Logo AQUA

Sejarah Bulu Tangkis dan Perkembangannya dari Masa ke Masa

Healthy Lifestyle | 05 June 2026

Share this:

Sejarah Bulu Tangkis dan Perkembangannya dari Masa ke Masa

Bulu tangkis adalah salah satu cabang olahraga yang mendapatkan banyak atensi dari masyarakat dunia.

Namun, siapa sangka kalau sejarah bulu tangkis ternyata sangat panjang. Bermula dari permainan tradisional hingga akhirnya menjadi turnamen internasional. Indonesia sendiri berhasil meraih berbagai peringkat gemilang di kancah internasional melalui bulu tangkis.

Jika Anda penggemar olahraga bola kecil ini, pahami sejarah dan perkembangannya melalui penjelasan berikut!

Sejarah Bulu Tangkis Dunia

Untuk memahami sejarah bulu tangkis dunia secara lebih sistematis dan terperinci, pembahasan ini akan dibagi menjadi tiga bagian sebagai berikut:

1. Awal Mula Permainan Bulu Tangkis

Konon, bulu tangkis pertama kali dimainkan di Mesir Kuno sekitar 2000 tahun lalu. Namun, ada pula yang menyebutkan bahwa olahraga ini berasal dari China. 

Pasalnya, di China, ada satu permainan tradisional yang dipercaya menjadi awal mula berkembangnya bulu tangkis, yaitu jianzi. Pemain jianzi harus menjaga kok agar tidak menyentuh tanah dengan menggunakan kaki.

Pada Abad Pertengahan, anak-anak di Inggris memainkan permainan battledore dan shuttlecock. Pemain menggunakan dayung atau tongkat kecil untuk menjaga kok agar tetap melayang di udara. Popularitas battledore dan shuttlecock semakin meningkat setelah majalah Punch menerbitkan ilustrasi permainan ini pada tahun 1854.

Bulu tangkis dalam format kompetisi pertama kali dimainkan oleh tentara Britania di Pune, India. Kompetisi ini sudah mulai menggunakan jaring atau net. Berhubung dengan perkembangan awalnya di kota Pune, permainan ini sempat dikenal dengan nama Poona.

2. Perkembangan Bulu Tangkis di Inggris

Pada tahun 1850-an, para tentara membawa Poona kembali ke Inggris. Namun, nama Poona tergantikan oleh badminton pada tahun 1860-an.

Nama badminton pertama kali muncul dalam pamflet Badminton Battledore - A New Game karya Isaac Spratt. Nama ini diambil dari Badminton House, sebuah gedung yang sering digunakan untuk memainkan permainan tersebut.

Pada tahun 1877, Klub Badminton Bath di Inggris mulai menyusun aturan dasar permainan bulu tangkis, salah satunya adalah perihal cara servis bulu tangkis. Setelah itu, dibentuklah organisasi yang menaungi bulu tangkis pada tahun 1893 yang diberi nama Asosiasi Bulu Tangkis Inggris.

Apakah Anda mengenal kompetisi All England? Kejuaraan internasional bulu tangkis tersebut pertama kali digelar pada tahun 1899 dan sampai sekarang dikenal sebagai salah satu turnamen bulu tangkis tertua sekaligus paling bergengsi di dunia.

3. Berdirinya Federasi Bulu Tangkis Dunia

Federasi Bulu Tangkis Dunia atau International Badminton Federation (IBF) didirikan pada tahun 1934. Beberapa negara yang mempelopori pembentukan IBF adalah Inggris, Denmark, Irlandia, Prancis, Belanda, Selandia Baru, Skotlandia, Kanada, dan Wales. Dua tahun kemudian, India bergabung sebagai anggota.

Nama IBF digunakan selama kurang lebih 72 tahun. Tepat di bulan September 2006, yaitu saat IBF Extraordinary General Meeting di Madrid, Spanyol, muncul usulan untuk mengganti nama federasi ini. Dengan persetujuan dari 206 delegasi yang hadir, IBF akhirnya berubah nama menjadi BWF (Badminton World Federation).

Baca juga: Pemanasan Sebelum Badminton, Kunci untuk Main Lebih Maksimal!

Sejarah Bulu Tangkis Indonesia

Bulu tangkis menjadi cabang olahraga yang banyak mengharumkan nama Indonesia. Mari pahami sejarah masuknya olahraga ini ke Indonesia, perubahan nama, dan perkembangannya dari masa ke masa.

1. Masuknya Bulu Tangkis ke Indonesia

Bulu tangkis mulai masuk ke Indonesia saat masa kolonial Belanda, yaitu pada tahun 1930-an. Olahraga ini masuk melalui pengaruh Inggris di Malaysia dan Singapura, yang kemudian berkembang di wilayah Sumatera dan Jakarta. 

Singkat cerita, pada tahun 1933, dibentuk komunitas badminton di Jakarta yang bernama Bataviase Badminton Bond dan Bataviase Badminton League. Keduanya lalu bergabung menjadi satu organisasi bernama Bataviase Badminton Unie.

Badminton tak hanya berkembang menjadi olahraga santai dan rekreatif, tetapi juga mulai dikemas dalam format kompetisi. Kompetisi bulu tangkis pertama diselenggarakan pada tahun 1934 dan berlokasi di Bandung, Jawa Barat.

2. Perubahan Nama Badminton Menjadi Bulu Tangkis

Setelah memahami sejarah bulu tangkis di Indonesia, ada fakta menarik yang perlu Anda ketahui tentang penamaan olahraga ini. Mengapa Indonesia menyebut badminton dengan nama bulu tangkis?

Latar belakang utamanya adalah gerakan antibarat yang digalakkan oleh Jepang saat menjajah Indonesia pada tahun 1942. Gerakan ini menyoroti nama badminton yang terkesan kebarat-baratan hingga muncul usulan untuk mengubahnya.

Usulan tersebut kemudian disetujui oleh ketua ISI bagian badminton, yaitu RMS. Tri Tjondrokusumo. Hasilnya, nama bulu tangkis digunakan hingga sekarang.

3. Berdirinya PBSI

Olahraga bulu tangkis semakin digemari oleh masyarakat Indonesia, terbukti dengan terbentuknya beberapa perkumpulan lokal. Namun, perkumpulan-perkumpulan tersebut seakan bergerak sendiri dan belum mengusung cita-cita perjuangan yang sama. 

Hal ini kemudian mendorong inisiatif Dick Sudirman untuk mendirikan satu organisasi nasional. Guna mewujudkannya, Sudirman mengirimkan surat yang mengajak sejumlah tokoh penting dan perkumpulan bulu tangkis Nusantara untuk bertemu dalam satu kongres.

Inisiatif dan usaha keras Sudirman membuahkan hasil. Pada 5 Mei 1951, terbentuklah PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia) sekaligus terlaksana kongres pertamanya.

Baca juga: Teknik Pukulan Drive Bulu Tangkis untuk Main Lebih Lincah!

4. Perkembangan Bulu Tangkis Indonesia

PBSI menjadi tonggak perkembangan pesat bulu tangkis di Indonesia. Organisasi ini menerapkan sistem pembinaan dan kejuaraan yang terstruktur.

Seiring berjalannya waktu, para atlet mulai diberangkatkan ke berbagai turnamen internasional dan olimpiade. Hasilnya, tak sedikit yang berhasil mengantongi gelar juara. 

Salah satu prestasi atlet Indonesia yang paling ikonik diraih saat Thomas Cup tahun 1958. Saat itu, Indonesia pertama kalinya ikut berlaga dan langsung dinobatkan sebagai juara. Setahun kemudian, Indonesia kembali meraih trofi juara setelah mengirimkan atlet unggulannya ke All England.

Bulu tangkis Tanah Air mencapai masa keemasannya pada era 1970–1990. Pada era tersebut, banyak lahir legenda bulu tangkis Indonesia yang disegani di panggung dunia.

Itulah sejarah bulu tangkis yang hingga kini masih menjadi salah satu olahraga populer di seluruh penjuru dunia. Penggemarnya pun datang dari berbagai kalangan usia. Tak heran, sebab bulu tangkis merupakan olahraga raket yang efektif untuk menjaga kebugaran tubuh.

Apakah Anda rutin bermain bulu tangkis? Jika ya, pastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi, ya. Solusi paling praktis adalah membawa AQUA 600 ml.

AQUA 600 ml ukurannya pas, tidak terlalu besar ataupun kecil sehingga dapat disimpan di dalam tas selama Anda berlatih. Kemasannya pun praktis dan mudah dibuka-tutup sehingga tak mudah tumpah. Tidak hanya itu, AQUA adem tanpa didinginkan sehingga cocok untuk menemani kegiatan Anda sehari-hari.

Kenapa harus AQUA? Karena tidak semua air itu AQUA. AQUA disaring alami oleh berlapis-lapis bebatuan yang kaya mineral alami dan diproses tanpa tersentuh tangan manusia serta melalui 400 tahap uji kualitas sebelum dikirimkan melalui jaringan distribusi. Sebagai produk asli Indonesia, AQUA Adem juga telah memenuhi standar BPOM dan SNI.

Tahukah Anda bahwa minum AQUA kini lebih untung karena Anda bisa mengikuti promo AQUA 100% Untung? Cukup temukan kode unik di balik tutup galon AQUA, kumpulkan poinnya, kemudian tukar dengan hadiah menarik yang tersedia.

Jadi, sudah siap untuk bermain bulu tangkis bersama AQUA Sejuk Alami? Tubuh lebih segar, kesempatan untungnya maksimal dengan program Keluarga SehatAQUA. AQUA 100% Murni, 100% Indonesia, dan 100% Halal.

Baca juga: 8 Perlengkapan Badminton yang Tak Boleh Terlewatkan

Related Articles

No articles found.

This website uses cookie to make sure you get the best experience. Learn more .