Tidak hanya dikenal dengan kesenian tradisionalnya yang unik, Betawi juga menyimpan berbagai santapan khas yang patut Anda coba saat mengunjungi Jakarta. Selain makanan berat seperti soto Betawi, Anda juga tak boleh kelewatan mencoba aneka jenis kue khas Betawi.
Kuliner Betawi sendiri merupakan hasil perpaduan pengaruh dari berbagai etnis, mulai dari Melayu, Arab, Tionghoa, hingga Belanda, menjadikan cita rasa kue-kuenya begitu beragam dan kaya karakter. Bahan-bahan alami seperti tepung beras, kelapa parut, gula aren, dan pewarna dari daun pandan menjadi identitas kuat yang membedakan kue Betawi dari kue daerah lainnya. Tidak hanya memanjakan lidah, kue-kue ini juga menyimpan nilai budaya yang kuat, karena banyak di antaranya hadir secara khusus dalam perayaan hari besar, upacara adat, hingga acara keluarga di lingkungan masyarakat Betawi.
Beberapa kue khas Betawi, seperti kue ape dan kue cucur, bahkan menjadi favorit berbagai kalangan usia, lho. Yuk, simak daftar kue khas Betawi pada ulasan di bawah ini!
Rekomendasi Kue Khas Betawi
Dengan adat dan tradisinya yang nyentrik, Betawi memiliki berbagai olahan kue yang cantik dan terkenal akan bahannya yang sederhana dan mudah ditemui di beberapa tempat di Jakarta, seperti pasar tradisional dan penjual keliling di sekitar jalanan Jakarta.
Namun, sebelum berkeliling memburu kue khas Betawi, pastikan Anda sudah membekalkan diri dengan AQUA 600 ml terlebih dahulu, ya. Pasalnya, AQUA terbukti 100% murni air pegunungan dengan kandungan mineral alami dan tanpa tambahan zat lain. Selain itu, air AQUA juga memiliki sensasi dingin meskipun tidak didinginkan, karena berasal dari sumber terlindungi yang komposisi mineral alaminya terjaga ketat.
Maka dari itu, AQUA cocok untuk menemani Anda berburu kue khas Betawi di bawah terik matahari Jakarta. Nah, jika sudah menyiapkan AQUA 600, yuk, simak beberapa rekomendasi kue khas Betawi yang tidak boleh dilewatkan berikut ini:
1. Kue Geplak
Kue khas Betawi yang pertama adalah kue geplak. Kue kering khas Betawi ini terbuat dari beras yang agak pera. Kue ini termasuk kue khas Betawi yang mudah dibuat, yaitu dengan menghaluskan beras pera menjadi tepung kemudian disangrai.
Setelah disangrai, tepung kemudian dicampur dengan parutan kelapa yang juga telah disangrai. Saat sudah matang, kue ini akan berwarna putih kecoklatan. Teksturnya lembut dengan rasa gurih manis yang legit, sehingga menjadikannya favorit sebagai pengisi hantaran pengantin. Kue geplak juga kerap hadir dalam prosesi adat Betawi sebagai simbol keberkahan, menjadikannya kue yang tidak sekadar lezat namun juga sarat makna budaya.
2. Kue Cucur
Nah, kalau kue yang satu ini adalah primadona segala kalangan, bahkan selain masyarakat Betawi. Kue cucur sering disajikan sebagai makanan penutup yang disandingkan bersama teh.
Kue ini memiliki bentuk bulat dengan bagian tengah yang tebal dan empuk, sementara bagian pinggirnya tipis dan sedikit renyah, kontras tekstur inilah yang membuat Anda ketagihan. Bahan dasar pembuatan kue ini adalah tepung beras, tepung terigu, dan gula merah yang menjadikan rasanya legit dan sulit dilupakan. Aroma karamel dari gula merah yang menguar saat kue baru diangkat dari wajan benar-benar menggoda selera siapapun yang melintas.
Dalam tradisi Betawi, kue cucur bukan sekadar jajanan biasa, kue ini kerap hadir dalam acara-acara penting seperti pernikahan, sunatan, dan selamatan sebagai bentuk rasa syukur. Jadi, Anda wajib mencoba kue ini saat berkunjung ke Jakarta, ya.
3. Kue Putu Mayang
Kue putu mayang merupakan salah satu kue basah khas Betawi yang hadir dalam warna-warna cantik. Kue putu mayang terbuat dari tepung kanji atau tepung beras yang dicampur dengan santan kelapa. Kue ini disajikan bersama kinca, yaitu gula jawa yang telah dicairkan bersama santan hingga menjadi saus kental yang manis dan gurih.google
Hal lain yang menjadi keunikan kue putu mayang adalah bentuknya menyerupai mie yang digulung. Adonannya dibentuk menggunakan cetakan khusus yang memiliki lubang kecil sehingga menghasilkan untaian-untaian kecil yang memanjang. Warna-warnanya yang cerak dari pewarna alami pandan atau suji menjadikan putu mayang juga indah sebagai sajian di berbagai festival kuliner Betawi.
4. Kue Ape
Kue ape merupakan salah satu kue khas Betawi yang masih mudah dijumpai di sepanjang jalanan Jakarta. Kue ape memiliki bentuk yang khas seperti UFO kecil, bagian tengahnya tebal dan lembut, sementara pinggirnya tipis dan sedikit kering. Kue khas berwarna hijau ini biasanya mengeluarkan aroma pandan yang harum dan rasa manis yang sangat menggugah selera.google
Proses memasaknya menggunakan cetakan khusus di atas kompor dengan api kecil, sehingga bagian bawah matang merata sementara bagian atas tetap lembut dan moist. Saat ini sudah banyak inovasi resep kue ape, seperti ditambah dengan topping keju, coklat, selai nanas, atau bahkan potongan buah pisang. Anda juga dapat dengan mudah menemukan penjual kue ape di pinggir jalanan Jakarta atau di pasar tradisional terdekat.
5. Kue Leker
Tak heran jika banyak yang mengira kue leker adalah crepes, yaitu kue yang terkenal dari Belanda. Pasalnya, kue leker memang merupakan kue yang diadaptasi oleh masyarakat Betawi dari crepes. Sejarahnya, kata leker diambil dari bahasa Belanda yang artinya "enak", mencerminkan bagaimana akulturasi budaya membentuk identitas kuliner Betawi yang begitu kaya.
Kue leker memiliki tekstur tipis dan renyah di bagian pinggir, namun lembut di bagian tengah saat masih hangat. Kini, kue leker memiliki berbagai varian rasa yang menarik, seperti coklat, stroberi, keju, green tea, dan susu. Selain itu, kue leker juga sangat mudah dijumpai di berbagai destinasi di Jakarta, bahkan berbagai cafe pun kini menyediakan kue ini sebagai pilihan menu.
Baca juga: 8 Daftar Kuliner Khas Semarang yang Legendaris, Harus Coba!
6. Kue Dongkal
Kue khas Betawi selanjutnya yaitu kue dongkal. Selain rasanya yang manis, tampilan kue ini juga unik, yaitu berbentuk kerucut layaknya tumpeng mini yang menawan.
Kue dongkal terbuat dari tepung beras dan gula aren yang kemudian dikukus menggunakan cetakan bambu berbentuk kerucut hingga matang. Umumnya, kue ini disajikan di atas daun pisang dengan taburan parutan kelapa yang gurih. Perpaduan antara manisnya gula aren dan gurihnya kelapa parut menjadikan kue dongkal mudah dikenali aromanya dari kejauhan. Sayangnya, kue dongkal kini semakin jarang ditemukan, sehingga ia menjadi salah satu kue tradisional Betawi yang benar-benar patut dilestarikan.google
7. Kue Ongol-Ongol
Seperti kue khas Betawi lainnya, kue ongol-ongol juga merupakan kue yang sering dijumpai di berbagai acara tradisional masyarakat Betawi. Kue ongol-ongol terbuat dari tepung sagu dan gula aren yang dimasak hingga mengental, lalu dicetak dan dipotong menjadi potongan kotak kecil.
Kue khas ini sering disajikan bersama dengan parutan kelapa yang ditaburkan di atasnya, menambah cita rasa gurih yang berpadu sempurna dengan manisnya gula aren. Ciri unik kue ongol-ongol terletak pada teksturnya yang kenyal dan aroma gula arennya yang kuat sehingga tak pernah gagal menggugah selera. Kue ini biasanya paling nikmat dinikmati bersama secangkir teh hangat di pagi hari, dan kerap hadir dalam festival kebudayaan Betawi sebagai representasi jajanan tradisional yang paling autentik.google
8. Kue Rangi
Kue basah khas Betawi selanjutnya yang juga wajib Anda coba adalah kue rangi. Kue rangi terbuat dari tepung sagu yang dipanggang dengan campuran kelapa parut di adonannya, itulah mengapa kue ini juga dikenal dengan sebutan sagu rangi. Kue rangi memiliki cetakan khusus berukuran kecil yang dimasak di atas kompor tungku, menghasilkan cita rasa bakar yang khas dan autentik.
Dalam penyajiannya, kue rangi sering diolesi gula merah kental di bagian atasnya yang menambah cita rasanya semakin lezat. Kadang ditambahkan pula potongan buah nangka untuk memberikan aroma dan lapisan rasa yang lebih kompleks. Perpaduan tekstur sedikit keras di luar namun lembut di dalam, bersama dengan manisnya gula merah, menjadikan kue rangi pengalaman rasa yang sulit dilupakan sekali Anda mencicipinya.
9. Kue Pancong
Nama kue ini tentunya tidak asing di kalangan Gen Z. Kue satu ini terbuat dari tepung beras, santan, dan kelapa parut yang dipanggang di cetakan khusus berbentuk setengah lingkaran. Bagian luarnya kering dan gurih, sementara dalamnya lembut dan sedikit berair dari santan yang meresap sempurna.
Sebelumnya, kue pancong hanya disajikan dengan taburan gula pasir atau olesan gula merah. Tapi, belakangan ini, banyak penjual kue pancong yang menyajikan kue ini dengan berbagai topping menarik, seperti green tea, coklat, keju, dan susu. Bahkan, ada juga yang menjualnya setengah matang sehingga teksturnya menjadi lembut dan lumer di mulut. Inovasi ini berhasil membawa kue pancong tetap relevan dan diminati generasi muda tanpa mengubah ciri khas tradisionalnya.
10. Kue Lumpur
Kue khas Betawi yang wajib Anda coba selanjutnya adalah kue lumpur. Kue basah khas Betawi ini terbuat dari adonan dengan bahan tepung terigu, kentang, santan, gula pasir, lelehan mentega, dan telur. Nama "kue lumpur" sendiri berasal dari teksturnya yang sangat lembut dan basah saat baru matang dari cetakan.
Kue lumpur biasanya dihias dengan kismis atau butiran coklat di bagian tengahnya sebagai sentuhan akhir yang mempercantik tampilan. Karena kue lumpur termasuk kategori kue basah, kue ini memiliki tekstur lembut yang cocok disantap sebagai hidangan penutup santapan. Kue ini juga menjadi salah satu kue wajib dalam berbagai acara syukuran dan hajatan masyarakat Betawi, dan sering menjadi favorit anak-anak berkat rasanya yang manis dan teksturnya yang meleleh di mulut.google
Baca juga: 10 Makanan Tradisional Indonesia, Cita Rasa Khas!
Di Mana Bisa Menemukan Kue Khas Betawi?
Kue-kue khas Betawi di atas masih bisa Anda temukan di beberapa tempat di Jakarta. Pasar tradisional seperti Pasar Senen, Pasar Blok M, dan Pasar Pramuka menjadi surga bagi para pemburu jajanan tradisional Betawi. Selain itu, kawasan wisata budaya seperti Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Setu Babakan yang merupakan perkampungan budaya Betawi juga sering menghadirkan aneka kue khas ini, terutama saat akhir pekan atau festival budaya berlangsung.
Bagi Anda yang tidak sempat ke Jakarta, beberapa penjual kue khas Betawi kini sudah hadir secara online melalui berbagai platform e-commerce, sehingga kelezatan kue-kue tradisional ini tetap bisa dinikmati dari mana saja.
Nah, itulah macam-macam kue khas Betawi yang patut Anda coba saat jalan-jalan ke daerah Jakarta. Sembari menikmati kue khas Betawi saat jalan-jalan di Jakarta, jangan lupa untuk selalu sedia #AQUADULU sebagai obat dahaga Anda di tengah keseruan menyantap kue khas Betawi, ya.
Terlebih, cuaca Jakarta yang cenderung terik membuat Anda lebih mudah kehilangan cairan. Untuk itu, pastikan Anda selalu siap sedia AQUA 600 ml yang pas untuk mendampingi petualangan Anda hunting kue khas Betawi. Kemasan AQUA 600 ml juga sangat praktis dan mudah dibuka-tutup sehingga tidak mudah tumpah, dan ukurannya sempurna untuk masuk ke dalam tas tanpa mengganggu aktivitas hunting kue kering khas Betawi.
Lantas, kenapa harus AQUA DULU? Pasalnya, tidak semua air itu AQUA. Air AQUA disaring alami oleh berlapis-lapis bebatuan yang kaya mineral alami melalui proses tanpa tersentuh tangan manusia dan melalui 400 tahap uji kualitas, sebelum dikirimkan melalui jaringan distribusi. AQUA datang dari gunung terpilih yang terlindungi sumber mata airnya melalui 9 kriteria pemilihan, 5 tahapan, serta minimal 1 tahun penelitian terhadap lebih dari 600 parameter.
AQUA merupakan produk asli Indonesia yang telah bersertifikat Halal, BPOM, SNI sehingga AQUA aman dikonsumsi. AQUA 100% Murni, 100% Indonesia, dan 100% Halal. Jadi, jangan lupa selalu bawa AQUA Botol untuk temani perjalanan Anda dan keluarga selama mengeksplorasi budaya Betawi, ya.
Baca juga: 11 Makanan Sehat Tradisional Khas Indonesia, Mudah Ditemukan

