Bawang putih bukan sekadar bumbu dapur pelengkap masakan sehari-hari. Rempah satu ini sudah lama dikenal sebagai salah satu bahan alami yang menyimpan segudang manfaat bagi kesehatan tubuh, mulai dari menjaga kekebalan tubuh hingga memelihara kesehatan jantung.
Namun, banyak orang yang belum tahu cara terbaik mengonsumsi bawang putih agar manfaatnya bisa dirasakan secara optimal. Pasalnya, cara mengolah dan jumlah yang dikonsumsi ternyata sangat berpengaruh pada efektivitasnya. Mengonsumsinya terlalu banyak pun bisa menimbulkan efek samping yang kurang nyaman, seperti gangguan pada sistem pencernaan dan bau mulut.
Nah, artikel ini akan membahas secara lengkap berbagai cara mengonsumsi bawang putih yang aman sekaligus efektif, berikut manfaat dan tips penyimpanannya. Yuk, simak!
Kandungan Aktif dalam Bawang Putih
Sebelum membahas cara mengonsumsinya, ada baiknya memahami dulu mengapa bawang putih begitu bermanfaat bagi tubuh. Kuncinya ada pada sejumlah senyawa aktif yang terkandung di dalamnya, antara lain allicin, ajoene, dan saponin.
Di antara ketiganya, allicin adalah senyawa paling utama yang bertanggung jawab atas sebagian besar khasiat bawang putih. Allicin terbentuk saat bawang putih dipotong, dihancurkan, atau dikunyah. Senyawa inilah yang memberikan sifat antioksidan, antiinflamasi, antibakteri, hingga antivirus pada bawang putih.
Yang perlu diperhatikan, kadar allicin bisa berkurang secara signifikan saat bawang putih dipanaskan atau dimasak. Itulah mengapa cara pengolahan bawang putih sangat memengaruhi manfaat yang bisa Anda dapatkan.
Cara Mengonsumsi Bawang Putih
Ada beragam cara yang bisa Anda coba untuk mendapatkan manfaat bawang putih secara maksimal. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
1. Mengunyah Bawang Putih Mentah
Mengonsumsi bawang putih dalam kondisi mentah adalah cara terbaik untuk mendapatkan kandungan allicin secara utuh. Saat bawang putih dihancurkan atau dikunyah, senyawa alliin di dalamnya bereaksi membentuk allicin yang aktif. Proses ini tidak akan terjadi secara optimal jika bawang putih langsung dimasak tanpa dipotong atau dihancurkan terlebih dahulu.
Cara ini sangat ideal dilakukan saat perut kosong di pagi hari, karena penyerapan nutrisinya lebih optimal. Cukup makan 1-2 siung bawang putih mentah, kemudian minum segelas air putih untuk membantu meredakan rasa atau aroma yang menyengat.
Jumlah yang disarankan adalah 1-2 siung atau sekitar 3-6 gram per hari. Hindari mengonsumsi lebih dari takaran tersebut agar tidak mengalami efek samping seperti rasa panas di perut atau gangguan lambung.
2. Menambahkan Bawang Putih ke dalam Masakan Sehari-hari
Cara ini adalah yang paling mudah dan sudah umum dilakukan. Meski memasak bawang putih dapat mengurangi sebagian kandungan allicin, cara ini tetap bermanfaat sekaligus meminimalkan potensi iritasi pada perut yang mungkin timbul dari bawang putih mentah.
Untuk menjaga kandungan nutrisinya sebisa mungkin, ada trik sederhana yang bisa dicoba: cincang atau tumbuk bawang putih terlebih dahulu, lalu biarkan selama 10 menit sebelum dimasak. Cara ini memberi waktu bagi allicin untuk terbentuk secara penuh sebelum terpapar panas.
Bawang putih bisa ditambahkan ke berbagai jenis masakan, mulai dari tumisan, sup, kari, saus, hingga salad.
3. Memfermentasi Bawang Putih atau Mencampurnya dengan Madu
Fermentasi dan penambahan madu pada bawang putih dipercaya mampu meningkatkan efek antioksidan dan antibakterinya. Salah satu olahan yang populer adalah bawang putih hitam (black garlic), yaitu bawang putih yang difermentasi pada suhu dan kelembapan tertentu hingga berwarna hitam dan rasanya lebih lembut serta sedikit manis.
Cara lainnya adalah mencampur irisan bawang putih dengan madu. Ambil 1 siung bawang putih, potong menjadi 3-4 bagian, lalu campur dengan beberapa tetes madu. Diamkan selama beberapa menit, kemudian konsumsi pelan-pelan. Campuran ini bisa dikonsumsi saat perut kosong untuk manfaat yang lebih optimal. Untuk variasi, Anda juga bisa menyiapkan campuran 10 siung bawang putih iris dengan 5 sendok makan madu, lalu konsumsi satu sendok setiap pagi.
4. Membuat Teh Bawang Putih
Bagi Anda yang kurang menyukai rasa dan aroma bawang putih mentah yang tajam, teh bawang putih bisa menjadi pilihan yang menarik. Cara membuatnya cukup mudah:
- Hancurkan 1 siung bawang putih, lalu masukkan ke dalam secangkir air
- Rebus selama beberapa menit
- Tambahkan 1-2 sendok teh kayu manis, lalu biarkan meresap beberapa menit
- Matikan api, tambahkan 1 sendok teh madu dan setengah sendok teh air perasan lemon
- Sajikan selagi hangat
Teh bawang putih menghadirkan cita rasa yang lebih lembut dibandingkan mengonsumsinya secara langsung, namun manfaat kesehatannya tetap bisa Anda rasakan.
5. Memanggang Bawang Putih
Memanggang bawang putih menghasilkan rasa yang lebih lembut dan sedikit manis, sambil tetap menjaga sebagian besar manfaat kesehatannya. Caranya:
- Potong bagian atas umbi bawang putih sehingga siungnya terlihat
- Siram dengan minyak zaitun, lalu bungkus dengan aluminium foil
- Panggang dalam oven pada suhu sekitar 200 derajat Celsius selama 30-35 menit, atau hingga siungnya lunak dan berwarna keemasan
- Setelah dingin, peras siung bawang putih dari kulitnya
Bawang putih panggang bisa langsung dimakan, dioleskan pada roti, atau dicampurkan ke dalam saus dan masakan lainnya.
6. Menggunakan Minyak Bawang Putih
Minyak bawang putih adalah alternatif praktis lainnya untuk mendapatkan manfaat bawang putih, terutama bagi yang tidak menyukai bau atau rasa bawang putih yang kuat. Minyak ini bisa digunakan untuk menumis, sebagai dressing salad, atau sebagai taburan beraroma di atas sayuran dan roti panggang.
Cara membuat minyak bawang putih di rumah:
- Kupas dan hancurkan beberapa siung bawang putih
- Campurkan dengan secangkir minyak berkualitas tinggi, seperti minyak zaitun
- Panaskan dengan api kecil selama sekitar 10 menit, pastikan bawang putih tidak sampai gosong
- Angkat dari api dan biarkan dingin, lalu saring minyaknya
- Simpan dalam botol kedap udara di lemari es, dan gunakan dalam waktu maksimal 2 minggu
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengonsumsi Bawang Putih
Meski bermanfaat, ada beberapa kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan sebelum rutin mengonsumsi bawang putih:
- Pengguna obat pengencer darah: Bawang putih memiliki sifat antitrombotik yang dapat mengencerkan darah. Konsumsinya perlu dibatasi, terutama bagi yang mengonsumsi obat antikoagulan atau baru menjalani operasi.
- Pengguna obat-obatan tertentu: Bawang putih bisa berinteraksi dengan isoniazid, siklosporin, pil KB, obat antiinflamasi non-steroid (NSAID), dan obat-obatan untuk HIV/AIDS.
- Penderita gangguan lambung: Mengonsumsi bawang putih mentah dalam jumlah berlebihan bisa memperparah iritasi lambung.
Jika ingin mengonsumsi bawang putih sebagai suplemen atau ramuan herbal untuk kondisi medis tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mendapat rekomendasi yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.
Manfaat Bawang Putih bagi Kesehatan
Lalu, apa saja manfaat yang bisa didapatkan dari mengonsumsi bawang putih secara rutin dan sesuai anjuran? Berikut rangkuman lengkapnya.
1. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Salah satu manfaat bawang putih yang paling dikenal adalah kemampuannya dalam mendukung kekebalan tubuh. Kandungan allicin pada bawang putih dapat membantu melawan berbagai infeksi virus, termasuk flu, batuk, pilek, dan radang tenggorokan. Selain itu, senyawa organosulfur di dalamnya juga memiliki aktivitas antivirus yang berkontribusi meningkatkan respons imun tubuh secara keseluruhan.
2. Membantu Mengontrol Tekanan Darah
Mengonsumsi bawang putih secara teratur dapat membantu mengontrol tekanan darah tinggi. Kandungan allicin dan polisulfida di dalamnya bekerja dengan cara melebarkan pembuluh darah dan memperlancar aliran darah, sehingga tekanan darah tinggi bisa turun secara alami.
3. Menurunkan Kadar Kolesterol
Bawang putih juga bermanfaat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Allicin bekerja dengan cara menghambat enzim yang berperan dalam produksi kolesterol di hati, sehingga kadar kolesterol bisa tetap terjaga dalam batas normal.
4. Menjaga Kesehatan Jantung
Manfaat bawang putih dalam mengontrol tekanan darah dan menurunkan kolesterol secara tidak langsung turut menjaga kesehatan jantung. Kadar kolesterol yang terjaga mencegah penumpukan lemak yang bisa menyumbat pembuluh darah, sementara tekanan darah yang normal meringankan kerja jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh.
5. Membantu Mengontrol Gula Darah
Bawang putih juga memiliki sifat antiinflamasi yang relevan untuk pengelolaan gula darah. Beberapa penelitian populasi mengaitkan konsumsi bawang putih rutin dengan kadar gula darah yang lebih rendah, sehingga bisa menjadi pelengkap pola makan sehat bagi penderita diabetes maupun siapa saja yang ingin menjaga gula darah tetap stabil.
6. Berpotensi Menurunkan Risiko Kanker Tertentu
Bawang putih mengandung senyawa sulfur aktif dan allicin yang bersifat antioksidan. Beberapa penelitian populasi mengaitkan konsumsi bawang putih dengan risiko kanker tertentu yang lebih rendah, seperti kanker lambung, esofagus, dan payudara, meski bukti ilmiahnya belum sepenuhnya konklusif dan masih memerlukan penelitian klinis lebih lanjut sebelum bisa disebut sebagai efek pencegahan yang terbukti.
7. Berpotensi Mendukung Kesehatan Otak
Kandungan FruArg, yaitu turunan karbohidrat dalam bawang putih, diteliti karena potensinya melindungi sel-sel otak dari peradangan dan stres oksidatif. Riset laboratorium menunjukkan FruArg dapat meningkatkan jumlah sel mikroglia yang berperan melawan peradangan tersebut, sebuah mekanisme yang secara teoritis relevan untuk kondisi seperti stroke, Alzheimer, dan demensia. Perlu dicatat, temuan ini masih berasal dari penelitian sel dan hewan di laboratorium, sehingga penelitian pada manusia masih diperlukan sebelum manfaatnya bagi kesehatan otak dapat dipastikan.
8. Merawat Sistem Pencernaan
Senyawa allicin dalam bawang putih memiliki sifat antibakteri yang membantu mencegah infeksi bakteri Helicobacter pylori, yaitu bakteri yang menjadi penyebab utama tukak lambung. Dengan mengonsumsinya secara teratur dan dalam jumlah yang tepat, Anda turut menjaga kesehatan organ pencernaan dari dalam. Ingat, tetap jangan berlebihan agar tidak menimbulkan gangguan pencernaan.
Tips Mengatasi Bau Mulut Setelah Mengonsumsi Bawang Putih
Salah satu keluhan paling umum setelah mengonsumsi bawang putih adalah bau mulut. Jangan khawatir, ada beberapa cara alami mengatasinya:
- Sikat gigi segera setelah mengonsumsi bawang putih
- Berkumur dengan obat kumur
- Kunyah daun mint segar atau permen karet
- Gunakan kerokan lidah untuk membersihkan sisa bawang putih di permukaan lidah
- Minum air putih yang cukup untuk membantu membersihkan rongga mulut
- Konsumsi sayur dan buah-buahan
Cara Menyimpan Bawang Putih dengan Benar
Agar kualitas dan kandungan nutrisi bawang putih tetap terjaga, penting untuk menyimpannya dengan cara yang tepat. Berikut tipsnya:
- Cuci bawang putih hingga bersih sebelum disimpan
- Masukkan ke dalam wadah kedap udara dan simpan di lemari pendingin
- Alternatifnya, Anda bisa menghaluskan atau mengupas beberapa siung bawang putih, mencampurnya dengan minyak zaitun, lalu menyimpannya dalam wadah kedap udara di freezer
Kesimpulan
Bawang putih adalah salah satu bahan alami dengan manfaat kesehatan yang luar biasa. Mulai dari meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan jantung, hingga merawat sistem pencernaan, semua bisa Anda dapatkan dengan mengonsumsinya secara rutin dan dalam jumlah yang tepat.
Pilihan cara konsumsinya pun beragam, jadi Anda bisa menyesuaikan dengan selera dan kebutuhan. Yang terpenting, jangan berlebihan dan perhatikan kondisi kesehatan Anda, terutama jika sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu.
Selain rutin mengonsumsi bawang putih, jangan lupa mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh dengan memenuhi kebutuhan cairan harian. Dalam hal ini, Anda bisa memilih #AQUADULU karena tidak semua air itu AQUA. AQUA adalah produk asli Indonesia yang berasal dari 19 pegunungan terpilih di Indonesia.
Sumber air AQUA berasal dari lapisan terdalam pegunungan yang dilindungi lapisan pelindung alami sehingga bebas dari pencemaran. Itulah sebabnya AQUA terasa dingin alami dan segar tanpa perlu didinginkan terlebih dahulu.
Seluruh produk AQUA telah bersertifikat Halal, memenuhi standar BPOM, dan juga SNI, sehingga aman dikonsumsi oleh seluruh keluarga. Jadi, yuk penuhi kebutuhan cairan tubuh dengan AQUA DULU setiap harinya. AQUA, 100% Indonesia, 100% Halal, 100% Murni.

