10 Macam Gangguan Pencernaan yang Umum Terjadi & Penyebabnya

Hidup Sehat | 28 Desember 2022

Bagikan:

10 Macam Gangguan Pencernaan yang Umum Terjadi & Penyebabnya

Terdapat macam-macam gangguan pencernaan manusia yang sangat umum terjadi dan siapapun bisa mengalaminya. Inilah mengapa pola makan sehat sangat penting untuk diterapkan.

Sebab, meskipun terkadang hanya gangguan ringan, masalah pada sistem pencernaan kerap memengaruhi aktivitas sehari-hari karena menimbulkan rasa tidak nyaman.

Maka dari itu, yuk kenali macam-macam gangguan pencernaan beserta penyebab dan cara menanganinya berikut ini!

Macam-Macam Gangguan Pencernaan

Sistem pencernaan memegang peranan penting dalam proses penyerapan nutrisi yang kemudian dapat menghasilkan energi dan memperbaiki sel-sel tubuh.

Sehingga ketika organ pencernaan mengalami masalah, maka secara tidak langsung kesehatan tubuh pun akan ikut terkena dampaknya.

Lantas, apa saja macam-macam gangguan pencernaan tersebut? Berikut beberapa di antaranya.

1. Sembelit (Konstipasi)

Jenis gangguan pencernaan yang pertama adalah sembelit atau juga dikenal dengan istilah konstipasi. Ini merupakan kondisi ketika Anda jarang atau kesulitan buang air besar (BAB). 

Biasanya, sembelit ditandai dengan frekuensi BAB kurang dari 3 kali dalam satu minggu. Ciri lainnya adalah tekstur feses keras dan terasa tidak tuntas setelah BAB [1].

Penyebab sembelit pun beragam, seperti kurang minum air, jarang mengonsumsi makanan berserat, hingga pengaruh sejumlah obat-obatan [2].

Untuk mengatasinya, Anda dianjurkan memperbanyak asupan cairan dan makanan tinggi serat. Selain itu, obat pelunak feses juga bisa dijadikan sebagai alternatif sementara.

2. Diare

Diare adalah satu dari macam-macam gangguan pencernaan yang paling umum terjadi dan hampir pernah dialami semua orang.

Berbanding terbalik dengan sembelit, diare merupakan kondisi di mana seseorang mengalami peningkatan BAB yakni sebanyak lebih dari 3 kali dalam sehari dengan tekstur feses yang cair.

Beberapa penyebabnya yaitu infeksi bakteri atau rotavirus, perubahan pola makan, dan juga efek samping obat [3].

Pengobatan diare pun sebetulnya mudah, Anda bisa menggunakan sejumlah obat diare dan memperbanyak jumlah minum air putih untuk menggantikan cairan serta elektrolit tubuh yang hilang.

3. Radang Usus Buntu (Apendisitis)

Salah satu dari macam-macam gangguan pencernaan berikutnya adalah radang usus buntu atau apendisitis yang kerap menimbulkan rasa nyeri di bagian bawah perut sebelah kanan.

Secara umum, penyebab radang usus buntu adalah dikarenakan adanya fekalit atau kotoran yang mengeras dan tersangkut pada apendiks hingga mengakibatkan peradangan.

Untuk menanganinya, biasanya dokter akan melakukan operasi pengangkatan usus buntu. Sebab bila dibiarkan, apendisitis justru berisiko pecah dan menyebabkan penyebaran infeksi [1].

Baca juga: 7 Cara Mencegah Maag Agar Tidak Kambuh yang Wajib Dicoba

4. GERD

Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah jenis gangguan pencernaan yang timbul ketika terjadi kenaikan asam lambung menuju kerongkongan dan biasanya disebabkan oleh obesitas atau pola makan yang buruk.

Adapun ciri-ciri dari GERD adalah nyeri atau sensasi terbakar di dada, mual, muntah, kesulitan menelan, dan batuk [3].

Sementara, cara mengatasi GERD perlu dimulai dengan menerapkan budaya hidup sehat, terutama pola makan yang baik.

5. Wasir (Hemoroid)

Wasir atau hemoroid adalah salah satu dari macam-macam gangguan pencernaan lainnya yang bisa menyerang siapa saja. Namun pada banyak kasus, penyakit ini diderita oleh orang-orang berusia di atas 50 tahun [4]. 

Wasir merupakan peradangan dan pembengkakan pada pembuluh darah vena di sekitar saluran rektum (anus) yang umumnya disebabkan oleh sembelit kronis.

Anda mungkin lebih mengenalnya dengan sebutan ambeien. Adapun gejala utama dari wasir ialah nyeri pada anus dan adanya darah ketika BAB [5].

Dalam menangani kondisi ini, Anda disarankan memperbanyak konsumsi makanan berserat dan minum cukup air.

6. Tukak Lambung

Jenis gangguan pencernaan selanjutnya adalah tukak lambung, yaitu kondisi di mana lapisan dinding lambung mengalami luka.

Hal tersebut biasanya diakibatkan oleh efek samping obat pereda nyeri dalam waktu lama atau juga infeksi bakteri Helicobacter pylori. Berikut beberapa gejalanya:

  • Mual dan muntah
  • Kembung
  • Nafsu makan menurun
  • Feses berwarna gelap
  • Penurunan berat badan tanpa diketahui sebabnya

Untuk mendiagnosa terjadinya tukak lambung, Anda dapat melakukan pemeriksaan esofagogastroduodenoskopi.

7. Batu Empedu

Batu empedu secara umum disebabkan oleh terlalu banyaknya kolesterol dan limbah sisa metabolisme yang mengendap di dalam cairan empedu [3].

Penyakit ini ditandai dengan nyeri perut mendadak di bagian tengah atau kanan atas dan dapat disertai gejala lain seperti urine berwarna gelap, mual, muntah, nafsu makan menurun, dan diare.

Anda disarankan melakukan pemeriksaan bila mengalami sejumlah gejala di atas, terlebih ketika mulai mengalami demam, penyakit kuning, menggigil, atau nyeri perut lebih dari 8 jam.

Baca juga: Ini 10 Makanan yang Baik untuk Pencernaan Usus dan Lambung

8. Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Irritable Bowel Syndrome atau IBS adalah sebuah gangguan kronis sistem pencernaan, tepatnya pada usus besar. Penyebab IBS pun sebetulnya masih belum diketahui secara pasti. 

Akan tetapi, terdapat sejumlah faktor risiko, di antaranya yaitu peradangan, infeksi berat, konsumsi makanan tertentu, hingga gangguan kesehatan mental seperti stres, depresi, dan kecemasan [3].

Demi menghindari risiko IBS, Anda dianjurkan mengurangi stres, menerapkan pola makan dan gaya hidup sehat, istirahat cukup, serta olahraga teratur.

9. Inflammatory Bowel Disease (IBD)

Inflammatory Bowel Disease atau IBD merupakan peradangan yang terjadi dalam saluran pencernaan.

Peradangan tersebut umumnya berlangsung dalam waktu lama, sehingga sering kali menyebabkan diare, nyeri perut, demam, perubahan nafsu makan, hingga penurunan berat badan.

10. Penyakit Divertikular

Berbicara mengenai macam-macam gangguan pencernaan, penyakit divertikular adalah salah satunya yang perlu Anda ketahui.

Ini merupakan kondisi ketika terdapat peradangan ataupun terbentuknya kantong kecil pada dinding usus besar dan divertikulitis.

Saat mengalaminya, Anda mungkin akan merasakan nyeri perut bagian bawah, kembung, atau bahkan diare.

Meskipun penyebabnya masih belum diketahui, namun beberapa faktor seperti gen, gangguan imun, penggunaan steroid dan NSAID, serta kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko penyakit divertikular.

Itu dia macam-macam gangguan pencernaan yang perlu Anda ketahui. Jika Anda mengalami sejumlah gejala di atas, coba konsultasikan dengan dokter guna memastikan penyebabnya.

Di sisi lain, sangat penting untuk Anda merawat organ pencernaan dengan menerapkan gaya hidup sehat.

Salah satunya ialah membiasakan minum air putih setidaknya 2 liter setiap hari guna memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Manfaat air putih diketahui mampu mengoptimalkan fungsi organ pencernaan dalam membuang racun di dalam tubuh dan mencegah Anda mengalami sembelit.

Mengingat pentingnya hal tersebut, pastikan Anda mengonsumsi air minum yang terjamin kualitasnya seperti AQUA.

AQUA merupakan air mineral yang berasal dari sumber air pegunungan pilihan. Dengan melalui berbagai uji kelayakan, kemurnian kandungan mineralnya pun senantiasa terjaga.

Jadi, yuk mulai hidup sehat dengan #AQUADULU di setiap aktivitas!

Baca juga: Berapa Lama Air Minum Dicerna di Lambung? Ini Faktanya

Referensi:

  1. 11 Jenis Penyakit Pencernaan yang Paling Sering Terjadi - Buka
  2. Kenali 7 Gangguan pada Sistem Pencernaan Manusia - Buka
  3. 9 Macam Gangguan Pencernaan, Penyebab, dan Cara Mengobatinya - Buka
  4. Macam-Macam Gangguan Sistem Pencernaan yang Umum Terjadi - Buka
  5. 10 Gangguan Sistem Pencernaan yang Sering Dialami Orang Indonesia - Buka

Artikel Terkait

Tidak ada artikel.

Pesan AQUA, kami antar. Belanja sekarang!

Website ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari lebih lanjut .