Logo AQUA

Rekomendasi Memilih Air Mineral yang Baik Untuk Anak

Hidup Sehat | 10 Januari 2025

Bagikan:

Rekomendasi Memilih Air Mineral yang Baik Untuk Anak

Kebutuhan cairan tubuh wajib dipenuhi. Dengan cairan yang cukup, tubuh bisa menjalankan fungsinya secara maksimal. Kebutuhan akan cairan berlaku untuk semua kalangan, baik orang dewasa maupun anak-anak, sebab air putih juga berperan penting bagi perkembangan anak.

TL;DR (Ringkasan):

  • Pilih air mineral anak dengan lima pemeriksaan: sumber air, kandungan mineral, warna, bau dan rasa, serta kemasan.
  • Air pegunungan jadi sumber ideal karena kandungan alami dan pH seimbang.
  • Menurut IDAI, anak 4-8 tahun butuh total cairan 1.700 mL per hari dari makanan dan minuman.

Berapa Kebutuhan Air Minum Anak per Hari?

Kebutuhan air minum anak berubah mengikuti usianya, jadi takaran orang dewasa tidak bisa langsung dipakai untuk mereka. Ikatan Dokter Anak Indonesia merinci total kebutuhan cairan harian dari makanan dan minuman: 700 mL untuk bayi 0-6 bulan, 1.300 mL untuk usia 1-3 tahun, 1.700 mL untuk usia 4-8 tahun, serta 2.400 mL untuk anak laki-laki 9-13 tahun (IDAI). Angka itu mencakup seluruh cairan, bukan hanya air putih dari gelas. Aktivitas fisik yang padat dan cuaca panas membuat kebutuhannya bertambah lagi. Tabel di bawah merangkum angka lengkapnya untuk setiap kelompok usia. Kapan waktu terbaik menawarkan minum pada si kecil? Jadikan air minum bagian dari rutinitas: saat bangun tidur, sebelum makan, sesudah bermain, dan menjelang tidur. Dengan pola sederhana itu, kebutuhan cairan anak lebih mudah terpenuhi tanpa paksaan.

Anjuran umumnya delapan gelas sehari, setara dua liter. Tapi untuk anak-anak, takarannya menyesuaikan rentang usia. Anak usia 4-6 tahun membutuhkan 6 gelas per hari, usia 7-12 tahun 8 gelas per hari, sedangkan anak di atas 12 tahun sudah membutuhkan cairan setara orang dewasa.

Usia anak Kebutuhan cairan harian (makanan dan minuman)
0-6 bulan 700 mL
7-12 bulan 800 mL
1-3 tahun 1.300 mL
4-8 tahun 1.700 mL
9-13 tahun 2.400 mL (laki-laki), 2.100 mL (perempuan)
14-18 tahun 3.300 mL (laki-laki), 2.300 mL (perempuan)

Sumber: IDAI

Bagaimana Cara Memilih Air Mineral yang Baik untuk Anak?

Air mineral yang baik untuk anak harus memenuhi standar mutu yang jelas, bukan sekadar jernih dilihat mata. Anak lebih rentan terhadap kontaminan dibandingkan orang dewasa, sehingga ketelitian orang tua sangat menentukan. Pemerintah menuangkan standar itu dalam Permenkes Nomor 2 Tahun 2023: pH 6,5 sampai 8,5, kekeruhan di bawah 3 NTU, serta E. coli dan total coliform 0 CFU/100 mL (Permenkes No. 2 Tahun 2023, JDIH BPK RI, 2023). Produk kemasan resmi diuji terhadap parameter tersebut sebelum boleh beredar. Izin edar pada label menjadi bukti paling mudah untuk Anda periksa sendiri. Misalnya, air yang berbau atau berasa aneh hampir pasti gagal memenuhi standar dan sebaiknya tidak diberikan kepada anak. Lima poin pemeriksaan berikut membantu Anda menyaring pilihan di rak toko dengan cepat.

Air kemasan sering jadi pilihan utama orang tua untuk memenuhi kebutuhan cairan si kecil, sebab mudah ditemukan dan praktis. Tapi di balik kepraktisan itu, Anda tetap perlu jeli memilih produk yang paling aman dan sehat.

Berikut 5 poin penting untuk menilai keamanan dan kemurnian air minum dalam kemasan.

  • Cek Sumber Airnya
    Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dr. Joseph Mercola, anggota American College Nutrition, bahwa air pegunungan merupakan sumber air yang ideal dan baik untuk diminum. Selain menjadi air tersehat karena kandungan alami di dalamnya, pH air yang diambil dari sumber alami juga seimbang dan tepat bagi tubuh, yaitu tidak terlalu asam atau basa.
  • Cek kandungan mineralnya
    Pilihlah produk yang dengan jelas menyertakan keterangan "air mineral". Karena air dari sumber alami ini mengandung berbagai mineral penting bagi tubuh, seperti Kalsium, Natrium dan Magnesium.
  • Cek warna airnya
    Air yang aman untuk dikonsumsi adalah air yang jernih tidak berwarna. Jika Anda mendapati air dalam kemasan yang Anda beli berwarna kecoklatan sebaiknya jangan dikonsumsi. Ini bisa menjadi salah satu tanda bahwa air tersebut sudah tercemar dan mengandung bahan kimia yang berbahaya.
  • Cek bau dan rasa airnya
    Air yang sehat adalah air yang tawar saat diminum dan tidak memiliki bau apa pun. Biasanya tingkat keasamanlah yang menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi rasa air. Pasalnya, selain membantu mengatur kandungan mineral alami air, tingkat pH juga bisa mempengaruhi rasa. Untuk itu, pilihlah air kemasan yang memiliki tingkat pH ideal antara 6,5 sampai 7,5.
  • Cek kemasannya
    Salah satu tanda terpenting bahwa produk air kemasan yang Anda beli masih terjamin keasliannya terlihat dari kemasannya. Pastikan kemasan air minum dalam kondisi baik, tidak bocor dan masih tertutup dengan rapat saat membeli. Kemasan yang rusak bisa membuat produk menjadi terkontaminasi oleh kuman atau zat berbahaya.

Jangan lupa periksa juga tanggal kadaluarsa yang tertera pada kemasan.

Air mineral kemasan yang lolos lima pemeriksaan di atas masih perlu dijaga kualitasnya sampai diminum si kecil. Simpan air di tempat sejuk dan jauh dari paparan sinar matahari langsung supaya kualitasnya tidak menurun. Standar mutu resmi juga membatasi zat padat terlarut atau TDS di bawah 300 mg/L dan warna maksimal 10 TCU (Permenkes No. 2 Tahun 2023, JDIH BPK RI, 2023). Angka seperti itu memang tidak terlihat mata, tetapi menjadi jaminan bahwa air aman dikonsumsi rutin. Produsen tepercaya menguji parameter tersebut secara berkala di laboratorium. Bagaimana bila kemasan ditemukan rusak setelah dibeli? Jangan diberikan kepada anak, karena kemasan yang bocor atau penyok membuka jalan masuk kuman dan zat berbahaya. Kebiasaan memeriksa sebelum menyajikan adalah lapisan perlindungan terakhir dari Anda sebagai orang tua.

Itulah poin penting dalam memilih air minum kemasan yang bagus untuk anak. Tantangan berikutnya justru lebih berat: membuat si kecil mau minum cukup air, sebab anak-anak biasanya lebih tertarik pada minuman berperasa manis. Padahal air putih bermanfaat untuk kognitif si kecil, mulai dari membantu konsentrasi saat belajar, meningkatkan daya ingat, sampai mengoptimalkan kemampuan berpikir dan memahami.

Air putih juga dikenal sebagai minuman untuk anak diare yang baik dikonsumsi guna mencegah dehidrasi akibat gejala-gejala yang ditimbulkan gangguan kesehatan tersebut.

Sebagian orang tua mungkin bingung bagaimana mencukupi kebutuhan air si kecil, sebab air putih tidak terlihat menarik bagi mereka. Kini kekhawatiran itu ada jawabannya. AQUA menghadirkan AQUA Kids yang siap membantu orang tua memenuhi kebutuhan cairan si kecil.

AQUA Kids dilengkapi berbagai karakter menarik dan mini games edukatif pada labelnya, sehingga minum air terasa lebih menyenangkan bagi anak. Tersedia dalam dua varian, 330 ml dan 450 ml, dan kemasan 450ml dilengkapi tutup botol sport cap yang mudah dipegang, mudah dibuka, dan tidak gampang tumpah.

Keunggulannya bukan cuma soal cara minum yang menyenangkan. AQUA menerapkan tiga perlindungan dalam prosesnya. Pertama, melindungi keseimbangan ekosistem di sekitar sumber air sehingga kealamian mineral dan keberlangsungan sumber air terjaga. Kedua, melindungi kemurnian mineral yang terkandung di dalam air, sehingga kemurniannya tidak perlu diragukan. Ketiga, menjalankan proses yang seksama tanpa sentuhan langsung tangan manusia saat pengemasan, sehingga kebersihan dan kehigienisan AQUA terjamin.

Ayo, dukung si kecil dengan memenuhi kebutuhan minum hariannya!

FAQ Seputar Air Mineral untuk Anak

Berapa banyak air yang harus diminum anak setiap hari?

Sebagai patokan praktis, anak usia 4-6 tahun membutuhkan 6 gelas per hari dan usia 7-12 tahun 8 gelas per hari. Versi IDAI, total cairan harian anak 4-8 tahun dari makanan dan minuman adalah 1.700 mL (IDAI). Sesuaikan lagi dengan aktivitas si kecil.

Apa tanda air kemasan tidak layak diberikan kepada anak?

Waspadai air yang berwarna kecoklatan, berbau, berasa aneh, atau kemasannya bocor dan tidak tersegel rapat. Tanda-tanda itu menunjukkan kemungkinan pencemaran kuman atau bahan kimia berbahaya. Periksa juga tanggal kadaluarsa pada kemasan sebelum membeli, lalu simpan produk di tempat yang bersih.

Berapa pH air minum yang ideal untuk anak?

Artikel ini menyarankan memilih air kemasan dengan pH 6,5 sampai 7,5 agar rasanya nyaman bagi anak. Standar baku mutu nasional memberi rentang lebih lebar, pH 6,5 sampai 8,5 (Permenkes No. 2 Tahun 2023, JDIH BPK RI, 2023). Selama berada di rentang itu, air aman dikonsumsi.

Anak yang cukup minum tumbuh lebih fokus, dan orang tua pun bisa lebih tenang. Begitulah Keluarga Adem terbentuk, dari kebiasaan kecil yang dijaga bersama. Untuk kebutuhan di rumah, sedia AQUA galon dan cek kode unik di balik tutupnya. Ada hadiah yang bisa ditukar lewat promo AQUA 100% Untung.

Source:

Artikel Terkait

Tidak ada artikel.

Website ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari lebih lanjut .