR (Ringkasan):
- Air minum yang aman harus jernih, tanpa warna, rasa, dan bau, serta bebas bakteri.
- Permenkes No. 2 Tahun 2023 menetapkan pH 6,5 sampai 8,5 dan E. coli 0 CFU/100 mL.
- Air kotor memicu diare, kolera, sampai hepatitis A.
- Sumber pegunungan yang terlindungi membantu menjaga kualitas air minum keluarga Anda.
Memilih air minum yang aman jadi salah satu faktor penentu kesehatan. Apalagi air mineral bukan cuma untuk diminum, tapi juga dipakai untuk kebutuhan lain seperti memasak. Ketersediaan air yang baik dan bersih di ruang publik karena itu sangat penting.
WHO menyebut air untuk kebutuhan publik sebagai salah satu indikator penting hidup layak. Dan menurut sidang umum PBB tahun 2010, air bersih adalah salah satu hak asasi manusia yang wajib terpenuhi.
Tentu saja ciri air minum yang baik dan aman berbeda-beda, tergantung sumber air dan proses pengolahannya. Karena itu penting memahami syarat air minum yang baik dan aman dikonsumsi.
Apa Dampak Buruk Konsumsi Air Kotor?
Air minum yang tercemar adalah salah satu jalur utama masuknya penyakit ke sistem pencernaan. Standar nasional menegaskan risikonya secara tegas: menurut Permenkes No. 2 Tahun 2023, kadar E. coli dan total coliform dalam air minum harus 0 CFU/100 mL, tanpa toleransi sedikit pun (Permenkes No. 2 Tahun 2023, JDIH BPK RI, 2023). Artinya, air yang mengandung satu koloni bakteri saja sudah dianggap tidak layak minum. Risiko terbesar biasanya muncul pada air mentah atau air dari saluran yang tidak higienis. Mengapa aturannya seketat itu? Bakteri seperti E. coli bisa memicu diare, kolera, sampai hepatitis A, dan pemulihannya sering memakan waktu lama. Contohnya, diare berulang pada anak dapat mengganggu penyerapan gizi harian. Untuk Anda, langkah praktisnya sederhana: pastikan air minum keluarga berasal dari sumber yang terlindungi dan sudah teruji bebas bakteri sebelum dikonsumsi.
Air minum yang bersih jelas penting, dan tentunya aman bagi kesehatan tubuh. Sebaliknya, konsumsi air kotor bisa memberi efek yang sangat buruk.
Penyakit yang muncul umumnya berpusat di sistem pencernaan, sebab bakteri dalam air minum tak layak konsumsi sangat berisiko. Kolera, disentri, diare, hepatitis A, hingga keracunan timbal bisa berdampak langsung.
Memilih air minum bersih karena itu jadi prioritas, apalagi penyakit pencernaan butuh proses pemulihan yang cukup lama. Penyerapan nutrisi, vitamin, dan gizi ke tubuh pun ikut terganggu. Gejala awalnya biasanya diare dan mual. Efek berikutnya berupa demam tinggi, dan bila masih berlanjut, penanganan khusus di rumah sakit terdekat sangat dibutuhkan. Kita perlu mulai waspada begitu gejala tersebut muncul.
Tidak Hanya Jernih, Apa Saja Syarat Penting Air Minum?
Air minum yang baik dan aman harus memenuhi tolok ukur yang bisa diukur, bukan sekadar terlihat jernih di mata. Apakah air yang jernih otomatis aman diminum? Belum tentu, sebab pencemaran kimia sering tidak terlihat mata. Pemerintah sudah menetapkan angkanya. Permenkes No. 2 Tahun 2023 mensyaratkan pH air minum 6,5 sampai 8,5, zat padat terlarut (TDS) di bawah 300 mg/L, dan kekeruhan di bawah 3 NTU (Permenkes No. 2 Tahun 2023, JDIH BPK RI, 2023). Warna, rasa, dan bau tetap menjadi indikator awal yang mudah Anda periksa sendiri di rumah. Namun parameter laboratorium itulah yang memastikan keamanannya secara menyeluruh. Air yang tampak bening masih mungkin membawa zat terlarut melebihi ambang batas. Sebelum membeli air minum kemasan, periksa izin edarnya dan pastikan produsennya menguji produk sesuai standar baku mutu tersebut.
Kesehatan tubuh sangat bergantung pada asupan air minum. Manusia dewasa setidaknya membutuhkan sekitar 2 liter atau 8 gelas per hari.
Tubuh manusia memang didominasi air, dan kebutuhan akan kualitas airnya pun sama besar. Tapi air yang bersih ternyata tidak cukup hanya dengan jernih. Masih ada beberapa syarat lain yang perlu dipahami.
- Tidak Berwarna
Air minum yang ideal seharusnya jernih, tidak memiliki bau, maupun memiliki rasa. Air yang sudah tercemar tentu akan terlihat kotor dan keruh, namun warna bisa menjadi indikasi berat akan kualitas sebuah air minum.
Contohnya, air berwarna kuning, jingga, hingga cokelat memiliki indikasi bahwa terdapat zat-zat berbahaya di dalamnya. Warna kuning sendiri bisa mengindikasikan kehadiran chromium-6 yaitu zat kimia penyebab kanker.
Warna keruh lain seperti jingga atau cokelat bisa menandakan bahwa terdapat kandungan logam atau karat di air tersebut. - Tidak Ada Rasa
Air minum yang baik seharusnya tidak memiliki rasa, namun kontaminasi zat-zat asing bisa menjadi salah satu alasan mengapa air minum memiliki rasa dan cenderung tidak enak. Kandungan logam bisa menjadi salah satu alasan mengingat proses penyaluran air dari pipa maupun besi. Cek selalu apakah ada rasa yang tidak biasa dalam konsumsi air mineral anda. - Tidak Berbau
Selain rasa dan warna, bau juga bisa menjadi salah satu indikator penting untuk mengetahui apakah air minum layak dikonsumsi atau sebaliknya, memberikan efek negatif kepada tubuh. Bau sendiri bisa mengindikasikan beberapa hal seperti kandungan gas hidrogen sulfida bila air memiliki bau seperti telur busuk.
Ada juga kandungan barium yaitu zat kimia yang membuat air memiliki bau amis. Kandungan gas ini juga bersifat sulfat dan berpotensi menimbulkan penyakit seperti dehidrasi atau diare. - Bebas Bakteri
Agar air layak dikonsumsi, maka sudah sepatutnya tidak mengandung bakteri penyebab penyakit di saluran pencernaan seperti bakteri golongan E. coli, Salmonella typhi dan Vibrio cholera.
Untuk memenuhi kriteria-kriteria tersebut, dibutuhkan proses pengolahan air yang layak diminum dengan menyesuaikan beberapa prosedur. Dengan begitu, air yang dihasilkan sehat dan layak untuk dikonsumsi.
Sebagai pegangan, berikut batas baku mutu air minum yang berlaku secara nasional:
| Parameter | Batas menurut Permenkes No. 2/2023 |
|---|---|
| pH | 6,5 sampai 8,5 |
| Zat padat terlarut (TDS) | Di bawah 300 mg/L |
| Kekeruhan | Di bawah 3 NTU |
| Warna | Maksimal 10 TCU |
| E. coli dan total coliform | 0 CFU/100 mL |
Sumber: Permenkes No. 2 Tahun 2023, JDIH BPK RI
Sumber Air Minum Terbaik
Sumber air minum terbaik umumnya berasal dari lingkungan yang terlindungi, dan air pegunungan menjadi salah satu contoh yang paling dikenal. Air ini tersaring secara alami melalui lapisan batuan sebelum mencapai titik mata air, sehingga risiko kontaminasinya lebih rendah dibandingkan sumber terbuka. Sumber yang terjaga membuat mineral alami di dalam air tetap utuh sampai dikonsumsi. Kualitas sumber hanyalah satu sisi, jumlah asupan adalah sisi lainnya. Kementerian Kesehatan RI menyarankan setiap orang minum delapan gelas air setiap hari agar kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi (Kementerian Kesehatan RI). Anjuran itu sejalan dengan kebutuhan sekitar 2 liter per hari yang disebut dalam artikel ini. Praktiknya, pilih air minum dari sumber yang jelas asal usulnya, lalu jaga konsistensi minum Anda sepanjang hari, misalnya dengan menyediakan segelas air di meja kerja.
Air adalah komponen utama penyusun tubuh, sehingga asupannya harus cukup agar tubuh berfungsi dengan baik. Riset European Food Safety Authority menyebutkan bahwa air berkontribusi menjaga fungsi fisik, kognitif, hingga temperatur tubuh tetap normal.
Karena itu dibutuhkan sumber air minum yang baik. Air pegunungan kerap jadi salah satu pilihan utama. Alasannya, air pegunungan lebih dulu melewati proses penyaringan panjang sebelum layak diminum. Sumbernya pun berada di area yang masih alami, dengan lingkungan asri dan terjaga sehingga airnya terbebas dari kontaminasi. Faktor ini sangat menentukan kualitas air, dan memastikan tidak adanya zat polutan maupun bakteri yang merugikan tubuh.
AQUA konsisten menghasilkan air minum dari pegunungan dengan kualitas terbaik sampai ke tangan konsumen. Ada 9 kriteria dan 5 tahapan seleksi yang melibatkan para ahli geologi dan geohidrologi untuk memilih sumber air, lalu dilanjutkan dengan tahapan uji klinis. Setidaknya butuh 1 tahun penelitian untuk menjalankan seluruh proses tersebut.
AQUA juga menerapkan tiga perlindungan. Pertama, melindungi keseimbangan ekosistem di sekitar sumber air sehingga kualitas dan keberlangsungannya terjaga. Kedua, melindungi kealamian mineral yang terkandung di air, dengan mineral alami dari pegunungan vulkanik. Ketiga, menjalankan proses pengemasan yang seksama tanpa sentuhan tangan manusia, sehingga kebersihan produknya tidak perlu diragukan.
Karena itu, pilihlah AQUA untuk memenuhi hidrasi Anda dan keluarga. Air minum kemasan yang kualitasnya sudah terjamin, dengan sumber terlindungi untuk menjaga kemurnian mineralnya, serta diproses secara ketat demi memberikan air minum terbaik bagi keluarga Anda.
FAQ Seputar Syarat Air Minum yang Baik dan Aman
Apa saja syarat air minum yang layak dikonsumsi?
Air minum yang layak harus jernih, tidak berwarna, tidak berasa, tidak berbau, dan bebas bakteri penyebab penyakit seperti E. coli. Standar resminya diatur pemerintah melalui baku mutu air minum, jadi jangan menilai kualitas air hanya dari tampilannya yang terlihat bersih.
Berapa pH air minum yang aman menurut standar di Indonesia?
Permenkes No. 2 Tahun 2023 menetapkan pH air minum 6,5 sampai 8,5, dengan zat padat terlarut di bawah 300 mg/L dan kekeruhan di bawah 3 NTU (Permenkes No. 2 Tahun 2023, JDIH BPK RI, 2023). Air di luar rentang itu perlu diwaspadai karena bisa menandakan pencemaran.
Berapa banyak air minum yang dibutuhkan orang dewasa setiap hari?
Kementerian Kesehatan RI menyarankan setiap orang minum delapan gelas air setiap hari (Kementerian Kesehatan RI). Jumlah itu setara sekitar 2 liter, sesuai kebutuhan rata-rata orang dewasa. Kebutuhan Anda bisa lebih besar saat cuaca panas, berolahraga, atau sedang banyak beraktivitas fisik.
Saat syarat-syarat penting itu terpenuhi, yang tersisa hanyalah ketenangan. Itulah rasanya menjadi Keluarga Adem. Tambahkan sedikit keberuntungan dengan mengecek kode unik di balik tutup AQUA galon Anda, lalu tukarkan dengan hadiah lewat promo AQUA 100% Untung.
Referensi:
- Ini dia 7 Dampak Buruk Bagi Kesehatan Akibat Pencemaran Air - buka
- Ciri-ciri Air Minum yang Tercemar dan Bahayanya untuk Tubuh - buka
- Drinking Water - buka
- Ini Syarat-syarat Air Bersih yang Perlu Anda Perhatikan
- Inilah Keunggulan Air Minum dari Sumber Air Pegunungan
- Air Untuk Kesehata, Santoso B., Hardinsyah, Siregar P, Pardede S. 2017

