Oleh-oleh khas Banyuwangi yang paling banyak diburu wisatawan antara lain kue bagiak, kopi Arabika, sale pisang, kerupuk rumput laut, hingga batik dan tenun ikat. Pilihannya beragam, mulai dari camilan kering yang tahan berbulan-bulan sampai kerajinan tangan yang bisa menjadi kenang-kenangan seumur hidup.
Banyuwangi sendiri memiliki sejumlah wisata alam populer yang ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Agar Anda tidak bingung memilih buah tangan, artikel ini mengelompokkan 15 oleh-oleh khas Banyuwangi ke dalam tiga kategori: camilan kering tahan lama, makanan siap santap, serta minuman dan kerajinan. Ada pula tabel ringkasan untuk membantu Anda memilih sesuai jarak perjalanan pulang.
Poin Penting:
- 15 oleh-oleh khas Banyuwangi terbagi menjadi camilan kering tahan lama, makanan siap santap, serta minuman dan kerajinan.
- Kue bagiak berbahan tepung sagu dapat bertahan hingga tiga bulan bila disimpan terlindung dari sinar matahari langsung.
- Kopi Arabika Banyuwangi tumbuh di dataran tinggi dan dikenal dengan cita rasa serta aroma khasnya.
- Untuk perjalanan jauh, pilih camilan kering; makanan basah seperti patola dan tape buntut sebaiknya dibeli menjelang kepulangan.
- Selain makanan, tersedia batik motif Gajah Oling, kerajinan anyaman bambu Gintangan, dan tenun ikat.
Camilan Kering Tahan Lama
Kategori ini paling aman untuk perjalanan jauh karena teksturnya kering dan umumnya awet selama berminggu-minggu. Berikut pilihan camilan kering khas Banyuwangi yang layak masuk daftar belanja Anda.
1. Kerupuk Rumput Laut
Kerupuk rumput laut memiliki bentuk yang hampir menyerupai kerupuk bawang, tetapi dibuat dari bahan dasar rumput laut. Cita rasanya unik dan gurih, pas dinikmati sebagai camilan maupun pelengkap hidangan. Bagi Anda yang gemar makan dengan kerupuk, jangan lupa membawa pulang kerupuk khas Banyuwangi ini saat berlibur.
2. Kue Bagiak
Bagiak adalah camilan berbahan tepung sagu yang diolah dengan teknik khusus dan hadir dalam banyak rasa, seperti vanila, durian, moka, pandan, keju, nangka, jahe, hingga kacang. Teksturnya yang lembut membuatnya digemari anak-anak sampai orang dewasa. Kue ini sangat cocok dijadikan oleh-oleh karena mampu bertahan hingga tiga bulan asalkan disimpan terlindung dari paparan sinar matahari langsung.
3. Ladrang Sabrang
Ladrang sabrang dibuat dari ubi ungu dan memiliki tekstur renyah yang khas. Ubi ungu secara alami mengandung serat, sehingga camilan ini bisa menjadi pilihan yang lebih menarik dibanding camilan goreng biasa. Rasanya gurih dan cocok dinikmati sebagai teman minum teh atau kopi di rumah.
Baca juga: 10 Makanan Khas Jawa Timur, Patut Dicoba saat Liburan!
4. Sale Pisang
Sale pisang khas Banyuwangi menawarkan kombinasi rasa manis dan gurih dengan aroma yang menggugah selera. Proses pengeringannya yang berlangsung cukup lama membuat cita rasanya semakin gurih dan lezat. Selain varian kering, tersedia juga sale pisang molen yang menawarkan sensasi berbeda namun tetap istimewa untuk dibawa pulang.
5. Keripik Tempe Banyuwangi
Tempe, makanan hasil fermentasi kedelai, di Banyuwangi sering diolah menjadi keripik dengan berbagai pilihan rasa, seperti original, pedas, atau manis. Keripik tempe menjadi favorit wisatawan karena kelezatannya yang gurih dan renyah serta daya tahannya yang cukup lama, sehingga aman dibawa dalam perjalanan jauh.
6. Kelemben
Kelemben adalah kue berbahan campuran tepung terigu, gula, dan telur yang dibentuk menyerupai kura-kura. Bentuknya unik dan rasanya manis legit. Daya tahannya yang cukup lama membuat kelemben sering dipilih sebagai buah tangan untuk keluarga di rumah.
Makanan Siap Santap Khas Banyuwangi
Kelompok ini menawarkan cita rasa otentik Banyuwangi, tetapi umumnya lebih cepat basi. Sebaiknya beli menjelang kepulangan agar tetap segar sampai di rumah.
7. Dodol Banyuwangi
Dodol Banyuwangi dibuat dari kombinasi santan, gula, dan berbagai bahan lainnya dengan karakteristik tekstur yang lebih lengket dan kental dibandingkan dodol dari daerah lain. Pengolahannya masih menggunakan cara tradisional dengan bahan-bahan alami, sehingga menjadi favorit para wisatawan yang mencari rasa autentik.
8. Dodol Salak
Berbeda dari dodol pada umumnya yang berbahan tepung ketan atau durian, dodol salak dibuat dengan bahan dasar buah salak sehingga rasanya unik dan khas. Daya tariknya bertambah karena dibungkus daun lontar yang memberikan aroma khas pada setiap gigitannya.
9. Patola
Patola adalah camilan unik berbentuk mirip kerupuk dengan tekstur kenyal yang khas. Makanan ini dibuat dari tepung beras yang dicelupkan ke dalam campuran gula merah dan santan, menghasilkan rasa manis gurih yang pas dinikmati bersama secangkir kopi. Karena mudah basi, pastikan Anda membelinya menjelang kepulangan agar tetap segar.
10. Tape Buntut
Tape buntut memiliki perbedaan mencolok dibandingkan tape lainnya, yaitu pembungkusnya yang menggunakan daun jati yang dilipat menyerupai buntut atau ekor. Makanan tradisional khas suku Osing Banyuwangi ini wajib Anda coba sebagai oleh-oleh yang autentik dari daerah ini.
Baca juga: 8 Jajanan Pasar Rendah Kalori, Bisa Dinikmati saat Diet!
Minuman dan Kerajinan Khas Banyuwangi
Selain makanan, Banyuwangi juga terkenal dengan kopi dan kerajinan tangannya. Kategori ini paling awet, sehingga bisa Anda beli kapan saja selama liburan.
11. Kopi Arabika
Kopi Arabika Banyuwangi tumbuh subur di kawasan dataran tinggi dan dikenal memiliki cita rasa istimewa serta aroma yang khas. Banyak wisatawan menjadikannya buah tangan karena dianggap sebagai salah satu kopi terbaik di Indonesia. Kemasannya yang praktis juga membuatnya mudah dibawa pulang.
12. Batik Banyuwangi
Batik Banyuwangi hadir dalam beragam motif khas, seperti Gajah Oling, Sembruk Cacing, hingga Gedhegan. Harganya relatif ramah di kantong, sehingga Anda bisa membeli beberapa lembar sekaligus untuk dibagikan kepada orang-orang terdekat di rumah.
13. Kerajinan Gintangan
Gintangan adalah kerajinan tangan dari anyaman bambu dengan keunikan pada motif anyaman dan desainnya. Anda bisa membelinya langsung di Desa Gintangan, Kecamatan Rogojampi, sambil menyaksikan proses pembuatannya secara langsung. Kerajinan ini cocok untuk dekorasi rumah maupun hadiah.
14. Kerajinan Tenun Ikat
Tenun ikat Banyuwangi merupakan warisan budaya yang berharga, terkenal dengan motif indah dan warna-warna terang. Setiap tenunan mengandung cerita dan makna khas, menjadikannya oleh-oleh bernilai tinggi yang dihargai sebagai karya seni lokal yang otentik.
15. Kanggi
Jika Anda masih bingung memilih, cobalah membeli Kanggi, yaitu paket oleh-oleh khas Banyuwangi yang mencakup batik, kerajinan tangan, suvenir, makanan ringan, dan kopi. Cukup dengan satu paket, Anda sudah bisa membawa berbagai buah tangan sekaligus dengan harga yang terjangkau, terutama bila membeli dalam jumlah banyak.
Baca juga: 20 Oleh-Oleh Khas Solo yang Cocok untuk Anda Bawa Pulang
Pertanyaan Yang Sering ditanya
Apa oleh-oleh khas Banyuwangi yang paling populer?
Beberapa yang paling populer adalah kue bagiak, kopi Arabika, sale pisang, dan kerupuk rumput laut. Untuk buah tangan non-makanan, batik motif Gajah Oling dan tenun ikat menjadi favorit wisatawan. Bila ingin praktis, paket Kanggi menggabungkan batik, kerajinan, suvenir, makanan ringan, dan kopi dalam satu bungkus.
Oleh-oleh Banyuwangi apa yang tahan lama?
Camilan kering paling tahan lama, seperti kue bagiak yang bisa bertahan hingga tiga bulan, kerupuk rumput laut, ladrang sabrang, sale pisang, keripik tempe, dan kelemben. Kopi Arabika serta kerajinan seperti batik dan tenun ikat juga awet. Sebaliknya, patola dan tape buntut sebaiknya segera dikonsumsi.
Baca juga: 10 Oleh-Oleh Khas Cirebon yang Wajib Dibawa Pulang!
Apakah oleh-oleh khas Banyuwangi hanya berupa makanan?
Tidak. Selain aneka camilan dan kopi, Banyuwangi menawarkan kerajinan bernilai seni tinggi, seperti batik dengan motif Gajah Oling, Sembruk Cacing, dan Gedhegan, anyaman bambu dari Desa Gintangan, serta tenun ikat warisan budaya lokal. Kerajinan ini cocok sebagai kenang-kenangan yang tahan lama dan bernilai.
Baca juga: 8 Tips Agar Tidak Mabuk Perjalanan, Wajib Dicatat!
Selama berburu oleh-oleh khas Banyuwangi di tengah cuaca panas dan aktivitas padat, jaga tubuh Anda agar tetap terhidrasi dengan #AQUADULU. AQUA berasal dari gunung terpilih dengan sumber mata air yang terlindungi, sehingga terasa dingin alami dan segar tanpa perlu didinginkan terlebih dahulu.
Anda bisa membawa AQUA 1500 ml selama perjalanan karena kapasitasnya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidrasi sepanjang hari. Kualitasnya pun terjamin dengan sertifikat Halal, BPOM, dan SNI, jadi Anda bisa tetap bertenaga selama menjelajahi Banyuwangi.

